Kisi kisi tes PLN : Banyak Gagal di Psikotes? Baca Ini!

kisi kisi tes pln

Kisi kisi tes PLN – menjadi salah satu kata kunci paling banyak dicari pejuang BUMN menjelang pembukaan rekrutmen PLN Group, terutama setelah rekrutmen PLN 2025 dan seleksi CASN/BUMN beberapa tahun terakhir. Hal ini wajar, mengingat PLN masih menjadi tujuan favorit pencari kerja yang menginginkan karier stabil, jenjang jelas, serta kontribusi nyata bagi masyarakat melalui penyediaan listrik nasional.

Seleksi PLN dikenal ketat dan berlapis, mulai dari administrasi, TPA/GAT, psikotes, hingga tes kesehatan dan wawancara. Banyak pelamar gugur bukan karena kurang mampu, melainkan karena tidak memahami pola soal dan alur seleksi sejak awal.

Oleh karena itu, memahami kisi kisi tes PLN adalah langkah strategis. Dengan mengetahui jenis tes, contoh soal, dan pola penilaian, kamu bisa menyusun strategi belajar yang tepat, mengatur waktu ujian, dan mengurangi rasa cemas menjelang hari H.

Perlu dicatat, kisi-kisi ini bukan rilis resmi PLN, melainkan rangkuman dari pengalaman peserta, dokumen latihan, dan berbagai sumber pembahasan rekrutmen PLN. Meski demikian, pola yang disajikan cukup representatif sebagai panduan persiapan yang terarah dan efektif.

Memahami Tahapan Rekrutmen PLN dan Posisi Psikotes di Dalamnya

Memahami Tahapan Rekrutmen PLN dan Posisi Psikotes di Dalamnya

Sebelum terlalu fokus ke contoh soal, penting sekali untuk memahami alur besar rekrutmen PLN. Banyak peserta yang langsung berburu file soal, tetapi kurang paham “di tahap apa saya sekarang, dan kemampuan apa yang sedang diuji?”. Padahal, pemahaman konteks ini akan membuat persiapanmu jauh lebih terarah.

Berdasarkan pengalaman peserta yang terdokumentasi di berbagai platform, rekrutmen PLN umumnya terdiri dari beberapa tahap utama berikut:

  1. Seleksi Administrasi
    Di tahap ini, PLN menyaring kesesuaian persyaratan dasar: latar belakang pendidikan, IPK, usia, jurusan, dokumen pendukung, serta keaslian berkas.
    Banyak peserta gugur bahkan sebelum sempat menyentuh soal karena berkas tidak lengkap atau tidak teliti saat mengunggah dokumen. Di sinilah pentingnya membaca pengumuman resmi dengan cermat dan tidak sekadar mengandalkan informasi dari grup atau media sosial.
  2. Tes Intelegensi dan Tes Potensi Akademik (TPA)
    Setelah lolos administrasi, peserta biasanya akan mengikuti tes yang mengukur kemampuan kognitif umum, seperti logika, verbal, numerik, dan penalaran. Ini sering kali terintegrasi dengan TPA dan/atau General Aptitude Test (GAT), tergantung skema rekrutmen di tahun tersebut.
    Di sinilah banyak kisi kisi tes pln yang beredar: persamaan kata, sinonim, antonim, analogi, dan penalaran aritmatika dasar. Misalnya soal seperti “AFEKSI = Kasih sayang” sering muncul dalam materi TPA karena menguji kemampuan verbal sekaligus wawasan kosakata.
  3. Tes Akademik dan Bahasa Inggris
    Untuk beberapa formasi, terutama teknis, ada tes akademik sesuai jurusan (misalnya teknik listrik, teknik mesin, teknik sipil) dan tes bahasa Inggris. Materinya lebih spesifik, menyesuaikan kebutuhan jabatan.
    Meski tidak selalu dibahas dalam dokumen kisi-kisi psikotes, kamu perlu mengantisipasi tahap ini melalui latihan soal sesuai bidang studi dan peningkatan kemampuan reading comprehension bahasa Inggris.
  4. Tes Psikotes (Termasuk GAT dan Tes Kepribadian)
    Ini adalah salah satu tahap paling krusial. Psikotes PLN tidak sekadar menguji “seberapa pintar” kamu, tetapi juga bagaimana cara berpikir, konsistensi, daya tahan, hingga kecocokan kepribadian dengan budaya kerja BUMN.
    Di sini biasanya muncul:
    – Tes verbal: sinonim, antonim, persamaan kata.
    – Tes numerik: aritmatika, deret angka, logika angka.
    – Tes logika: silogisme, penalaran deduktif.
    – Tes kepribadian: seperti EPPS atau inventori perilaku sejenis.
    – Kadang dilengkapi tes koran untuk mengukur ketahanan dan konsistensi.
  5. Tes Kesehatan Fisik dan Laboratorium
    Setelah dinyatakan lolos aspek kognitif dan psikologis, peserta akan menjalani pemeriksaan kesehatan fisik dan lab yang cukup menyeluruh. PLN membutuhkan pegawai yang secara fisik mampu menjalankan tugas operasional, terutama di lapangan.
    Persiapan di tahap ini bukan dalam bentuk “belajar soal”, tetapi lebih ke menjaga kondisi tubuh sejak jauh hari: pola makan, tidur, olahraga, dan mengurangi kebiasaan buruk seperti merokok berlebihan.
  6. Wawancara Akhir
    Wawancara menjadi gerbang terakhir sebelum kamu resmi bergabung. Di sini, pewawancara akan menilai motivasi, integritas, kemampuan komunikasi, pengetahuan tentang PLN, serta kesesuaian dirimu dengan visi perusahaan.
    Pertanyaan yang sering muncul antara lain:
    – “Ceritakan diri Anda.”
    – “Apa motivasi Anda melamar ke PLN?”
    – “Apa yang Anda ketahui tentang PLN dan transformasi energi saat ini?”

