Soal tes akademik PLN bikin gugur? Kuasai polanya sekarang!

soal tes akademik pln

Soal tes akademik PLN – adalah salah satu tahapan paling menentukan dalam perjalananmu menuju karier di BUMN, khususnya di PT PLN (Persero) dan juga sangat relevan dengan tren seleksi terbaru di lingkungan CASN dan Rekrutmen Bersama BUMN.

Di tengah persaingan ketat, kemampuan akademik yang terukur melalui TPA atau General Aptitude Test menjadi filter awal sebelum kamu melaju ke psikotes, wawancara, dan tahapan lanjutan lain. Itu sebabnya, memahami pola soal, tipe materi, sekaligus cara berpikir yang diharapkan dalam tes ini adalah investasi waktu yang sangat penting, bukan sekadar formalitas.

Banyak pelamar sebenarnya cukup cerdas, tetapi tumbang di tahap ini karena dua hal sederhana: tidak mengenali pola soal dan tidak berlatih secara terstruktur. Kabar baiknya, tes seperti ini bisa sangat dilatih. Materinya relatif berulang: penalaran verbal, numerik, logika, dan kadang bahasa Inggris. Dengan pendekatan yang tepat, latihan yang konsisten, serta strategi manajemen waktu yang cermat, kamu bisa mengubah rasa cemas menjadi rasa siap, dan masuk ruangan tes dengan kepala lebih tenang dan fokus.

Di artikel ini kita akan membedah struktur tes akademik PLN berdasarkan contoh-contoh yang banyak beredar, menjelaskan pola pikir di balik setiap tipe soal, sekaligus memberikan tips praktis sehingga kamu tidak hanya menghafal jawaban, tetapi benar-benar paham cara mengerjakannya. Anggap tulisan ini sebagai “peta jalan” belajar, bukan bocoran soal, karena soal resmi setiap tahun bisa berubah, tetapi pola kemampuan yang diuji cenderung sama.

Apa Itu Tes Akademik PLN dan Mengapa Sangat Penting?

Apa Itu Tes Akademik PLN dan Mengapa Sangat Penting?

Dalam proses seleksi PLN, istilah soal tes akademik PLN biasanya merujuk pada gabungan Tes Potensi Akademik (TPA) dan Bahasa Inggris. Di beberapa sumber juga disebut sebagai Tes Akademik dan Bahasa Inggris (AKDING) atau General Aptitude Test (GAT). Fungsi utamanya adalah mengukur:

  • kemampuan memahami bahasa dan konsep (verbal),
  • kemampuan berpikir dengan angka dan pola (numerik),
  • kemampuan bernalar secara sistematis dan konsisten (logika),
  • serta kemampuan dasar bahasa Inggris.

Tahap ini sering berada setelah seleksi administrasi dan sebelum psikotes atau wawancara. Banyak kandidat gugur di sini, bukan karena tidak mampu, tetapi karena tidak terlatih menghadapi format soal seperti ini. PLN sebagai perusahaan besar dengan standar tinggi butuh jaminan bahwa calon pegawainya mampu berpikir cepat, runtut, dan akurat saat menghadapi data maupun instruksi kerja yang kompleks.

Tes PLN juga dikenal kompetitif. Jumlah pelamar bisa jauh lebih besar dari kuota yang tersedia, mirip dengan pola rekrutmen lain di BUMN dan CASN. Artinya, bukan cukup sekadar “lulus”, tetapi kamu perlu berada di kelompok nilai terbaik. Di sinilah latihan soal yang berkualitas menjadi pembeda yang sangat signifikan.

Baca Juga : Rekrutmen Bersama BUMN: Langkah Praktis Menuju Karier Impian

Struktur Umum Soal Tes Akademik PLN

Secara umum, soal tes akademik PLN dapat dibagi menjadi beberapa kelompok besar:

  1. Tes verbal
  2. Tes numerik dan penalaran aritmatika
  3. Tes logika dan penalaran umum
  4. Tes bahasa Inggris
  5. Kadang ditambah tes figural atau soal pola gambar

Tidak semua rekrutmen menggunakan format yang sama persis, tetapi contoh-contoh yang beredar dari berbagai sumber terpercaya menunjukkan pola yang sangat mirip.

