Materi BUMN AKHLAK – Materi BUMN AKHLAK adalah salah satu bagian seleksi BUMN yang diam-diam bikin banyak peserta tumbang.
Banyak pejuang BUMN terlalu fokus belajar Tes Kemampuan Dasar (TKD), numerik, dan logika, tapi lupa bahwa perusahaan plat merah sekarang sangat serius menilai karakter dan nilai-nilai yang kamu pegang.
Di tengah persaingan ketat dan ribuan pelamar setiap pembukaan rekrutmen bersama BUMN, pemahaman dan penghayatan terhadap materi bumn akhlak justru bisa menjadi pembeda utama antara kamu dan kandidat lain yang nilai tes akademiknya sama-sama tinggi.
Kalau kamu perhatikan, hampir semua pengumuman resmi rekrutmen BUMN sekarang mencantumkan bahwa seleksi dilakukan berdasarkan Core Values AKHLAK.
Artinya, bukan hanya kemampuan teknis yang diuji, tetapi juga apakah kamu cocok dengan budaya kerja BUMN yang berlandaskan Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
Di sinilah banyak pelamar mulai minder: “Aku bukan lulusan kampus top, apa masih ada peluang?” Jawabannya: sangat ada, selama kamu bisa menunjukkan bahwa nilai-nilai AKHLAK benar-benar hidup dalam dirimu, bukan sekadar hafalan.
Untuk itu, kita akan kupas tuntas materi bumn akhlak: mulai dari definisi, makna di balik setiap nilai, contoh perilaku nyata di dunia kerja, sampai bagaimana menjawab soal dan pertanyaan wawancara yang berkaitan dengan AKHLAK.
Tujuannya sederhana: kamu tidak hanya hafal kepanjangan AKHLAK, tetapi juga siap menunjukkan bahwa kamu adalah kandidat yang layak dipercaya memegang amanah negara.

Memahami Materi BUMN AKHLAK: Bukan Sekadar Singkatan, tapi “Karakter Wajib” Pegawai BUMN
Sebelum membahas tips dan strategi, kamu perlu benar-benar paham dulu apa itu materi bumn akhlak.
AKHLAK BUMN adalah core values (nilai-nilai utama) yang ditetapkan melalui Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-7/MBU/07/2020. AKHLAK adalah singkatan dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
Nilai-nilai ini bukan hiasan di dinding kantor, melainkan panduan perilaku yang wajib diinternalisasi oleh seluruh SDM BUMN dalam aktivitas sehari-hari, sehingga membentuk budaya kerja yang kuat dan seragam di seluruh BUMN.
Mengapa materi BUMN AKHLAK begitu ditekankan dalam seleksi? Karena BUMN memegang peran strategis untuk kepentingan bangsa dan negara.
Pegawainya tidak hanya dituntut pintar, tetapi juga berkarakter kuat, beretika, dan bisa dipercaya mengelola aset negara.
Nilai-nilai AKHLAK juga mencerminkan penerapan prinsip-prinsip Pancasila, terutama sila pertama tentang ketuhanan, sila kedua tentang kemanusiaan yang adil dan beradab, serta sila kelima tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Jadi, ketika kamu belajar materi bumn akhlak, sebenarnya kamu sedang belajar bagaimana menjadi profesional yang berintegritas sekaligus warga negara yang baik.
Dalam proses rekrutmen, materi bumn akhlak biasanya muncul dalam beberapa bentuk: soal pilihan ganda yang menguji pemahaman konsep, studi kasus perilaku (behavioral case), tes psikologi yang disesuaikan dengan nilai AKHLAK, hingga pertanyaan wawancara yang menggali pengalamanmu menerapkan nilai-nilai tersebut.
Karena itu, memahami AKHLAK hanya di level definisi tidak cukup. Kamu perlu bisa mengaitkannya dengan perilaku nyata, contoh situasi, dan refleksi diri.
Di titik ini, banyak peserta mulai merasa cemas: “Bagaimana kalau aku belum pernah kerja, apa bisa menjawab soal dan wawancara tentang AKHLAK?” Tenang, materi bumn akhlak bisa kamu latih dari pengalaman organisasi, magang, kepanitiaan, bahkan kehidupan sehari-hari.