Melihat alur di atas, kisi kisi tes pln yang beredar di internet paling banyak berfokus pada area psikotes, TPA, dan GAT. Itulah bagian yang akan kita bedah lebih dalam, karena pada tahap ini persaingan sangat ketat dan margin nilai sering kali menentukan siapa yang lanjut dan siapa yang berhenti di tengah jalan.

Bedah Kisi-Kisi Psikotes PLN: Verbal, Numerik, Logika, dan Kepribadian

Psikotes PLN tidak berdiri sendiri tanpa tujuan. Setiap jenis tes yang muncul sebenarnya dirancang untuk memotret aspek tertentu dari dirimu: kemampuan analisis, kecermatan, kecepatan berpikir, hingga stabilitas emosi. Dengan memahami fungsi masing-masing, kamu tidak lagi melihat soal sebagai “musuh”, tetapi sebagai pola yang bisa dilatih.

1. Tes Verbal: Sinonim, Antonim, dan Persamaan Kata

Tes verbal termasuk yang paling sering muncul dan kadang diremehkan, padahal justru sangat menentukan karena jumlah soalnya banyak dan waktu relatif singkat. Tujuan utamanya adalah mengukur:

  • Keluasan kosakata.
  • Ketepatan memahami makna kata.
  • Kecepatan proses berpikir dalam mengenali hubungan antar kata.

Dari dokumen kisi-kisi latihan yang beredar, beberapa contoh soal verbal PLN antara lain:

  • Valid = ?
    Pilihan jawaban:
    A. Sah
    B. Umum
    C. Wajar
    D. Lazim
    Jawaban yang benar: A. Sah.
    Soal ini menguji apakah kamu dapat mengenali padanan kata “valid” dalam konteks formal, yaitu berkekuatan hukum atau dapat dipertanggungjawabkan.
  • Lugas = ?
    Pilihan jawaban:
    A. Panjang
    B. Langsung
    C. Abstrak
    D. Berbelit
    Jawaban yang benar: B. Langsung.
    “Lugas” berarti jelas, apa adanya, tanpa berputar-putar. Ini penting untuk menilai pemahamanmu terhadap istilah yang sering dipakai di dunia kerja dan komunikasi resmi.
  • Lawan kata Optimis adalah?
    Pilihan jawaban:
    A. Yakin
    B. Pesimis
    C. Antusias
    D. Percaya
    Jawaban yang benar: B. Pesimis.
    Soal antonim seperti ini tampak sederhana, tetapi ketika dikombinasikan dengan banyak soal dan waktu yang pendek, kesalahan kecil bisa terjadi jika kamu terburu-buru.
  • Rasional = ?
    Pilihan jawaban:
    A. Emosional
    B. Logis
    C. Bimbang
    D. Intuitif
    Jawaban yang benar: B. Logis.
    Lagi-lagi, yang diuji bukan sekadar hafalan, tetapi ketepatan asosiasi makna kata.

