Bonus BUMN Dihapus – Kebijakan baru ini sempat bikin heboh, terutama di kalangan pencari kerja yang selama ini mengincar BUMN karena dianggap “zona nyaman” dengan gaji, tunjangan, dan bonus yang menggiurkan.
Banyak yang langsung panik: “Kalau bonus komisaris dan tantiem direksi dipangkas, jangan-jangan kerja di BUMN sudah tidak se-enak dulu?”
Nah, di tengah proses seleksi dan rekrutmen BUMN yang makin ketat, kamu sebagai pejuang BUMN justru perlu memahami perubahan ini secara jernih.
Bukan cuma soal uang, tapi juga soal arah kebijakan negara, budaya kerja baru, dan bagaimana kamu bisa memposisikan diri sebagai kandidat yang relevan dengan era pasca bonus bumn dihapus.
Kabar bahwa bonus bumn dihapus bukan sekadar gosip. Ini adalah bagian dari kebijakan resmi Presiden Prabowo Subianto yang mengubah sistem tantiem di BUMN mulai 2025. Di satu sisi, komisaris tidak lagi menikmati bonus tahunan jumbo.
Di sisi lain, tantiem direksi diperketat dan hanya boleh diberikan jika keuntungan perusahaan benar-benar nyata, bukan hasil rekayasa laporan keuangan.
Buat kamu yang sedang atau akan ikut rekrutmen BUMN, memahami konteks ini penting banget: kamu sedang melamar ke ekosistem yang sedang “dibersihkan” dan diarahkan menjadi lebih profesional, transparan, dan berorientasi kinerja.
Lalu, apa artinya semua ini buat kamu sebagai calon pegawai BUMN? Apakah masih layak diperjuangkan? Bagaimana dampaknya ke gaji, bonus karyawan, dan peluang kariermu?
Yuk kita kupas pelan-pelan, dengan bahasa yang santai tapi tetap tajam, supaya kamu tidak minder menghadapi ribuan pesaing dan justru bisa memanfaatkan momentum bonus bumn dihapus ini sebagai keunggulanmu di mata HRD BUMN.

Apa Sebenarnya yang Dihapus Saat Bonus BUMN Dihapus?
Sebelum ikut-ikutan panik, kamu perlu paham dulu: apa sih yang dimaksud ketika orang bilang bonus bumn dihapus? Apakah semua bonus di BUMN hilang? Apakah karyawan biasa tidak akan dapat insentif lagi? Jawabannya: tidak sesederhana itu.
Mengenal Tantiem: Bonus Tahunan Kelas “Atas”
Selama ini, istilah yang sering dipakai di BUMN untuk bonus tahunan bagi jajaran puncak adalah tantiem.
Tantiem adalah bentuk penghargaan tahunan yang diberikan kepada direksi, komisaris, atau dewan pengawas BUMN.
Sumbernya biasanya dari laba bersih setelah pajak atau dari peningkatan kinerja perusahaan. Menariknya, dalam praktik lama, tantiem bisa saja tetap cair meskipun perusahaan secara akumulatif masih menanggung kerugian, selama ada indikator “peningkatan kinerja” tertentu.
Secara regulasi, pengertian tantiem diatur dalam Peraturan Menteri BUMN, misalnya No. 02/2009 dan PER-3/MBU/03/2023. Di sana, tantiem didefinisikan sebagai insentif yang diberikan jika BUMN mencatatkan laba atau ada peningkatan kinerja tanpa akumulasi kerugian.
Namun, dalam praktik di lapangan, syarat ini sering dinilai terlalu longgar dan membuka ruang “akal-akalan”.
Struktur pembagiannya pun cukup tajam. Direktur utama bisa mendapatkan tantiem hingga 100% dari nilai tertentu yang ditetapkan, sedangkan komisaris utama sekitar 40%.
Angka-angka ini bukan kecil, apalagi jika kita bicara BUMN besar atau bank BUMN yang laba bersihnya triliunan rupiah.
