Apa Saja Bentuk BUMN? Nggak Cuma Perusahaan Cari Untung!

Apa Saja Bentuk BUMN? Nggak Cuma Perusahaan Cari Untung!

Pertanyaannya, apa saja bentuk BUMN yang ada saat ini, dan bagaimana perbedaan fungsinya dalam mendukung perekonomian nasional?

Saat mendengar kata BUMN, yang terbayang mungkin hanya perusahaan besar milik negara seperti Pertamina atau PLN.

Tapi sebenarnya, bentuk BUMN di Indonesia jauh lebih beragam dan tidak selalu berupa perusahaan raksasa.

Mengetahui apa saja bentuk BUMN sangat penting, apalagi bagi kamu yang sedang mempertimbangkan karier di sektor ini atau sekadar ingin memahami peran negara dalam dunia usaha. Yuk, kita kupas lebih dalam!

Baca juga : Pegawai BUMN Kerja 4 Hari, Apakah Sudah Diterapkan?

Apa Saja Bentuk BUMN di Indonesia?

Secara hukum, bentuk BUMN di Indonesia saat ini terbagi menjadi dua jenis utama Perseroan Terbatas (Persero) dan Perusahaan Umum (Perum).

Keduanya diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara.

Perlu dicatat bahwa sebelumnya ada juga bentuk lain seperti Perusahaan Jawatan (Perjan) dan Perusahaan Negara (PN), tetapi kedua jenis ini sudah tidak diberlakukan lagi karena dinilai tidak relevan dengan dinamika ekonomi modern. Berikut diantaranya yakni:

1. Perseroan Terbatas (Persero)

Persero adalah bentuk BUMN yang paling umum dan paling dikenal masyarakat.

Secara struktur, Persero berbentuk perseroan terbatas atau PT, di mana sebagian besar sahamnya, minimal 51% dimiliki oleh negara.

Sisanya bisa dimiliki oleh pihak swasta, baik nasional maupun internasional, atau dijual ke publik melalui pasar modal.

Ciri utama dari Persero adalah orientasinya terhadap laba. Perusahaan-perusahaan ini dikelola secara profesional dengan tujuan untuk menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya.

Mereka bersaing di pasar seperti halnya perusahaan swasta, baik dari segi inovasi, efisiensi, hingga ekspansi bisnis.

Beberapa contoh Persero yang cukup populer di antaranya yakni PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Sebagian di antaranya sudah menjadi perusahaan terbuka (Tbk), artinya sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, meskipun pemerintah tetap menjadi pemegang saham mayoritas.

Tujuan utama dari bentuk ini adalah mendongkrak nilai perusahaan dan memberikan dividen kepada negara.

Namun, peran sosial juga tetap melekat pada Persero, terutama karena masih berada di bawah naungan negara.

Jadi meskipun berorientasi laba, perusahaan ini tetap memiliki tanggung jawab sosial dan strategis.

Baca juga : Ini Peran Bank Indonesia dalam Stabilitas Keuangan Nasional!

2. Perusahaan Umum (Perum)

Berbeda dengan Persero, Perum adalah BUMN yang sepenuhnya dimiliki oleh negara, dan tidak terbagi atas saham.

Artinya, tidak ada kepemilikan publik atau swasta dalam bentuk saham di Perum.

Fokus utama Perum bukanlah mencari keuntungan sebesar-besarnya, melainkan menyediakan layanan publik secara efisien dan terjangkau.

Meskipun tidak berorientasi laba, Perum tetap diharapkan dikelola secara profesional dan menghasilkan pendapatan yang cukup untuk membiayai operasionalnya sendiri.

Perusahaan ini biasanya bergerak di sektor-sektor yang sangat penting untuk masyarakat luas, seperti pangan, transportasi umum, atau jasa pencetakan dokumen negara.

Contoh Perum antara lain: Perum Bulog yang bertugas menjaga ketahanan pangan nasional, Perum Damri yang menyediakan layanan transportasi darat, Perum Peruri yang mencetak uang dan dokumen negara, serta Perum Perumnas yang bergerak di bidang penyediaan perumahan.

Perum menjadi ujung tombak negara dalam mewujudkan pelayanan publik yang merata dan adil. Keberadaan mereka sangat penting, khususnya di daerah-daerah terpencil yang belum dilirik oleh swasta karena dianggap tidak menguntungkan.

Perbedaan Fungsi dan Peran Kedua Bentuk BUMN

Perbedaan utama antara Persero dan Perum terletak pada tujuan pendirian dan struktur kepemilikan.

Persero bertujuan untuk menghasilkan laba dan bersaing di pasar, sementara Perum lebih fokus pada pelayanan masyarakat.

Namun, keduanya tetap berada dalam payung besar BUMN yang sama-sama berkontribusi pada perekonomian nasional.

Fungsi Persero:

  • Sebagai penggerak ekonomi nasional melalui inovasi dan ekspansi bisnis.
  • Memberikan kontribusi dalam bentuk dividen kepada negara.
  • Menciptakan lapangan kerja dan peluang karier di berbagai sektor.
  • Menjadi duta ekonomi Indonesia dalam persaingan global, terutama bagi yang sudah ekspor dan go public.

Fungsi Perum:

  • Memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat, seperti transportasi dan pangan.
  • Menjaga stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok.
  • Melaksanakan tugas-tugas strategis negara di bidang sosial dan ekonomi.
  • Menjangkau wilayah yang tidak tersentuh swasta karena alasan komersial.