Strategi latihan tes verbal:

Alih-alih hanya menghafal jawaban, biasakan untuk:

  • Membaca berita dan artikel formal setiap hari agar terbiasa dengan ragam kosakata baku.
  • Membuat daftar kata baru yang kamu temui lalu menuliskan sinonim dan antonimnya.
  • Menggunakan kamus atau aplikasi KBBI untuk memastikan makna yang benar, bukan sekadar “kira-kira”.

Dengan pola latihan seperti ini, kamu akan lebih siap menghadapi variasi soal, meskipun redaksinya berbeda dari contoh yang kamu pelajari.

2. Tes Numerik: Aritmatika, Deret Angka, dan Masalah Cerita

Tes numerik dalam kisi kisi tes pln umumnya masih berkutat pada aritmatika dasar, tetapi dalam jumlah besar dan dengan tekanan waktu yang cukup ketat. Tujuannya adalah mengukur:

  • Ketelitian berhitung.
  • Kemampuan mengenali pola angka.
  • Kemampuan menyelesaikan masalah praktis dengan cepat.

Beberapa contoh soal numerik dari dokumen latihan PLN:

  • 25 + 36 = ?
    Jawaban: 61.
  • 120 ÷ 6 = ?
    Jawaban: 20.
  • 2,5 × 0,4 = ?
    Jawaban: 1.
    Cara menghitungnya: 2,5 × 0,4 = 25/10 × 4/10 = 100/100 = 1.
  • Deret angka: 3, 6, 12, 24, … ?
    Pola: setiap suku dikali 2.
    Jadi suku berikutnya adalah 24 × 2 = 48.
  • Soal cerita:
    A membeli 3 buku dengan harga Rp25.000 per buku dan 2 pensil dengan harga Rp5.000 per pensil.
    Total yang harus dibayar A adalah:
    3 × 25.000 = 75.000
    2 × 5.000 = 10.000
    Total = 75.000 + 10.000 = Rp85.000.

Contoh di atas memang terlihat mudah, namun yang perlu kamu sadari adalah tantangan sebenarnya terletak pada:

  1. Kecepatan:
    Dalam tes asli, kamu biasanya dihadapkan pada puluhan soal dengan waktu yang ketat. Jika per soal hanya bisa diselesaikan dalam 1 menit, kamu akan tertinggal.
  2. Konsistensi:
    Akumulasi kelelahan mental sering memicu kesalahan hitung pada soal yang sebenarnya sederhana. Di sinilah latihan rutin menjadi penting untuk membangun “daya tahan berhitung”.

Tips efektif mengerjakan tes numerik PLN:

  • Sering latihan dengan timer. Misalnya, 20 soal dalam 15 menit, agar otakmu terbiasa berpikir cepat sekaligus tepat.
  • Fokus pada konsep dasar: operasi hitung, pecahan, persen, dan deret. Tes PLN jarang keluar dari ranah ini karena yang diuji adalah kemampuan numerik umum.
  • Saat ujian, kerjakan soal yang menurutmu paling mudah lebih dulu. Jangan terjebak lama di satu soal yang rumit, karena bisa mengorbankan banyak soal lain yang sebenarnya bisa kamu dapatkan dengan cepat.

3. Tes Logika: Silogisme dan Penalaran

Tes logika dalam psikotes PLN banyak berfokus pada kemampuan melakukan penalaran deduktif. Bentuk soal yang sering muncul adalah silogisme, yaitu penarikan kesimpulan dari dua premis atau lebih.

Contoh bentuk silogisme:

  • Premis 1: Semua A adalah B.
  • Premis 2: Sebagian B adalah C.
  • Pertanyaan: Apakah bisa disimpulkan “Semua A adalah C”?

Jawaban: Tidak pasti.
Alasannya, dari informasi “semua A adalah B” dan “sebagian B adalah C”, kita hanya tahu bahwa ada sebagian B yang termasuk C, tetapi tidak ada jaminan bahwa kelompok A termasuk di dalam bagian B yang menjadi C tersebut. Dengan kata lain, hubungan A dan C tidak dapat ditentukan pasti hanya dari dua premis itu.

