Berilah 5 contoh BUMN dalam bentuk perseroan? Tenang, setelah kamu selesai membaca informasi di sini, kamu bisa jadi tahu contoh-contoh perusahaan BUMN yang berbentuk perseroran. Tapi awas, jangan sampai tertukar antara perseoran dan perusahaan umum BUMN ya. Baca sekarang juga dan berilah 5 contoh BUMN dalam bentuk perseroan.
Perbedaan Persero dengan Perum dan Bentuk BUMN Lainnya

Untuk lebih memahami posisi BUMN dalam bentuk perseroan, penting juga untuk mengetahui bentuk lain dari BUMN. Undang-undang No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN membagi BUMN ke dalam dua bentuk utama:
1. Persero (Perseroan Terbatas)
- Bertujuan mengejar keuntungan (profit oriented).
- Berbadan hukum perseroan terbatas.
- Modal berupa saham, sebagian besar dimiliki negara.
- Dapat go public (terdaftar di bursa saham).
2. Perum (Perusahaan Umum)
- Bertujuan memberikan layanan publik dengan tetap memperhatikan efisiensi.
- Modal seluruhnya milik negara dan tidak terbagi atas saham.
- Tidak bertujuan utama untuk memperoleh laba, meskipun tetap diperbolehkan mendapatkannya.
Dengan kata lain, bentuk perseroan menunjukkan orientasi bisnis BUMN yang berfokus pada efisiensi dan profitabilitas, sambil tetap melayani kepentingan publik.
Ini Dia Berilah 5 Contoh BUMN Dalam Bentuk Perseroan

Salah satu bentuk BUMN adalah Perseroan Terbatas (Persero), yaitu perusahaan yang berbadan hukum dan modalnya terbagi dalam saham, dengan sebagian atau seluruh sahamnya dimiliki oleh negara. Persero bertujuan untuk mencari keuntungan dan memberikan pelayanan kepada publik.
Berikut ini adalah 5 contoh BUMN yang berbentuk perseroan, beserta pembahasan detail mengenai masing-masing perusahaan:
1. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
- Nama: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
- Didirikan: 27 Oktober 1945
- Kantor Pusat: Jakarta, Indonesia
- Industri: Kelistrikan
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) adalah perusahaan milik negara yang memiliki monopoli dalam distribusi tenaga listrik di Indonesia. Didirikan pada tahun 1945, PLN bertanggung jawab atas penyediaan listrik di seluruh wilayah Indonesia, termasuk pembangunan, pengoperasian, dan pemeliharaan jaringan listrik.
PLN mengoperasikan berbagai pembangkit listrik yang menggunakan berbagai sumber energi, termasuk batu bara, gas, air, dan energi terbarukan. Perusahaan ini juga terus berupaya meningkatkan rasio elektrifikasi nasional dan mengembangkan energi terbarukan untuk mendukung keberlanjutan lingkungan.
PLN menghadapi tantangan dalam hal efisiensi operasional dan pengelolaan utang yang tinggi akibat kontrak pembelian listrik dari pembangkit swasta. Untuk mengatasi hal ini, PLN melakukan berbagai inisiatif, seperti diversifikasi sumber energi dan peningkatan efisiensi jaringan distribusi.
2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
- Nama: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
- Didirikan: 2 Oktober 1998
- Kantor Pusat: Jakarta, Indonesia
- Industri: Perbankan dan Jasa Keuangan
Bank Mandiri dibentuk melalui penggabungan empat bank milik negara pada tahun 1998 sebagai bagian dari restrukturisasi perbankan nasional pasca krisis ekonomi. Sebagai bank terbesar di Indonesia berdasarkan aset, Bank Mandiri menyediakan berbagai layanan perbankan untuk individu, korporasi, dan institusi.
Bank Mandiri menawarkan produk dan layanan seperti tabungan, kredit, investasi, dan layanan perbankan digital. Melalui anak perusahaannya, seperti Mandiri Sekuritas dan AXA Mandiri, bank ini juga menyediakan layanan di bidang sekuritas dan asuransi.
Dengan jaringan cabang yang luas di dalam dan luar negeri, serta inovasi dalam layanan digital, Bank Mandiri terus memperkuat posisinya di pasar perbankan nasional dan regional. Kinerja keuangan yang solid mencerminkan keberhasilan strategi ekspansi dan efisiensi operasional.
3. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.
- Nama: PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.
- Didirikan: 6 Juli 1965
- Kantor Pusat: Bandung, Indonesia
- Industri: Telekomunikasi
Telkom Indonesia adalah perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia yang menyediakan layanan komunikasi data, internet, dan multimedia. Perusahaan ini juga memiliki anak perusahaan, seperti Telkomsel, yang merupakan operator seluler terbesar di Indonesia.
Dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar, Telkom Indonesia melakukan transformasi digital dengan fokus pada konektivitas digital, platform digital, dan layanan digital. Perusahaan ini juga aktif dalam pengembangan infrastruktur telekomunikasi, termasuk jaringan fiber optik dan layanan 5G.
Dengan strategi diversifikasi layanan dan investasi dalam teknologi baru, Telkom Indonesia berhasil mempertahankan pertumbuhan pendapatan dan laba yang stabil. Inovasi dalam layanan digital dan ekspansi ke pasar internasional menjadi kunci keberhasilan perusahaan ini.
4. PT Kereta Api Indonesia (Persero)
- Nama: PT Kereta Api Indonesia (Persero)
- Didirikan: 28 September 1945
- Kantor Pusat: Bandung, Indonesia
- Industri: Transportasi Rel
PT Kereta Api Indonesia (KAI) adalah operator utama layanan kereta api di Indonesia, menyediakan transportasi penumpang dan barang di berbagai wilayah. Perusahaan ini memainkan peran penting dalam mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional.
KAI mengoperasikan berbagai layanan, termasuk kereta api antarkota, komuter, dan layanan barang. Perusahaan ini juga mengembangkan layanan tambahan melalui anak perusahaannya, seperti KAI Commuter dan KAI Logistik, untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan layanan.
Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan kenyamanan, KAI terus melakukan modernisasi armada dan infrastruktur, serta mengadopsi teknologi terbaru dalam operasionalnya. Pengembangan proyek strategis, seperti kereta cepat dan integrasi transportasi, menjadi fokus utama perusahaan.
5. PT Pos Indonesia (Persero)
- Nama: PT Pos Indonesia (Persero)
- Didirikan: 26 Agustus 1746 (sebagai layanan pos)
- Kantor Pusat: Bandung, Indonesia
- Industri: Layanan Pos dan Logistik
Pos Indonesia adalah perusahaan milik negara yang menyediakan layanan pos dan logistik di seluruh Indonesia. Dengan sejarah panjang sejak era kolonial, perusahaan ini telah menjadi bagian integral dari sistem komunikasi dan distribusi nasional.
Dalam menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan pasar, Pos Indonesia melakukan transformasi digital dengan mengembangkan platform layanan kurir dan keuangan digital. Perusahaan ini juga memperluas layanan logistik untuk
PT Pos Indonesia terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman melalui digitalisasi layanan dan peluncuran produk-produk baru seperti PosPay, PosAja!, serta platform logistik modern. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing dengan perusahaan logistik swasta yang tumbuh sangat agresif, seperti JNE, J&T, dan SiCepat.
Dengan jumlah titik layanan mencapai lebih dari 4.800 kantor pos yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, Pos Indonesia memiliki potensi besar untuk menjangkau area pelosok yang belum terlayani oleh operator logistik lain. Potensi ini kini dioptimalkan untuk memperluas layanan keuangan digital, remitansi, dan distribusi bantuan sosial pemerintah.
Baca juga : PT KAI Adalah Contoh BUMN Jenis Apa Ya? Simak Jawabannya!
Tantangan Perusahaan BUMN dalam Bentuk Perseroan

Menjalankan BUMN tentu tidak akan mudah. Ada banyak tantangan dan rintangan yang harus dihadapi. Dinamika-dinamika yang ada menjadikan BUMN harus siap menghadapi semuanya dengan sigap.
Berikut adalah beberapa tantangan yang dihadapi oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia :
1. Kompleksitas Birokrasi dan Tata Kelola
BUMN seringkali dihadapkan pada struktur birokrasi yang kompleks, yang dapat memperlambat proses pengambilan keputusan dan menghambat inovasi. Prosedur yang panjang dan hierarki yang rumit dapat mengurangi responsivitas terhadap perubahan pasar dan kebutuhan konsumen. Selain itu, tantangan dalam penyelenggaraan layanan publik, seperti keterlambatan dan ketidakpastian, masih menjadi perhatian utama.
2. Transformasi Digital dan Kesiapan SDM
Dalam era transformasi digital, BUMN menghadapi tantangan dalam mencetak talenta-talenta digital yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi. Selain itu, membangun bisnis digital yang berkelanjutan dalam kondisi pertumbuhan pendapatan yang tidak pasti menjadi tantangan tersendiri. Organisasi juga perlu meningkatkan agility dalam struktur dan kepemimpinan untuk menghadapi dinamika pasar.
3. Ketidakpastian Regulasi dan Kebijakan
Transisi pemerintahan seringkali diikuti oleh perubahan dalam kebijakan ekonomi dan regulasi, yang dapat menciptakan ketidakpastian bagi BUMN dalam merencanakan strategi bisnis jangka panjang. Ketidakpastian ini dapat mempengaruhi investasi dan ekspansi perusahaan.