Yang penting, kamu bisa menjelaskan secara konkret: apa yang kamu lakukan, mengapa kamu melakukannya, dan bagaimana itu mencerminkan nilai AKHLAK.
Baca Juga: Soal RBB BUMN 2026 Bikin Gugur Masal atau Peluang Emas?
Bedah Enam Nilai Inti Materi BUMN AKHLAK dan Contoh Penerapannya
Agar kamu tidak sekadar menghafal, mari kita bedah satu per satu nilai dalam materi bumn akhlak, lalu kaitkan dengan perilaku nyata yang bisa kamu ceritakan saat tes atau wawancara.
1. Amanah: Dapat Dipercaya dan Mengutamakan Kepentingan Bangsa
Dalam materi bumn akhlak, Amanah berarti dapat dipercaya, menepati janji, dan bertanggung jawab. Definisinya adalah berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.
Ini bukan hanya soal tidak korupsi, tetapi juga bagaimana kamu menjalankan tugas dengan jujur, konsisten, dan menjaga nama baik institusi.
Panduan perilaku Amanah mencakup:
- Memenuhi janji dan komitmen yang telah disepakati.
- Bertanggung jawab atas tugas, keputusan, dan tindakan yang dilakukan.
- Berpegang teguh pada nilai moral dan etika.
- Menjaga nama baik diri sendiri, sesama karyawan, pimpinan, BUMN, dan negara.
Dalam konteks seleksi, materi bumn akhlak tentang Amanah sering muncul dalam bentuk studi kasus. Misalnya, kamu diberi skenario: rekan kerja menitipkan absen, atasan meminta “memanipulasi” laporan sedikit, atau kamu menemukan kesalahan yang merugikan perusahaan.
Jawaban yang diharapkan bukan sekadar “saya akan jujur”, tetapi bagaimana langkah konkret yang kamu ambil: melaporkan, mengklarifikasi, menolak dengan cara yang sopan, dan tetap menjaga hubungan baik.
“Saat menjadi bendahara organisasi kampus, saya selalu membuat laporan keuangan rinci dan mengirimkannya ke grup pengurus setiap bulan. Ketika ada selisih uang karena kesalahan pencatatan, saya langsung mengakui, mengecek ulang bukti transaksi, dan mengoreksi laporan. Bagi saya, kepercayaan teman-teman jauh lebih penting daripada sekadar terlihat sempurna.”
Jawaban seperti ini menunjukkan bahwa kamu memahami materi bumn akhlak bukan hanya di kepala, tetapi juga di tindakan.
2. Kompeten: Terus Belajar dan Mengembangkan Kapabilitas
Nilai Kompeten dalam materi bumn akhlak didefinisikan sebagai terus belajar dan mengembangkan kapabilitas. Di era perubahan cepat, BUMN butuh pegawai yang tidak cepat puas, mau belajar hal baru, dan siap menjawab tantangan yang selalu berubah.
Panduan perilaku Kompeten meliputi:
- Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah.
- Membantu orang lain belajar dan menyelesaikan tugas dengan kualitas terbaik.
- Selalu berusaha untuk belajar dan meningkatkan keterampilan serta pengetahuan.
- Bersedia berbagi pengetahuan atau keterampilan dengan orang lain.
Kompetensi sendiri terdiri dari enam unsur: pengetahuan, keterampilan, sikap, pengalaman, tanggung jawab, dan akuntabilitas.
Dalam materi bumn akhlak, kamu akan sering ditanya: apa yang kamu lakukan untuk meng-upgrade diri? Apakah kamu hanya mengandalkan kuliah, atau aktif ikut pelatihan, kursus online, sertifikasi, dan belajar mandiri?
Contoh perilaku Kompeten yang bisa kamu angkat:
- Mengikuti kursus online untuk memperdalam Excel, data analysis, atau bahasa asing.
- Menjadi tutor bagi teman sekelas yang kesulitan di mata kuliah tertentu.