Model soal seperti ini menguji apakah kamu:

  • Mampu membaca informasi secara teliti.
  • Tidak tergesa-gesa menyimpulkan sesuatu yang tidak ditopang data.
  • Dapat membedakan antara “pasti benar”, “pasti salah”, dan “tidak dapat ditentukan”.

Cara berlatih silogisme dan logika:

  • Biasakan menggambarkan himpunan dalam bentuk diagram sederhana di kertas coretan.
  • Jangan terjebak oleh “logika sehari-hari” atau asumsi pribadi. Dalam tes resmi, yang dinilai adalah ketepatan mengikuti struktur logika berdasarkan premis, bukan pengalaman hidupmu.
  • Latih diri dengan berbagai variasi premis: semua, sebagian, tidak satu pun, dll.

Semakin sering berlatih, kamu akan makin cepat melihat pola hubungan antar kelompok tanpa harus berpikir terlalu panjang.

4. Tes Kepribadian dan Tes Koran: Menilai Konsistensi dan Emosi

Bagian yang sering kali dianggap “tidak bisa dipelajari” adalah tes kepribadian. Di berbagai dokumen pengalaman peserta PLN, muncul istilah seperti EPPS dan tes koran yang digunakan untuk menilai:

  • Kecenderungan perilaku dan preferensi pribadi.
  • Stabilitas emosi dan cara menghadapi tekanan.
  • Konsistensi jawaban dari waktu ke waktu.

Dalam tes seperti EPPS atau inventori kepribadian sejenis, kamu akan dihadapkan pada pilihan perilaku, misalnya:

  • A. Saya lebih suka bekerja sendiri dengan tenang.
  • B. Saya lebih suka bekerja dalam tim dan sering berdiskusi.

Tidak ada “jawaban salah” di sini, tetapi ada pola yang menunjukkan apakah kamu:

  • Cenderung analitis, dominan, kooperatif, atau cemas.
  • Konsisten dengan jawabanmu dari awal sampai akhir.

Untuk tes koran, yang diukur bukan hanya kecepatan menjumlah angka dalam kolom-kolom panjang, tetapi juga:

  • Seberapa konsisten hasilmu dari menit ke menit.
  • Apakah kamu mudah menyerah ketika mulai lelah.

Sikap terbaik menghadapi tes kepribadian PLN:

  • Jawablah sesuai diri sendiri, bukan apa yang menurutmu “plis banget dicari PLN”. Ketidakjujuran biasanya terbaca dari pola jawaban yang janggal atau terlalu ekstrem.
  • Jaga kondisi fisik menjelang tes, karena tes koran dan tes kepribadian dalam satu rangkaian akan sangat menguras energi. Tidur cukup jauh lebih membantu daripada begadang menghafal soal.
  • Pahami bahwa tujuannya bukan mencari orang “sempurna”, tetapi orang yang profilnya paling cocok dengan kebutuhan posisi dan budaya organisasi PLN.

Baca Juga : Contoh Tes Kemampuan Dasar BUMN : Panduan Persiapan Menghadapi Rekrutmen 2025

GAT dan TPA PLN: Mengukur Potensi, Bukan Hafalan Semata

GAT dan TPA PLN: Mengukur Potensi, Bukan Hafalan Semata

Selain psikotes klasik, beberapa rekrutmen PLN mengintegrasikan General Aptitude Test (GAT) dan Tes Potensi Akademik (TPA). Keduanya memiliki tujuan yang mirip, yakni mengukur kemampuan dasar yang dibutuhkan untuk belajar dan beradaptasi dalam pekerjaan, bukan sekadar menguji hafalan.

1. General Aptitude Test (GAT) PLN

GAT biasanya mencakup kombinasi soal:

  • Verbal: analogi kata, persamaan kata, pemahaman teks pendek.
  • Numerik: perbandingan, aritmatika, deret.
  • Penalaran logis: pola gambar, alur sebab akibat, dan lain-lain.

Media yang membahas rekrutmen PLN 2025 sering menyebut adanya paket soal GAT dengan 100+ soal latihan. Walaupun tidak resmi, kumpulan soal seperti ini memberi gambaran yang cukup jelas tentang jenis kemampuan yang diincar:

  • Seberapa cepat kamu memahami instruksi baru.
  • Seberapa baik kamu mengidentifikasi pola.
  • Seberapa stabil performamu di bawah tekanan waktu.