1. Tes Verbal: Sinonim, Antonim, dan Analogi

Bagian verbal biasanya menguji keluasan kosakata, kepekaan bahasa, dan kemampuan melihat hubungan makna. Di sinilah banyak peserta merasa “tersandung” karena merasa verbal itu hanya soal hafalan kata, padahal yang diuji lebih ke kemampuan memahami makna secara tepat dan cepat.

a. Tes Persamaan Kata (Sinonim)

Contoh yang sering muncul:

  • AFEKSI
    a. Tak Berakibat
    b. Kasih Sayang
    c. Tanpa Luka
    d. Ternyata
    e. Terluka
    Jawaban yang benar adalah b, karena “afeksi” berarti “kasih sayang” atau perasaan sayang yang lembut.
  • TENDENSI
    a. Urat
    b. Tekanan
    c. Otot
    d. Maksud
    e. Daging
    Jawaban yang tepat adalah d, karena “tendensi” berarti kecenderungan, maksud tersembunyi, atau arah tertentu.

Di bagian ini, pola berpikir yang dibutuhkan adalah:

  1. Pahami dulu makna kata kuncinya, bukan sekadar melihat kata yang “terasa mirip”.
  2. Bandingkan setiap opsi dengan makna inti kata tersebut, bukan dengan bunyinya.

Tips latihan untuk sinonim:

  • Biasakan membaca teks formal seperti berita, artikel opini, atau dokumen resmi. Banyak kosakata TPA diambil dari bahasa Indonesia baku.
  • Buat kamus pribadi: setiap menemukan kata baru seperti “afeksi”, “tendensi”, “sekuel”, “kontradiksi”, catat dan tulis artinya.
  • Latih dengan mengelompokkan: misalnya kelompok “perasaan” (afeksi, empati, simpati), kelompok “arah” (tendensi, orientasi, kecenderungan).

Semakin sering kamu menemukan kata-kata ini dalam konteks nyata, semakin cepat otakmu mengenali maknanya saat tes.

b. Tes Lawan Kata (Antonim)

Tes antonim mengukur ketepatan penguasaan makna dan kemampuan membedakan nuansa kata. Contohnya:

  • SEKULER
    a. Pandangan
    b. Ilmiah
    c. Duniawi
    d. Maju
    e. Keagamaan
    Jawaban: e. “Sekuler” berarti bersifat duniawi, memisahkan urusan agama dari urusan negara. Lawannya adalah “keagamaan” atau religius.
  • PROLOG
    a. Dialog
    b. Monolog
    c. Epilog
    d. Prolog
    e. Narator
    Jawaban: c. “Prolog” adalah bagian pembukaan suatu karya (drama, buku, film). Lawan logisnya adalah “epilog”, yaitu bagian penutup.

Di sini, jebakan yang sering muncul adalah opsi yang terdengar akrab tetapi tidak benar-benar berlawanan. Contohnya “sekuler” dengan “ilmiah” atau “duniawi”, yang sebenarnya bukan lawan, melainkan berdekatan atau terkait.

Tips latihan antonim:

  • Saat belajar sinonim, selalu lengkapi dengan “lawannya apa?”. Misalnya:
    Sekuler ↔ keagamaan
    Prolog ↔ epilog
  • Perhatikan pasangan kata yang sering muncul di TPA: objektif vs subjektif, mayoritas vs minoritas, eksplisit vs implisit.
  • Jangan terjebak dengan kata yang “enak di telinga”, tetapi cek makna logisnya.
c. Tes Analogi

Analogi adalah soal favorit di banyak tes BUMN karena mengukur kejernihan logika dan kecepatan menemukan pola hubungan. Contoh:

  • HUTAN : POHON = Tembok : …
    a. Semen
    b. Rumah
    c. Dinding
    d. Pintu
    e. Batu bata
    Jawaban: e. Hutan tersusun dari banyak pohon, seperti tembok tersusun dari banyak batu bata. Hubungannya: bagian-keseluruhan.
  • Suka : Duka = Panas : …
    a. Bekerja
    b. Tertawa
    c. Dingin
    d. Getir
    Jawaban: c. “Suka” berpasangan dengan “duka”, seperti “panas” berpasangan dengan “dingin”. Polanya adalah pasangan antonim.
  • Beras : Padi = Kacang : …
    a. Hijau
    b. Buah Polong-polongan
    c. Tanah
    d. Panjang
    Jawaban: b. Beras dihasilkan dari padi, kacang termasuk dalam buah polong-polongan. Hubungannya: objek dan kelompok biologisnya.
  • Gerobak : Roda = Kacamata : …
    a. Lensa
    b. Hidung
    c. Melihat
    d. Teropong
    Jawaban: a. Gerobak membutuhkan roda untuk berfungsi, kacamata membutuhkan lensa untuk berfungsi. Polanya: alat dan komponen pentingnya.