Tidak heran, publik sering kaget ketika mendengar kabar bonus komisaris BUMN yang bisa mencapai puluhan miliar rupiah per tahun.
Secara etimologis, kata “tantiem” sendiri berasal dari bahasa Prancis “tantième” yang berarti persentase keuntungan.
Jadi, sejak awal, konsepnya memang “bagi-bagi kue” dari laba perusahaan kepada pengelola puncak.
Kenapa Bonus BUMN Dihapus Jadi Isu Besar?
Masalahnya muncul ketika sistem tantiem ini berjalan di tengah kinerja BUMN yang tidak selalu cemerlang. Ada beberapa kritik yang sering dilontarkan:
- Komisaris dan direksi tetap mendapat bonus besar meski kinerja perusahaan pas-pasan, bahkan ada yang masih menanggung kerugian.
- Ada praktik window dressing, yaitu “mempercantik” laporan keuangan agar terlihat bagus di atas kertas, sehingga memenuhi syarat pencairan tantiem.
- Terkesan ada negosiasi antara pemilik (negara) dan manajemen untuk tetap memberikan bonus, meski kontribusi nyata ke negara belum optimal.
Di sinilah Presiden Prabowo masuk. Dalam berbagai kesempatan, termasuk pidato Nota Keuangan dan RUU APBN 2025/2026, beliau menyebut tantiem sebagai “akal-akalan” yang merugikan negara.
Menurutnya, keuntungan BUMN harus real, bukan hasil kebohongan atau rekayasa. Beliau bahkan menegaskan, kalau ada yang keberatan dengan kebijakan ini, silakan mundur.
Kebijakan bonus bumn dihapus kemudian diterjemahkan lebih teknis melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Rosan Roeslani, sebagai pimpinan Danantara, menjelaskan bahwa:
- Tantiem untuk komisaris BUMN dihapus total.
- Tantiem untuk direksi tetap ada, tetapi hanya boleh diberikan jika keuntungan perusahaan benar-benar berasal dari operasional nyata, bukan dari trik akuntansi.
Artinya, bonus bumn dihapus di sini lebih tepat dipahami sebagai penghapusan dan pengetatan sistem tantiem untuk level komisaris dan direksi, bukan penghapusan semua bentuk bonus di BUMN.
Baca Juga: Gaji PLN BUMN 2025 Berapa Rahasia Fresh Graduate Bisa Nabung Rumah!
Setelah Bonus BUMN Dihapus: Apa yang Berubah di BUMN?
Sekarang, mari kita bedah perubahan kebijakan ini secara lebih sistematis, supaya kamu bisa melihat gambaran besar dan dampaknya terhadap ekosistem kerja BUMN yang akan kamu masuki.
1. Komisaris: Dari “Kursi Empuk” ke Kursi yang Lebih Ketat
Sebelum bonus bumn dihapus, posisi komisaris di BUMN sering dipersepsikan sebagai kursi yang sangat nyaman: gaji tinggi, fasilitas lengkap, dan tantiem besar, sementara beban kerja tidak seberat direksi.
Dalam beberapa kasus, jumlah komisaris di satu BUMN bisa cukup banyak, sehingga beban biaya untuk negara juga membengkak.
Setelah kebijakan baru:
- Tantiem komisaris dihapus total. Tidak ada lagi bonus tahunan puluhan miliar rupiah untuk komisaris.
- Jumlah komisaris akan dipangkas, dengan batas maksimal sekitar 6 orang, dan idealnya hanya 4–5 orang per BUMN.
Bagi kamu sebagai calon pegawai, ini punya dua makna penting:
- Negara sedang berusaha memangkas biaya yang tidak produktif dan mengurangi “kursi-kursi politik” yang hanya membebani keuangan BUMN.
- Fungsi pengawasan komisaris diharapkan menjadi lebih profesional, karena mereka tidak lagi fokus pada bonus besar, tetapi pada integritas dan tata kelola.