Strategi menghadapi GAT PLN:

  • Fokuslah pada pemahaman pola, bukan menghafal soal. Kemungkinan besar, soal persis yang kamu pelajari tidak akan muncul, tetapi pola berpikirnya akan sangat mirip.
  • Jadwalkan latihan campuran: misalnya, 15 menit verbal, 15 menit numerik, 15 menit logika dalam satu sesi. Ini akan mensimulasikan kondisi tes yang biasanya bercampur jenis soal.
  • Setelah mengerjakan latihan, luangkan waktu menganalisis kesalahan: apakah lebih sering salah di soal hitung, di soal bahasa, atau di soal pola gambar. Dari situ kamu bisa menyusun prioritas latihan berikutnya.

2. Tes Potensi Akademik (TPA) PLN

TPA di PLN mirip dengan TPA pada umumnya: menguji kemampuan penalaran abstrak, bukan materi kuliah spesifik. Elemen utamanya:

  • Verbal: persamaan kata, antonim, analogi, bacaan singkat.
  • Numerik: perbandingan, rasio, aritmatika.
  • Logika: pola, seri, atau hubungan antar konsep.

Contoh yang sering diangkat media adalah soal jenis:

  • “AFEKSI = Kasih Sayang” sebagai contoh persamaan kata.

Dalam konteks PLN, TPA ini membantu memetakan apakah seorang kandidat mampu mengikuti pelatihan dan proses belajar di internal perusahaan yang cukup intens, terutama di tahun-tahun awal masa kerja.

Kiat praktis untuk TPA:

  • Banyak latihan TPA umum dari berbagai penerbit, karena struktur dasarnya mirip.
  • Biasakan mengerjakan TPA dengan target skor pribadi dan target waktu. Naikkan standar sedikit demi sedikit.
  • Jangan terpaku hanya pada satu sumber. Kombinasi buku, dokumen online, dan soal-soal TPA kampus akan memperkaya variasi soal yang kamu temui.

Wawancara PLN: Mengaitkan Kepribadian, Motivasi, dan Pengetahuan

Setelah melalui proses panjang tes tertulis dan psikologis, kamu akan bertemu dengan tahap yang sangat manusiawi: wawancara. Di sinilah kisi kisi tes pln bergeser dari “soal dan angka” menjadi “cerita dan sikap”.

Beberapa pertanyaan yang sering muncul berdasarkan pengalaman peserta dan rangkuman media:

  1. “Ceritakan diri Anda.”
    Tujuannya bukan sekadar mendengar ulang CV, tetapi melihat cara kamu merangkai cerita hidup secara runtut dan relevan. Gunakan struktur sederhana:
    – Latar belakang pendidikan.
    – Pengalaman organisasi atau kerja yang paling relevan.
    – Kekuatan utama yang menurutmu akan berguna di PLN.
  2. “Apa motivasi Anda melamar ke PLN?”
    Jawaban klise seperti “ingin kerja yang stabil” tidak salah, tetapi kurang kuat jika tidak diiringi dimensi lain. Kamu bisa mengaitkan:
    – Dampak sosial PLN sebagai BUMN yang menjaga keberlanjutan pasokan listrik nasional.
    – Kesempatan berkontribusi dalam transformasi energi dan modernisasi infrastruktur kelistrikan.
    – Keinginan untuk bertumbuh dalam lingkungan profesional yang terstruktur.
  3. “Apa yang Anda ketahui tentang PLN saat ini?”
    Pertanyaan ini menguji keseriusanmu. Minimal, pahami:
    – PLN sebagai BUMN yang bertanggung jawab atas penyediaan listrik di Indonesia.
    – Upaya PLN dalam transformasi energi, misalnya pengembangan energi terbarukan, digitalisasi sistem, dan program elektrifikasi nasional.

Tips singkat menghadapi wawancara PLN:

  • Latih diri berbicara di depan cermin atau bersama teman. Fokus pada kejelasan, bukan panjangnya jawaban.
  • Siapkan contoh konkret untuk setiap klaim. Jika kamu bilang “saya terbiasa kerja di bawah tekanan”, ceritakan satu situasi nyata yang mendukung pernyataan itu.
  • Tunjukkan bahwa kamu memahami peran PLN sebagai BUMN strategis, bukan sekadar “tempat kerja bergaji tetap”.