4. Tantangan dalam Proyek Infrastruktur
BUMN yang terlibat dalam proyek konstruksi menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan tenaga kerja terampil, penyesuaian dengan regulasi yang sering berubah, serta isu keamanan dan keselamatan kerja. Selain itu, risiko finansial dan tantangan dalam logistik dan rantai pasok juga menjadi perhatian utama dalam penyelesaian proyek-proyek besar.
5. Tantangan Global dan Kompetisi Pasar
Dalam menghadapi tantangan global, BUMN perlu meningkatkan efisiensi dan daya saing untuk tetap relevan di pasar internasional. Transformasi BUMN menjadi pilar fundamental perekonomian nasional memerlukan langkah-langkah strategis dalam menghadapi perubahan regulasi yang dinamis dan perkembangan industri.
6. Pembentukan Holding dan Super Holding
Pembentukan holding maupun super holding BUMN di Indonesia menghadapi berbagai tantangan, seperti dasar hukum pembentukan, pengembangan korporasi, efisiensi, potensi monopoli, pengawasan korporasi, dan independensi pengelolaan. Koordinasi dengan berbagai pihak dan pemahaman pasar yang mendalam diperlukan untuk menghadapi tantangan ini.
7. Divestasi Aset dan Penguatan Modal
Beberapa BUMN, seperti Jasa Marga (JSMR), Wijaya Karya (WIKA), dan Waskita Karya, menghadapi tantangan dalam melakukan divestasi aset untuk mengurangi beban investasi dan memperkuat modal. Proses divestasi ini memerlukan strategi yang tepat agar tidak mengganggu operasional dan tetap memberikan nilai tambah bagi perusahaan.
8. Kepatuhan dan Manajemen Risiko
Implementasi peraturan baru, seperti Permen BUMN No. 2 Tahun 2023, menuntut BUMN untuk meningkatkan kepatuhan dan manajemen risiko. Peraturan ini memberikan pedoman yang lebih spesifik dan sistematis, namun juga menambah kompleksitas dalam operasional perusahaan.
9. Adaptasi terhadap Nilai-Nilai AKHLAK
BUMN mengedepankan nilai-nilai AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) dalam budaya kerjanya. Bagi peserta rekrutmen dari berbagai latar belakang budaya, adaptasi terhadap nilai-nilai ini menjadi tantangan tersendiri yang memerlukan pemahaman dan internalisasi mendalam.
10. Tantangan dalam Proyek Strategis Nasional
Proyek-proyek strategis nasional, seperti pembangunan infrastruktur besar, menghadapi tantangan dalam manajemen risiko, studi kelayakan, dan dampak lingkungan. Beberapa proyek mengalami pembengkakan biaya dan masalah dalam pelaksanaan, yang menunjukkan perlunya evaluasi dan perencanaan yang lebih matang.
BUMN di Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang kompleks dan beragam, mulai dari birokrasi internal hingga dinamika global. Untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, diperlukan reformasi struktural, peningkatan kapasitas SDM, adaptasi terhadap teknologi, serta strategi manajemen risiko yang efektif. Kolaborasi antara pemerintah, manajemen BUMN, dan pemangku kepentingan lainnya sangat penting untuk memastikan keberlanjutan dan daya saing BUMN di masa depan.
Baca juga : Kamu Bisa dengan Mudah Sebutkan 3 Contoh Perusahaan BUMN!
Untuk kamu yang ingin bergabung bersama BUMN 2025, kamu bisa latihan mulai dari sekarang. Agar persiapanmu semakin optimal, yuk gabung di Bimbel JadiBUMN! Dapatkan materi lengkap, latihan soal, dan bimbingan dari para mentor berpengalaman yang siap membantumu menghadapi setiap tahapan seleksi BUMN.
Testimoni jadiBUMN




Program Premium Bimbel jadiBUMN 2025
“Semakin sering latihan soal akan semakin terbiasa, semakin cepat, semakin teliti dan semakin tepat mengerjakan soal-soal Rekrutmen BUMN 2025 ” 🌟
Kunci sukses Tes Rekrutmen BUMN adalah membiasakan diri mengerjakan ribuan tipe soal Tes Rekrutmen BUMN seperti anak bayi yang belajar berjalan terasa berat diawal dan akan terbiasa bila terus dilatih hingga bisa berlari kencang.
📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi jadiBUMN: Temukan aplikasi jadiBUMN di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun jadiBUMN Anda melalui aplikasi atau situs web.
- Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
- Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELBUMN” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
- Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES163797”, masukkan untuk diskon tambahan.
- Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
- Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.
Mau berlatih Soal-soal Rekrutmen BUMN? Ayoo segera gabung sekarang juga!! GRATISSS
Sumber:
- https://www.instagram.com/kementerianbumn?igsh=YWRrMjlpNjRjNTZj
- https://jadibumn.id/
- https://rekrutmenbersama2025.fhcibumn.id/
- https://www.bumn.go.id/
- https://fhcibumn.com/