Cara menghadapi soal analogi dengan tenang:

  1. Jangan langsung melihat opsi, pahami dulu hubungan di pasangan pertama. Misalnya, “hutan : pohon”. Apa hubungan dasarnya? Penyusun, bagian, fungsi, atau bertentangan?
  2. Rumuskan hubungan dalam kalimat singkat. Contoh: “Hutan adalah kumpulan pohon.”
  3. Uji setiap opsi dengan kalimat yang sama. Pilih yang paling pas secara logika.

Jika kamu melatih kebiasaan ini, analogi tidak lagi terasa abstrak, melainkan seperti teka-teki hubungan yang menyenangkan.

2. Tes Numerik dan Penalaran Aritmatika: Deret dan Soal Cerita

Di bagian numerik, soal tes akademik PLN fokus pada kemampuan mengolah angka dengan cepat dan mengenali pola sederhana. Bukan matematika teknik yang rumit, tetapi lebih ke kecepatan dan ketelitian berpikir.

a. Deret Angka

Deret angka menguji kemampuan mengenali pola tersembunyi. Beberapa pola yang sering muncul:

  • 3, 6, 12, 24, …
    Pola: dikali 2 setiap langkah.
    3 × 2 = 6, 6 × 2 = 12, 12 × 2 = 24, sehingga angka berikutnya 24 × 2 = 48.
  • 1, 1, 2, 3, 5, 8, …
    Ini adalah deret Fibonacci. Setiap angka adalah jumlah dua angka sebelumnya.
    1 + 1 = 2, 1 + 2 = 3, 2 + 3 = 5, 3 + 5 = 8, sehingga angka berikutnya 5 + 8 = 13.
  • P = 16, L = 12, N = 14 → total = ?
    Penjelasan: ini bukan deret alfabet biasa, tetapi soal jumlah nilai per huruf yang sudah ditetapkan di soal. Tinggal dijumlahkan:
    16 + 12 + 14 = 42.

Pola deret yang umum:

  • Penjumlahan konstan (+2, +3, +5, dst).
  • Perkalian konstan (×2, ×3).
  • Kombinasi operasi (+ kemudian ×).
  • Pola khusus seperti Fibonacci.

Strategi praktis:

  1. Selalu cek selisih antarangka. Jika selisihnya sama, berarti deret penjumlahan.
  2. Jika selisihnya tidak sama, cek apakah setiap angka adalah hasil perkalian atau pembagian dari angka sebelumnya.
  3. Jika tetap tidak terlihat, pertimbangkan pola khusus seperti deret campuran atau Fibonacci.

Kecepatan mengenali pola hanya bisa dibangun lewat banyak latihan. Luangkan waktu khusus untuk mengerjakan kumpulan deret angka setiap hari, walau hanya 15–30 menit.

b. Soal Hitungan dan Proporsi

Soal aritmatika dalam tes PLN sering berbentuk cerita pendek namun dengan konsep perbandingan sederhana.

Contoh:

  • Harga 5 lampu Rp75.000. Harga 8 lampu?
    Pertama, cari harga 1 lampu:
    75.000 : 5 = 15.000.
    Lalu kali 8:
    15.000 × 8 = 120.000.
  • 3 teknisi memperbaiki 9 tiang dalam 6 jam. 6 teknisi dalam 6 jam memperbaiki berapa tiang?
    Jika jumlah teknisi dilipatgandakan dari 3 menjadi 6 (dua kali lipat), dengan waktu yang sama, hasil kerjanya juga dua kali lipat.
    9 tiang × 2 = 18 tiang.
  • Dua siswa menyelesaikan prakarya dalam 6 hari. Tiga siswa memerlukan berapa hari dengan beban kerja yang sama?
    Waktu berbanding terbalik dengan jumlah pekerja.
    Rumus sederhana: Waktu baru = Waktu lama × (Jumlah lama / Jumlah baru).
    Waktu baru = 6 × (2 / 3) = 4 hari.
  • 47 orang + 9 orang = 56.
    6 orang membagi Rp480, setiap orang mendapat berapa?
    480 : 6 = 80.
    Jadi tiap orang mendapat Rp80.