- Mengambil peran tambahan di organisasi untuk belajar hal baru, misalnya mengelola media sosial, keuangan, atau event.
Contoh pertanyaan wawancara terkait materi bumn akhlak – Kompeten:
“Ceritakan satu keterampilan yang Anda pelajari sendiri di luar kampus, dan bagaimana Anda mengaplikasikannya.”
Jawaban yang kuat akan menunjukkan proses belajar, tantangan yang kamu hadapi, dan dampak nyata dari keterampilan tersebut.
3. Harmonis: Saling Peduli dan Menghargai Perbedaan
Harmonis dalam materi bumn akhlak berarti saling peduli dan menghargai perbedaan. BUMN adalah rumah besar dengan pegawai dari berbagai latar belakang: suku, agama, usia, pendidikan, dan karakter. Tanpa sikap harmonis, konflik kecil bisa membesar dan mengganggu kinerja.
Panduan perilaku Harmonis mencakup:
- Menghargai setiap orang apa pun latar belakangnya.
- Suka menolong orang lain.
- Membangun lingkungan kerja yang kondusif.
Dalam seleksi, materi bumn akhlak tentang Harmonis sering muncul dalam bentuk pertanyaan: bagaimana kamu menghadapi teman yang berbeda pendapat, atau bagaimana kamu bekerja dalam tim yang anggotanya beragam.
Di sini, HR ingin melihat apakah kamu bisa bekerja tanpa diskriminasi, tidak mudah tersinggung, dan mau mendengar.
“Di organisasi kampus, saya pernah satu tim dengan anggota yang gaya komunikasinya sangat keras dan to the point. Awalnya saya merasa tidak nyaman, tapi saya memilih untuk mengajak dia ngobrol empat mata, menyampaikan perasaan saya dengan tenang, dan menanyakan juga bagaimana ia melihat saya. Setelah itu, kami saling menyesuaikan dan kerja tim jadi jauh lebih enak.”
Jawaban seperti ini menunjukkan empati, kemampuan komunikasi, dan keinginan menjaga hubungan baik—semua ini sangat relevan dengan materi bumn akhlak.
4. Loyal: Setia dan Berdedikasi pada Organisasi
Nilai Loyal dalam materi bumn akhlak mengandung makna kesetiaan dan dedikasi terhadap organisasi dan visi BUMN.
Loyal bukan berarti tidak boleh punya pendapat berbeda, tetapi bagaimana kamu tetap menjaga komitmen, tidak mudah berpaling hanya karena tantangan, dan selalu mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi sesaat.
Dalam konteks seleksi, Loyal sering diuji melalui pertanyaan seperti:
- “Mengapa Anda ingin bekerja di BUMN, bukan di perusahaan lain?”
- “Bagaimana jika Anda mendapat tawaran gaji lebih tinggi dari perusahaan lain setelah satu tahun bekerja di sini?”
Jawaban yang selaras dengan materi bumn akhlak akan menunjukkan bahwa motivasimu bukan hanya gaji, tetapi juga kontribusi, stabilitas, dan kesempatan mengabdi untuk negara.
Bukan berarti kamu tidak boleh menyebut gaji dan benefit, tetapi jangan jadikan itu satu-satunya alasan.
“Saya tertarik bekerja di BUMN karena ingin berkontribusi pada proyek-proyek yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat luas, seperti infrastruktur dan layanan publik. Saya juga melihat BUMN memberikan jalur pengembangan karier jangka panjang. Bagi saya, lingkungan kerja yang stabil dan kesempatan belajar berkelanjutan lebih penting daripada sekadar kenaikan gaji cepat.”
Ini menunjukkan Loyal yang dewasa dan realistis, sesuai dengan semangat materi bumn akhlak.
5. Adaptif: Fleksibel dan Responsif terhadap Perubahan
Adaptif dalam materi bumn akhlak berarti kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan dan kondisi kerja yang dinamis.
BUMN sekarang tidak lagi identik dengan “zona nyaman” yang statis. Transformasi digital, persaingan global, dan tuntutan efisiensi membuat BUMN harus lincah dan responsif.
Nilai Adaptif penting dalam menghadapi:
- Perubahan sistem kerja (misalnya digitalisasi layanan).
- Perpindahan unit atau rotasi kerja.
- Target dan kebijakan baru yang menuntut cara kerja berbeda.
Dalam seleksi, materi bumn akhlak tentang Adaptif bisa muncul dalam bentuk pertanyaan:
- “Ceritakan pengalaman Anda ketika harus belajar hal baru dalam waktu singkat.”
- “Bagaimana Anda menyikapi perubahan kebijakan yang membuat Anda keluar dari zona nyaman?”
Jawaban yang baik akan menunjukkan bahwa kamu tidak mengeluh berlebihan, tetapi fokus mencari solusi dan belajar.
“Saat magang, saya awalnya ditempatkan di bagian administrasi. Dua minggu kemudian, saya dipindah ke tim yang mengelola media sosial, padahal saya belum pernah pegang tools tersebut. Saya minta waktu satu hari untuk belajar dari staf yang sudah berpengalaman, menonton tutorial, dan dalam seminggu saya sudah bisa membantu membuat konten dan laporan performa. Perubahan itu awalnya menantang, tapi justru membuat saya punya skill baru.”
Ini menunjukkan sikap adaptif yang sangat dihargai dalam materi bumn akhlak.
6. Kolaboratif: Mampu Bekerja Sama dan Membangun Sinergi
Kolaboratif dalam materi bumn akhlak didefinisikan sebagai kemampuan dan kesediaan untuk bekerja sama dengan orang lain dan menciptakan hubungan yang harmonis dengan rekan kerja.
BUMN mengelola proyek besar yang mustahil dikerjakan sendirian. Tanpa kolaborasi, target sulit tercapai.
Nilai Kolaboratif menekankan:
- Teamwork yang solid.
- Komunikasi yang terbuka.
- Saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama.
Dalam seleksi, materi bumn akhlak tentang Kolaboratif sering diuji melalui:
- Pertanyaan tentang pengalaman kerja tim.
- Observasi saat group discussion atau FGD.
- Cara kamu menanggapi perbedaan pendapat dalam tim.
“Dalam sebuah lomba bisnis plan, tim saya terdiri dari orang-orang dengan latar belakang berbeda: ada yang kuat di keuangan, desain, dan presentasi. Saya mengambil peran sebagai koordinator, memastikan semua ide tertampung, membagi tugas sesuai kelebihan masing-masing, dan mengingatkan deadline. Kami tidak selalu sepakat, tapi saya selalu minta semua orang menyampaikan pendapat dulu sebelum memutuskan. Hasilnya, kami bisa menyusun proposal yang komprehensif dan lolos ke final.”
Jawaban ini menunjukkan bahwa kamu tidak hanya bisa bekerja sama, tetapi juga membantu menyatukan tim—inti dari nilai Kolaboratif dalam materi BUMN AKHLAK.

Cara Belajar dan Menghadapi Tes materi bumn akhlak Tanpa Minder dan Tanpa Hafalan Kaku
Setelah memahami makna setiap nilai, pertanyaan berikutnya adalah: bagaimana cara belajar materi BUMN AKHLAK secara efektif, terutama menjelang tes dan wawancara?
Di bagian ini, kita akan bahas strategi praktis yang bisa kamu terapkan, bahkan jika kamu baru pertama kali ikut rekrutmen BUMN.
1. Ubah Pola Pikir: Dari “Hafalan” Menjadi “Refleksi Diri”
Banyak peserta menganggap materi bumn akhlak sebagai materi hafalan: mengingat kepanjangan AKHLAK dan definisi masing-masing nilai. Padahal, yang dinilai justru seberapa jauh nilai-nilai itu tercermin dalam sikap dan keputusanmu.
Cobalah lakukan refleksi diri:
- Tuliskan enam nilai AKHLAK di kertas.
- Di bawah setiap nilai, tulis minimal dua pengalaman nyata yang pernah kamu alami (di kampus, organisasi, magang, kerja, atau kehidupan sehari-hari) yang mencerminkan nilai tersebut.