2. Direksi: Bonus Tetap Ada, tapi Harus “Berdarah”
Untuk direksi, bonus bumn dihapus bukan berarti mereka tidak akan mendapat insentif sama sekali. Namun, syaratnya diperketat:
- Tantiem hanya boleh diberikan jika perusahaan benar-benar untung dari kegiatan operasional yang nyata.
- Tidak boleh lagi ada rekayasa akuntansi atau window dressing untuk sekadar memenuhi syarat bonus.
- Evaluasi kinerja direksi akan lebih ketat, termasuk oleh Danantara dan DPR.
Ini mengirim sinyal kuat: era “gaji besar, bonus besar, tapi kinerja biasa saja” sudah selesai. Direksi harus benar-benar bekerja keras menghasilkan nilai tambah bagi negara.
Bagi kamu yang bercita-cita naik jenjang karier sampai level manajerial tinggi atau bahkan direksi BUMN suatu hari nanti, ini berarti:
- Kariermu akan sangat ditentukan oleh kinerja nyata, bukan sekadar kedekatan politik atau jaringan.
- Sistem pay for performance akan semakin dominan, sehingga kamu yang punya kompetensi dan integritas punya peluang lebih besar untuk naik.
3. Karyawan Biasa: Bonus Masih Ada, Moral Tetap Dijaga
Bagian ini yang paling sering disalahpahami. bonus bumn dihapus tidak berarti bonus untuk karyawan level staf, officer, atau manajer menengah ikut lenyap. Justru, dalam skema baru, pemerintah menegaskan bahwa:
- Skema tantiem untuk komisaris dihapus, dan untuk direksi diperketat.
- Namun, bonus karyawan tetap dipertahankan untuk menjaga moral dan motivasi kerja.
Artinya, kamu sebagai calon pegawai BUMN masih punya peluang menikmati bonus tahunan, insentif kinerja, dan berbagai tunjangan, selama perusahaan mencatatkan kinerja yang baik.
Hanya saja, struktur bonus akan lebih adil: porsi yang dulu “menggelembung” di level atas akan lebih dikendalikan, sehingga ruang untuk penguatan modal BUMN dan kesejahteraan karyawan bisa lebih besar.
4. Penghematan dan Arah Baru BUMN
Salah satu dampak langsung dari bonus bumn dihapus adalah penghematan ratusan miliar rupiah per tahun. Dana ini tidak hilang, tetapi dialihkan ke:
- Penambahan modal BUMN agar lebih kuat bersaing.
- Program sosial atau pembangunan yang lebih langsung dirasakan masyarakat.
Bagi kamu, ini berarti:
- BUMN diarahkan menjadi perusahaan yang benar-benar produktif, bukan sekadar “tempat parkir” jabatan.
- Lingkungan kerja ke depan akan lebih menuntut profesionalisme, efisiensi, dan kontribusi nyata.
Di titik ini, mungkin kamu mulai sadar: bonus bumn dihapus bukan kabar buruk untuk pejuang BUMN. Justru ini adalah “filter” yang membuat BUMN semakin mirip perusahaan modern yang sehat, di mana orang yang kompeten dan mau bekerja keras akan lebih dihargai.
Dampak Bonus BUMN Dihapus untuk Pejuang Rekrutmen: Ancaman atau Peluang?
Sekarang kita fokus ke kamu: orang yang sedang mempersiapkan diri menghadapi seleksi BUMN. Apa saja dampak praktis dari bonus bumn dihapus terhadap perjalananmu?
1. BUMN Makin Selektif: HRD Cari Orang yang “Nyambung” dengan Era Baru
Dengan bonus bumn dihapus dan sistem pay for performance diperkuat, HRD BUMN akan semakin mencari kandidat yang:
- Paham bahwa BUMN bukan lagi sekadar “tempat aman” dengan gaji tetap, tapi perusahaan yang dituntut menghasilkan keuntungan nyata.