Peran Strategis BUMN dalam Ekonomi Nasional

Baik Persero maupun Perum, keduanya memiliki peran vital dalam membangun fondasi ekonomi yang kuat dan berkelanjutan di Indonesia. Dalam konteks pembangunan nasional, kehadiran BUMN tidak bisa dipandang sebelah mata:

1. Agen Pembangunan Nasional

BUMN berinvestasi di berbagai sektor strategis seperti energi, telekomunikasi, infrastruktur, hingga pertahanan.

Ini dilakukan bukan semata-mata untuk profit, melainkan demi mendorong pemerataan pembangunan dan membuka akses ekonomi di berbagai daerah.

2. Penyeimbang Sektor Swasta

Dalam sistem ekonomi pasar, BUMN berfungsi sebagai penyeimbang. Mereka mencegah monopoli swasta atas sektor-sektor vital, sehingga kepentingan masyarakat luas tetap terlindungi.

3. Penghasil Devisa

BUMN yang bergerak di sektor ekspor seperti pertambangan, kelapa sawit, dan minyak, menjadi penyumbang devisa penting bagi negara. Pendapatan ini digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan.

4. Stabilisator Harga dan Kebutuhan Pokok

Khususnya untuk Perum seperti Bulog, peran sebagai stabilisator sangat krusial. Ketika harga beras naik atau pasokan langka, Bulog hadir untuk menstabilkan dengan intervensi pasar.

5. Pencipta Lapangan Kerja

BUMN menjadi tempat bernaung jutaan tenaga kerja Indonesia. Selain itu, mereka juga menciptakan efek berganda melalui kemitraan dengan UMKM dan sektor-sektor pendukung lainnya.

Transformasi dan Tantangan BUMN ke Depan

Meski memiliki peran strategis, BUMN juga tidak lepas dari tantangan. Beberapa BUMN pernah terseret dalam isu efisiensi, tumpang tindih kewenangan, bahkan korupsi.

Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong reformasi di tubuh BUMN agar semakin profesional, transparan, dan kompetitif.

Salah satu langkah strategis adalah membentuk holding BUMN.

Dengan sistem holding, beberapa perusahaan yang memiliki kesamaan sektor digabungkan di bawah satu induk perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.

Contohnya adalah Holding BUMN Pangan, Holding Industri Pertambangan, dan Holding BUMN Pariwisata.

Selain itu, digitalisasi juga menjadi tantangan sekaligus peluang. BUMN dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tetap relevan di era ekonomi digital.

Ini melibatkan transformasi layanan, peningkatan kualitas SDM, dan kemitraan strategis dengan sektor swasta maupun startup.

Memahami apa saja bentuk BUMN tidak hanya penting bagi mereka yang ingin bekerja di sektor ini, tetapi juga bagi setiap warga negara yang ingin tahu bagaimana negaranya bekerja untuk masyarakat.

BUMN di Indonesia saat ini terbagi menjadi dua bentuk utama: Persero, yang berorientasi pada profit dan efisiensi bisnis; serta Perum, yang mengedepankan pelayanan publik dan stabilitas ekonomi.

Masing-masing bentuk memiliki fungsi, peran, dan tantangan tersendiri, namun keduanya sama-sama menjadi fondasi penting dalam mendorong pembangunan nasional dan kesejahteraan rakyat.

Dengan terus melakukan reformasi dan adaptasi terhadap perubahan zaman, BUMN diharapkan mampu menjadi pemain utama di panggung ekonomi global tanpa melupakan jati dirinya sebagai pelayan bangsa.

Persaingan Tes BUMN Ketat Banget! Yuk, persiapkan diri dari sekarang bersama bimbel JadiBUMN biar kamu bukan cuma siap, tapi unggul!

Referensi

  • https://www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/baca/12946/Raksasa-Itu-Bernama-BUMN.html
  • https://jadibumn.id/jelaskan-bentuk-bentuk-bumn/
  • https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-bumn/
  • https://money.kompas.com/read/2023/03/10/150902126/perbedaan-perum-dan-persero-pada-bumn

Testimoni jadiBUMN

Slide
previous arrow
next arrow

Program Premium Bimbel jadiBUMN 2025

Semakin sering latihan soal akan semakin terbiasa, semakin cepat, semakin teliti dan semakin tepat mengerjakan soal-soal Rekrutmen BUMN 2025 ” 🌟

Kunci sukses Tes Rekrutmen BUMN adalah membiasakan diri mengerjakan ribuan tipe soal Tes Rekrutmen BUMN seperti anak bayi yang belajar berjalan terasa berat diawal dan akan terbiasa bila terus dilatih hingga bisa berlari kencang.

CURI START BIMBEL PERSIAPAN TES REKRUTMEN BERSAMA BUMN 2026
CURI START BIMBEL PERSIAPAN TES REKRUTMEN BERSAMA BUMN 2026
previous arrow
next arrow

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi jadiBUMN: Temukan aplikasi jadiBUMN di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
  2. Masuk ke Akun Anda: Login ke akun jadiBUMN Anda melalui aplikasi atau situs web.
  3. Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
  4. Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “AMBISBUMN” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
  5. Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES163797”, masukkan untuk diskon tambahan.
  6. Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
  7. Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.

Mau berlatih Soal-soal Rekrutmen BUMN? Ayoo segera gabung sekarang juga!! GRATISSS

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *