Budaya AKHLAK BUMN – lahir sebagai upaya membangun sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga berkarakter dan berintegritas.
Sebagai pilar ekonomi nasional, BUMN memegang tanggung jawab besar dalam memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara. Karena itu, Menteri BUMN Erick Thohir menekankan pentingnya perubahan budaya kerja yang menanamkan nilai-nilai moral dan etika.
Langkah ini diwujudkan dengan lahirnya nilai AKHLAK, akronim dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif, yang ditetapkan melalui Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-7/MBU/07/2020.
Sejak saat itu, AKHLAK menjadi identitas tunggal seluruh BUMN di Indonesia dan menjadi pedoman sikap, perilaku, serta keputusan setiap pegawai.
Makna Nilai-Nilai AKHLAK

Nilai-nilai AKHLAK bukan hanya pedoman kerja, tapi juga cara berpikir dan bersikap bagi insan BUMN. Enam nilai utama ini menjadi pondasi moral dalam menjalankan tugas negara.
1. Amanah
Pegawai BUMN harus mampu menjaga kepercayaan publik. Amanah berarti bekerja dengan jujur, bertanggung jawab, dan memegang teguh prinsip etika. Sikap ini membangun reputasi positif BUMN sebagai institusi yang dapat dipercaya.
2. Kompeten
Nilai kompeten menuntut setiap insan BUMN untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan. Pegawai diharapkan tangguh menghadapi perubahan dan mampu memberikan hasil terbaik melalui keahlian profesional.
3. Harmonis
Harmonis berarti menghargai perbedaan dan membangun lingkungan kerja yang saling mendukung. Di tengah keberagaman, insan BUMN diharapkan mampu menciptakan suasana kerja yang inklusif dan produktif.
4. Loyal
Loyalitas tidak hanya kepada perusahaan, tetapi juga kepada bangsa dan negara. Pegawai BUMN harus menjaga nama baik institusi dan selalu menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi.
5. Adaptif
Era digital menuntut setiap pegawai untuk tanggap terhadap perubahan. Nilai adaptif mendorong insan BUMN untuk berpikir inovatif dan terbuka terhadap cara kerja baru yang lebih efisien.
6. Kolaboratif
Kerja sama adalah kunci kesuksesan BUMN. Dengan kolaborasi, setiap individu dan unit kerja dapat bersinergi menciptakan nilai tambah bagi perusahaan dan masyarakat.
Tujuan Diterapkannya Budaya AKHLAK
Sebelum adanya AKHLAK, setiap BUMN memiliki budaya dan nilai yang berbeda. Hal ini menyulitkan terciptanya keseragaman dan sinergi antarperusahaan.
Budaya AKHLAK hadir untuk menyatukan seluruh insan BUMN di bawah nilai yang sama. Tujuannya antara lain:
- Menjadi identitas bersama seluruh pegawai BUMN.
- Membentuk SDM berintegritas dan profesional.
- Meningkatkan kepercayaan publik terhadap perusahaan negara.
- Menjadi panduan etika kerja dalam menghadapi perubahan dan tantangan global.
Dengan nilai AKHLAK, setiap pegawai BUMN memiliki arah yang jelas: bekerja bukan hanya untuk hasil, tapi juga untuk kemaslahatan bangsa.
Langkah Nyata Implementasi AKHLAK
Kementerian BUMN dan Forum Human Capital Indonesia (FHCI) melaksanakan penerapan budaya AKHLAK secara menyeluruh melalui tiga tahap: internalisasi, pembiasaan, dan pengukuran.
- Internalisasi Nilai
Sosialisasi dilakukan lewat pelatihan, seminar, dan program komunikasi internal. Kementerian juga menerbitkan buku “AKHLAK Culture Journey” sebagai panduan implementasi di seluruh BUMN. - Pembiasaan dalam Proses Kerja
Nilai AKHLAK diintegrasikan ke dalam sistem manajemen SDM. Proses rekrutmen, penilaian kinerja, hingga promosi jabatan kini mempertimbangkan sejauh mana nilai-nilai tersebut diterapkan. Contohnya, dalam Rekrutmen Bersama BUMN (RBB), peserta wajib mengikuti Tes AKHLAK untuk menilai kesesuaian perilaku dengan budaya BUMN. - Pengukuran dan Evaluasi
Setiap BUMN diwajibkan melakukan survei budaya (culture index) untuk mengukur tingkat penerapan AKHLAK. Hasil survei digunakan sebagai dasar pembinaan dan peningkatan budaya perusahaan.
Hasil dan Dampak Positif AKHLAK

Sejak diterapkan, budaya AKHLAK terbukti membawa dampak nyata bagi perusahaan negara. Berdasarkan laporan Kementerian BUMN, implementasi nilai-nilai AKHLAK telah:
- Meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja.
- Memperkuat kepercayaan publik karena pegawai menunjukkan perilaku yang lebih profesional dan transparan.
- Mendorong inovasi dan transformasi digital, terutama pada BUMN di sektor energi, telekomunikasi, dan transportasi.
- Meningkatkan kepuasan kerja karena lingkungan kerja menjadi lebih terbuka dan kolaboratif.
Beberapa perusahaan seperti PT Telkom Indonesia, PT Pertamina, dan PT Jasa Marga telah menjadikan AKHLAK sebagai bagian dari Key Performance Indicator (KPI) dan budaya kepemimpinan.
Tantangan dalam Penerapan AKHLAK
Walau hasilnya positif, masih ada sejumlah tantangan di lapangan.
Beberapa pegawai belum sepenuhnya memahami makna nilai AKHLAK, sehingga penerapannya kadang hanya bersifat formalitas. Selain itu, budaya lama yang birokratis dan kurang fleksibel masih menjadi hambatan.
Untuk mengatasinya, Kementerian BUMN mendorong tiga hal utama:
- Keteladanan pimpinan. Budaya dimulai dari atas; pimpinan harus menjadi contoh nyata penerapan nilai AKHLAK.
- Pelatihan berkelanjutan. Setiap pegawai perlu dibimbing untuk menginternalisasi nilai AKHLAK dalam pekerjaan sehari-hari.
- Evaluasi dan penghargaan. BUMN perlu memberikan apresiasi bagi pegawai atau unit kerja yang berhasil menerapkan nilai AKHLAK dengan baik.
Peran Pemimpin dalam Menjadi Teladan AKHLAK
Pemimpin adalah kunci keberhasilan budaya. Nilai AKHLAK hanya dapat hidup jika ditunjukkan langsung oleh para pimpinan perusahaan.
- Pemimpin yang Amanah memberi contoh integritas.
- Pemimpin yang Kompeten menginspirasi semangat belajar.
- Pemimpin yang Harmonis menciptakan suasana kerja nyaman.
- Pemimpin yang Loyal menumbuhkan rasa bangga terhadap institusi.
- Pemimpin yang Adaptif menjadi motor inovasi.
- Dan pemimpin yang Kolaboratif memperkuat kerja sama lintas unit.
Dengan keteladanan tersebut, budaya AKHLAK akan tumbuh secara alami di seluruh tingkatan organisasi.
AKHLAK dan Profesionalisme Pegawai BUMN
Budaya AKHLAK berperan langsung dalam membentuk profesionalisme pegawai.
Profesionalisme bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga soal karakter dan sikap kerja.
Nilai Kompeten dan Adaptif membangun kemampuan dan ketangguhan.
Nilai Amanah dan Loyal memastikan pekerjaan dilakukan dengan integritas.
Sementara Harmonis dan Kolaboratif menumbuhkan semangat kerja tim yang efektif.
Dengan menerapkan nilai-nilai ini secara konsisten, pegawai BUMN tidak hanya menjadi pekerja profesional, tetapi juga representasi nilai luhur bangsa di sektor ekonomi negara.
Budaya AKHLAK BUMN menjadi dasar pembentukan karakter dan profesionalisme pegawai di lingkungan BUMN.
Melalui nilai-nilai Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif, BUMN terus mendorong terciptanya kinerja yang berintegritas dan berdaya saing. Dengan penerapan budaya ini secara konsisten, BUMN dapat menjadi teladan dalam etika kerja serta berperan aktif mendukung kemajuan ekonomi nasional.
Program Premium Bimbel jadiBUMN 2025
“Semakin sering latihan soal akan semakin terbiasa, semakin cepat, semakin teliti dan semakin tepat mengerjakan soal-soal Rekrutmen BUMN 2025 ” 🌟
Kunci sukses Tes Rekrutmen BUMN adalah membiasakan diri mengerjakan ribuan tipe soal Tes Rekrutmen BUMN seperti anak bayi yang belajar berjalan terasa berat diawal dan akan terbiasa bila terus dilatih hingga bisa berlari kencang.


📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi jadiBUMN: Temukan aplikasi jadiBUMN di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun jadiBUMN Anda melalui aplikasi atau situs web.
- Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
- Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELBUMN” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
- Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES163797”, masukkan untuk diskon tambahan.
- Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
- Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.