Terakhir, ingat bahwa wawancara bukanlah interogasi, melainkan proses saling mengenal. Pewawancara mencari kecocokan, bukan mencari-cari kesalahan.

Pada akhirnya, kisi kisi tes pln bukan sekadar kumpulan soal yang harus kamu hafalkan, tetapi peta yang membantu kamu memahami apa saja kemampuan yang sedang diukur: daya pikir, ketelitian, kecepatan, konsistensi, hingga kejujuran dan motivasi. Dengan peta itu, kamu bisa menyusun rencana belajar yang lebih cerdas: memperkuat area lemah, mempertajam area kuat, dan menjaga kondisi fisik serta mental agar stabil sepanjang proses seleksi.

Kamu memang tidak bisa mengendalikan seperti apa soal persis yang akan keluar, atau berapa banyak pesaing yang mendaftar. Namun kamu sepenuhnya bisa mengendalikan bagaimana kamu mempersiapkan diri: seberapa disiplin kamu berlatih, seberapa tekun kamu belajar dari kesalahan, dan seberapa matang kamu mengenali dirimu sendiri.

Jika kali ini adalah percobaan pertamamu, anggap sebagai investasi pengalaman. Jika kamu pernah gagal sebelumnya, jadikan semua informasi dan kisi-kisi ini sebagai bahan evaluasi, bukan alasan untuk berhenti. Setiap sesi latihan verbal, setiap deret angka yang kamu pecahkan, setiap simulasi wawancara yang kamu lakukan, adalah langkah kecil yang mendekatkanmu ke kursi di ruang kerja PLN yang selama ini kamu impikan.

Terus latih, terus perbaiki, dan ingat bahwa persiapan yang konsisten jauh lebih kuat daripada belajar mendadak menjelang hari H. Peluang di BUMN seperti PLN selalu menjadi rebutan, tetapi tempat terbaik itu disiapkan untuk orang-orang yang bersungguh-sungguh sejak hari ini, bukan besok.

  • ID.SCRIBD.COM – KISI-KISI PSIKOTES PT PLN
  • ID.SCRIBD.COM – PENGALAMAN UJIAN MASUK PLN BESERTA KISI-KISINYA
  • PEKANBARU.TRIBUNNEWS.COM – 50 CONTOH SOAL TES PLN DAN JAWABAN REKRUTMEN PLN 2025 DIBUKA HARI INI DI REKRUTMENPLNCOID
  • PORTALKUDUS.PIKIRAN-RAKYAT.COM – 100 SOAL GENERAL APTITUDE TEST PLN 2025 DAN JAWABANNYA PDF PELAJARI CONTOH SOAL TES GAT PLN TERBARU DI SINI
  • SLIDESHARE.NET – CONTOH SOAL GATPLN 1
  • TIRTO.ID – CONTOH SOAL WAWANCARA PLN DAN JAWABANNYA

Testimoni jadiBUMN

Slide
previous arrow
next arrow

Program Premium Bimbel jadiBUMN 2025

Semakin sering latihan soal akan semakin terbiasa, semakin cepat, semakin teliti dan semakin tepat mengerjakan soal-soal Rekrutmen BUMN 2025 ” 🌟

Kunci sukses Tes Rekrutmen BUMN adalah membiasakan diri mengerjakan ribuan tipe soal Tes Rekrutmen BUMN seperti anak bayi yang belajar berjalan terasa berat diawal dan akan terbiasa bila terus dilatih hingga bisa berlari kencang.

Cover Slidder JadiBUMN 2026
previous arrow
next arrow

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi jadiBUMN: Temukan aplikasi jadiBUMN di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
  2. Masuk ke Akun Anda: Login ke akun jadiBUMN Anda melalui aplikasi atau situs web.
  3. Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
  4. Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELBUMN” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
  5. Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES163797”, masukkan untuk diskon tambahan.
  6. Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
  7. Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.

Mau berlatih Soal-soal Rekrutmen BUMN? Ayoo segera gabung sekarang juga!! GRATISSS

>

Bagikan :

Artikel CPNS Lainnya :

Siap Hadapi Tes BUMN

Dapatkan arahan belajar sesuai target instansi BUMN yang ingin kamu tuju.

Coba Journey JadiBUMN

Coba gratis Journey JadiBUMN untuk strategi lolos RBB BUMN yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pejuang RBB BUMN

Mulai Perjalanan Belajar RBB BUMN Sekarang