- Fokus pada format: situasi – tindakan – hasil. Misalnya: “Saat X terjadi, saya melakukan Y, dan hasilnya Z.”
Latihan ini akan sangat membantu saat menjawab pertanyaan wawancara terkait materi bumn akhlak, karena kamu sudah punya “bank cerita” yang siap dipakai.
2. Latihan Soal Studi Kasus: Pilih Jawaban yang Paling Selaras dengan AKHLAK
Dalam beberapa tryout dan tes, materi bumn akhlak muncul dalam bentuk soal situasional. Kamu diberi skenario, lalu diminta memilih tindakan yang paling tepat. Kuncinya adalah menimbang setiap opsi berdasarkan enam nilai AKHLAK, bukan hanya logika pribadi.
Contoh soal sederhana (ilustratif):
Kamu menemukan bahwa laporan yang akan dikirim ke atasan mengandung kesalahan angka yang bisa merugikan perusahaan, tetapi deadline tinggal 10 menit lagi. Apa yang kamu lakukan?
A. Mengirim laporan apa adanya karena tidak sempat mengoreksi, nanti saja diperbaiki jika ketahuan.
B. Mengoreksi sebisanya dalam waktu singkat, lalu mengirim laporan dengan catatan bahwa masih perlu pengecekan ulang.
C. Menunda pengiriman laporan tanpa memberi tahu atasan, sambil memperbaiki sampai benar-benar yakin.
D. Meminta rekan kerja menandatangani laporan dan mengirimkannya, agar jika ada masalah bukan tanggung jawabmu.
Jawaban yang paling selaras dengan materi bumn akhlak adalah B, karena:
- Amanah: berusaha memperbaiki kesalahan dan jujur menyampaikan bahwa laporan masih perlu pengecekan.
- Kompeten: berupaya memberikan kualitas terbaik dalam waktu yang ada.
- Kolaboratif dan Harmonis: tetap menjaga komunikasi dengan atasan melalui catatan.
Saat mengerjakan soal seperti ini, jangan terburu-buru. Baca skenario dengan tenang, lalu tanyakan pada diri sendiri: “Opsi mana yang paling mencerminkan Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif?”
3. Persiapan Wawancara: Tunjukkan AKHLAK Lewat Cerita, Bukan Slogan
Dalam wawancara, materi bumn akhlak biasanya digali melalui pertanyaan perilaku (behavioral questions). HR ingin tahu bagaimana kamu bertindak di situasi nyata, bukan seberapa indah kamu merangkai kata.
Beberapa tips praktis:
- Gunakan teknik STAR (Situation, Task, Action, Result) saat menjawab.
- Pilih cerita yang relevan dengan nilai AKHLAK: misalnya tentang kejujuran (Amanah), belajar hal baru (Kompeten), kerja tim (Kolaboratif), dan sebagainya.
- Hindari jawaban terlalu umum seperti “Saya orang yang jujur dan bertanggung jawab.” Lebih baik ceritakan satu kejadian konkret yang membuktikan hal itu.
Contoh jawaban STAR untuk nilai Adaptif dalam materi bumn akhlak:
- Situation: “Saat kuliah, tiba-tiba semua kelas dipindah ke online karena kebijakan baru.”
- Task: “Sebagai ketua kelompok, saya harus memastikan tugas kelompok tetap berjalan.”
- Action: “Saya menginisiasi pertemuan rutin via video call, membuat jadwal, dan membagi tugas jelas. Saya juga belajar menggunakan tools kolaborasi online.”
- Result: “Tugas kami selesai tepat waktu dan mendapat nilai A, meskipun awalnya semua anggota merasa kesulitan dengan sistem baru.”
Jawaban seperti ini jauh lebih meyakinkan daripada sekadar berkata, “Saya mudah beradaptasi.”
4. Kelola Rasa Gugup: Ingat, HR Mencari Manusia, Bukan Robot Sempurna
Banyak pejuang BUMN yang sebenarnya sudah paham materi bumn akhlak, tetapi gagal menunjukkan potensinya karena terlalu gugup saat wawancara.