- Punya mindset kinerja: mau belajar, mau berkontribusi, dan tidak alergi target.
- Menjunjung tinggi integritas, karena rekayasa laporan dan “akal-akalan” sudah jadi musuh utama.
Dalam wawancara, kamu bisa memanfaatkan isu bonus bumn dihapus sebagai bahan untuk menunjukkan kedewasaan berpikir. Misalnya, ketika ditanya:
“Kenapa kamu tertarik kerja di BUMN?”
Alih-alih menjawab klise seperti “karena stabil dan banyak tunjangan”, kamu bisa bilang:
“Saya melihat BUMN sekarang sedang bertransformasi, apalagi dengan kebijakan bonus bumn dihapus untuk komisaris dan pengetatan tantiem direksi. Itu menunjukkan BUMN ingin lebih transparan dan berorientasi kinerja. Saya ingin jadi bagian dari generasi baru pegawai BUMN yang benar-benar berkontribusi ke negara, bukan sekadar numpang aman.”
Jawaban seperti ini menunjukkan kamu mengikuti isu terkini, paham konteks, dan punya nilai yang sejalan dengan arah kebijakan.
2. Motivasi: Jangan Lagi Hanya Kejar “Gaji dan Bonus”
Sebagai Supportive Mentor, aku perlu jujur: kalau motivasimu hanya “gaji besar, bonus banyak, kerja santai”, maka bonus bumn dihapus adalah wake up call. BUMN ke depan akan:
- Lebih menuntut produktivitas.
- Lebih transparan dalam mengukur kinerja.
- Lebih ketat dalam memberi reward.
Tapi ini bukan kabar buruk. Justru ini kesempatan buat kamu yang:
- Punya kemampuan teknis dan soft skill yang kuat.
- Tidak takut bersaing secara sehat.
- Ingin karier jangka panjang yang bermakna.
Kamu tidak perlu minder dengan ribuan pesaing. Banyak pelamar datang hanya dengan harapan “enak-enakan” tanpa benar-benar siap bekerja keras.
Dengan memahami konteks bonus bumn dihapus dan transformasi BUMN, kamu sudah satu langkah di depan.
3. Bonus Karyawan: Masih Ada, tapi Lebih “Fair”
Kamu mungkin bertanya: “Kalau bonus bumn dihapus untuk komisaris, apakah bonus untuk pegawai akan naik?” Jawabannya tidak bisa dipastikan sekarang, tapi logikanya:
- Beban biaya untuk bonus komisaris dan tantiem direksi yang dulu sangat besar kini berkurang.
- Ruang fiskal BUMN untuk memperkuat modal dan menata ulang skema remunerasi jadi lebih luas.
Dalam jangka panjang, jika BUMN makin sehat dan untungnya stabil, peluang untuk mendapatkan bonus karyawan yang lebih baik tentu terbuka.
Namun, kuncinya tetap sama: kinerja. Jadi, fokuslah mempersiapkan diri agar bisa berkontribusi nyata ketika sudah diterima.
Sebagai jembatan, kalau kamu ingin benar-benar siap menghadapi seleksi BUMN di era bonus bumn dihapus ini, ikut bimbingan belajar online dan tryout khusus BUMN bisa jadi langkah cerdas untuk mengasah kemampuan teknis dan memahami konteks terbaru rekrutmen.

Strategi Lolos Seleksi BUMN di Era bonus bumn dihapus
Sekarang kita masuk ke bagian praktis: apa yang bisa kamu lakukan supaya tetap kompetitif dan tidak kalah mental di tengah perubahan besar ini?
1. Kuasai Isu, Bukan Hanya Soal
Banyak pejuang BUMN hanya fokus pada latihan soal TKD, TIU, atau TPA, tapi lupa bahwa BUMN adalah institusi publik yang sangat dipengaruhi kebijakan pemerintah. Dengan bonus bumn dihapus, kamu perlu:
- Mengikuti berita dan analisis tentang BUMN, terutama soal tata kelola, kinerja, dan kebijakan baru.