Di sini, kamu perlu mengingat bahwa HR bukan mencari kandidat yang tidak pernah salah, melainkan yang mau belajar, jujur, dan bisa diajak bekerja sama.
Beberapa cara mengelola gugup:
- Latihan mock interview dengan teman atau mentor, khususnya untuk pertanyaan seputar nilai AKHLAK.
- Siapkan 6–10 cerita pengalaman yang bisa kamu gunakan untuk menjawab berbagai pertanyaan.
- Tarik napas dalam-dalam sebelum masuk ruangan, dan ingat bahwa kamu tidak sedang diadili, tetapi diajak berdialog.
Di tengah perjalanan belajar ini, jika kamu merasa butuh bimbingan lebih terstruktur—mulai dari materi bumn akhlak, latihan soal, sampai simulasi wawancara—kamu bisa mempertimbangkan ikut bimbingan belajar online dan tryout khusus rekrutmen BUMN yang memang dirancang sesuai format seleksi terbaru, sehingga persiapanmu lebih terarah dan tidak jalan sendiri.
Pada akhirnya, materi bumn akhlak bukanlah tembok yang menghalangi kamu masuk BUMN, tetapi justru jembatan yang bisa membuatmu menonjol di antara ribuan pelamar lain.
Kamu tidak perlu menjadi orang “sempurna” untuk lolos, yang dibutuhkan adalah kemauan untuk terus belajar, keberanian untuk jujur, dan kesiapan untuk bekerja bersama orang lain demi tujuan yang lebih besar.
Kalau selama ini kamu minder karena bukan lulusan kampus ternama atau belum punya pengalaman kerja panjang, ingat bahwa nilai AKHLAK bisa dibangun dari mana saja: dari cara kamu memegang amanah kecil, dari kesediaanmu belajar hal baru, dari caramu menghargai perbedaan, dan dari komitmenmu untuk tidak menyerah hanya karena prosesnya panjang.
Mulailah dengan memahami materi bumn akhlak secara utuh, lalu latih dirimu untuk menerapkannya dalam keseharian.
Ketika hari seleksi tiba, kamu tidak lagi sekadar menghafal singkatan AKHLAK, tetapi benar-benar datang sebagai sosok yang siap membawa AKHLAK ke dalam dunia kerja BUMN. Dan di situlah peluangmu untuk lolos menjadi jauh lebih besar.
Sumber Referensi
- GLINTS.COM – AKHLAK BUMN: Pengertian, Contoh, dan Cara Menerapkannya di Dunia Kerja
- ID.SCRIBD.COM – Pengertian Akhlak BUMN
- BRANTAS-ABIPRAYA.CO.ID – BUKU PANDUAN AKHLAK
- DEALLS.COM – AKHLAK BUMN: Pengertian, Tujuan, dan Contoh Penerapannya
- INFINITI.ID – AKHLAK BUMN: Panduan Lengkap Core Values BUMN
- DETIK.COM – Materi AKHLAK BUMN Lengkap dengan Contoh Soal dan Jawabannya
- REPOSITORY.UINSU.AC.ID – BUKU AKHLAK BUMN 2 MG
Testimoni jadiBUMN




Program Premium Bimbel jadiBUMN 2025
“Semakin sering latihan soal akan semakin terbiasa, semakin cepat, semakin teliti dan semakin tepat mengerjakan soal-soal Rekrutmen BUMN 2025 ” 🌟
Kunci sukses Tes Rekrutmen BUMN adalah membiasakan diri mengerjakan ribuan tipe soal Tes Rekrutmen BUMN seperti anak bayi yang belajar berjalan terasa berat diawal dan akan terbiasa bila terus dilatih hingga bisa berlari kencang.
📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi jadiBUMN: Temukan aplikasi jadiBUMN di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun jadiBUMN Anda melalui aplikasi atau situs web.
- Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
- Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELBUMN” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
- Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES163797”, masukkan untuk diskon tambahan.
- Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
- Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.