- Memahami istilah-istilah seperti tantiem, window dressing, pay for performance, dan peran Danantara.
- Mampu mengaitkan isu-isu ini dengan motivasi dan visi pribadimu saat wawancara.
Contoh konkret: ketika ada sesi wawancara yang menyinggung integritas, kamu bisa mengaitkan dengan pandanganmu tentang penghapusan tantiem komisaris:
“Menurut saya, penghapusan tantiem komisaris dan pengetatan bonus direksi adalah langkah penting untuk mendorong integritas di BUMN. Kalau saya diterima, saya ingin bekerja dengan standar yang sama: hasil kerja saya harus bisa dipertanggungjawabkan secara nyata, bukan sekadar angka di atas kertas.”
Jawaban seperti ini menunjukkan kedewasaan dan keselarasan nilai dengan arah reformasi BUMN.
2. Latih Mental: Dari “Cari Aman” ke “Siap Berkontribusi”
bonus bumn dihapus adalah sinyal bahwa BUMN tidak lagi ingin jadi tempat “cari aman” bagi orang yang hanya mengejar status PNS-like. Kamu perlu menggeser mindset:
- Dari: “Yang penting masuk dulu, nanti kerja bisa santai.”
- Menjadi: “Saya ingin masuk karena saya siap bekerja keras dan memberi dampak.”
Untuk mengatasi rasa minder dan gugup menghadapi HRD BUMN:
- Kenali kekuatanmu sendiri. Tulis 3–5 hal yang kamu kuasai (misalnya: analisis data, komunikasi, teamwork) dan siapkan contoh konkret pengalamanmu.
- Latihan simulasi wawancara. Minta teman atau mentor untuk mewawancarai kamu dengan pertanyaan seputar motivasi, integritas, dan pengetahuan tentang BUMN.
- Gunakan isu bonus bumn dihapus sebagai bahan dialog. Ketika ditanya, “Apa pendapatmu tentang BUMN saat ini?”, kamu bisa menjawab dengan mengaitkan ke kebijakan ini dan bagaimana kamu melihatnya sebagai peluang untuk berkarier di lingkungan yang lebih bersih.
Semakin sering kamu melatih diri berbicara tentang isu ini, semakin kecil rasa gugupmu di depan HRD.
3. Tunjukkan Authenticity: Jadi Diri Sendiri, Bukan “Mesin Jawaban”
Sebagai Supportive Mentor, aku ingin menekankan: HRD BUMN bukan hanya mencari orang yang pintar menjawab, tapi juga yang autentik. Di era bonus bumn dihapus, integritas dan kejujuran jadi nilai utama. Jadi:
- Jangan menghafal jawaban template dari internet mentah-mentah.
- Ceritakan pengalamanmu apa adanya, termasuk kegagalan yang kamu pelajari.
- Kalau kamu belum terlalu paham detail teknis kebijakan, jujur saja, tapi tunjukkan bahwa kamu mau belajar.
Contoh jawaban jujur tapi kuat:
“Saya belum mendalami semua detail teknis kebijakan bonus bumn dihapus, tapi dari yang saya baca, saya melihat ini sebagai upaya pemerintah untuk membuat BUMN lebih sehat dan adil. Itu membuat saya semakin tertarik, karena saya ingin bekerja di tempat yang serius memperbaiki tata kelola.”
Jawaban seperti ini jauh lebih baik daripada mengarang detail yang kamu sendiri tidak yakin.
4. Manfaatkan Tryout dan Kelas Live sebagai “Simulasi Medan Tempur”
Persaingan BUMN memang ketat, tapi bisa kamu dekati secara sistematis. Selain memahami konteks bonus bumn dihapus, kamu tetap harus kuat di:
- Tes kemampuan dasar (numerik, verbal, logika).
- Tes kepribadian dan nilai-nilai AKHLAK BUMN.
- Wawancara dan FGD (Focus Group Discussion).
Mengikuti tryout khusus BUMN dan live class yang membahas soal-soal terkini plus update kebijakan seperti bonus bumn dihapus akan membantumu:
- Mengukur posisi kamu dibanding pesaing lain.
- Mengetahui tipe soal yang sering keluar.
- Mendapat insight dari mentor yang paham dunia BUMN dari dalam.
Dengan kombinasi pemahaman isu dan penguasaan teknis tes, kamu tidak hanya siap “masuk BUMN”, tapi juga siap bertahan dan berkembang di dalamnya.
Pada akhirnya, bonus bumn dihapus bukanlah akhir dari cerita “kerja enak di BUMN”, melainkan awal dari babak baru BUMN yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi kinerja.
Buat kamu yang benar-benar serius ingin berkontribusi untuk negara lewat BUMN, ini justru kabar baik: ruang untuk orang-orang yang hanya mengejar bonus besar tanpa kinerja akan semakin sempit, sementara peluang untuk talenta muda yang kompeten dan berintegritas akan semakin terbuka.
Jadi, jangan biarkan berita bonus bumn dihapus membuatmu ciut nyali. Jadikan ini pemicu untuk meng-upgrade cara berpikirmu: dari sekadar “pencari kerja” menjadi “calon profesional BUMN” yang paham konteks, siap bekerja keras, dan bangga dengan integritas.
Mulailah dengan memperkuat pemahamanmu tentang BUMN, latihan soal dan tryout secara konsisten, serta melatih kemampuan komunikasi dan mental saat wawancara.
Kursi BUMN memang tidak mudah didapat, tapi bukan berarti mustahil. Dengan persiapan yang tepat dan mindset yang selaras dengan era baru pasca bonus bumn dihapus, kamu punya peluang nyata untuk duduk di sana dan membangun karier jangka panjang yang membanggakan.
Sumber Referensi
- FAHUM.UMSU.AC.ID – Pengertian Tantiem, Sistem Bonus BUMN yang Dihapus Prabowo karena Dinilai Merugikan Negara
- NASIONAL.KONTAN.CO.ID – Prabowo hapus tantiem BUMN, komisaris tak lagi dapat bonus puluhan miliar
- CNBCINDONESIA.COM – Siap Dihapus Prabowo, Apa Itu Tantiem di BUMN?
- DETIK.COM – Apa Itu Tantiem BUMN? Ini Pengertian, Syarat Pencairan, dan Besarannya
- METROTVNEWS.COM – Apa Itu Tantiem Komisaris yang Akan Dihapus Prabowo dari BUMN
- JAMBILINK.ID – Prabowo Sentil Tantiem Akal-akalan Komisaris BUMN, Bonus Jumbo Kinerja Pas-pasan
- SUARASURABAYA.NET – Puan Maharani Senada dengan Presiden Soal Penghapusan Bonus bagi Komisaris BUMN
Testimoni jadiBUMN




Program Premium Bimbel jadiBUMN 2025
“Semakin sering latihan soal akan semakin terbiasa, semakin cepat, semakin teliti dan semakin tepat mengerjakan soal-soal Rekrutmen BUMN 2025 ” 🌟
Kunci sukses Tes Rekrutmen BUMN adalah membiasakan diri mengerjakan ribuan tipe soal Tes Rekrutmen BUMN seperti anak bayi yang belajar berjalan terasa berat diawal dan akan terbiasa bila terus dilatih hingga bisa berlari kencang.
📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi jadiBUMN: Temukan aplikasi jadiBUMN di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun jadiBUMN Anda melalui aplikasi atau situs web.
- Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
- Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELBUMN” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
- Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES163797”, masukkan untuk diskon tambahan.
- Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
- Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.