Kunci mengerjakan soal seperti ini:

  1. Pahami dulu jenis hubungan: sebanding lurus (lebih banyak orang, hasil lebih banyak) atau berbanding terbalik (lebih banyak orang, waktu lebih singkat).
  2. Gunakan rumus perbandingan sederhana, jangan mencoba menghafal rumus rumit.
  3. Biasakan menuliskan langkah singkat, meski hanya di kertas buram, untuk menghindari salah hitung karena panik.

Jika dasar matematika SMP dan awal SMA kamu cukup kuat, bagian ini bisa menjadi “ladang nilai” yang sangat membantu total skor.

Selain verbal dan numerik, tes PLN juga menilai kemampuan bernalar secara abstrak, baik lewat kalimat logika, ungkapan makna, maupun bahasa Inggris dasar.

a. Penalaran Logika Verbal

Contoh klasik:

“Semua dosen adalah manusia. Sebagian manusia tidak suka kopi.”

Apa kesimpulan yang pasti benar?

Banyak orang tergesa-gesa menjawab “Sebagian dosen tidak suka kopi”. Padahal, pernyataan awal tidak pernah menyebut secara spesifik apakah dosen termasuk dalam kelompok yang tidak suka kopi atau tidak. Kesimpulan itu menjadi tidak pasti.

Dalam logika, dari dua premis di atas, kesimpulan yang aman biasanya bersifat lebih umum, misalnya:

  • “Sebagian manusia tidak suka kopi.” (ini sudah dinyatakan langsung)
  • Tetapi kita tidak bisa memaksa kesimpulan pasti tentang dosen.

Latihan logika menuntutmu untuk:

  1. Bedakan antara “semua”, “sebagian”, “tidak ada”.
  2. Jangan menambah informasi yang tidak tertulis, meskipun terasa masuk akal.
  3. Latih diri membaca argumen pendek, lalu bertanya: “Apa yang benar-benar dijamin oleh kalimat ini?”

Di tes PLN, model soal seperti ini menguji ketelitianmu membaca dan konsistensi berpikir, dua hal yang sangat penting di dunia kerja teknis maupun manajerial.

b. Ungkapan dan Makna Kata Majemuk

Ada juga soal yang menguji pemahaman ungkapan atau istilah:

  • INTAN GULA → KRISTAL
    Gula berbentuk padatan berkilau mirip kristal, sehingga istilah yang tepat adalah “kristal”.
  • ATAS BAWAH → BATAS
    “Atas” dan “bawah” menandai dua sisi yang saling dibatasi. Hubungan maknanya mengarah pada “batas”.
  • PERMINTAAN PENAWARAN → PASAR
    Tempat bertemunya permintaan dan penawaran adalah “pasar”.

Di sini, yang diuji adalah kemampuanmu menghubungkan konsep, bukan sekadar terjemahan literal. Ini sangat relevan dengan dunia bisnis dan ekonomi sederhana yang akan sering kamu temui di BUMN.

c. Bahasa Inggris Dasar

Tes akademik PLN biasanya juga menyisipkan soal grammar dan vocabulary sederhana. Contoh:

  • They ____ football yesterday.
    Di sini ada kata “yesterday” yang menunjukkan masa lampau, sehingga bentuk kata kerja yang tepat adalah past tense:
    They played football yesterday.
  • If I ____ rich, I would travel.
    Ini bentuk pengandaian tipe kedua (conditional type 2) yang menunjukkan situasi tidak nyata saat ini. Struktur yang benar:
    If I were rich, I would travel.

Kunci menghadapi soal bahasa Inggris:

  1. Kuasai pola tenses dasar: present simple, past simple, present perfect, future, dan conditional.
  2. Latih kosa kata umum yang sering muncul di konteks kerja atau kehidupan sehari-hari.
  3. Jangan terpaku pada soal yang terlalu sulit. Jika ada satu soal yang benar-benar buntu, lompat dulu, jangan habiskan waktu berlebihan.

Bahasa Inggris di tes PLN bukan untuk menguji kemampuan setara TOEFL penuh, tetapi lebih pada kemampuan dasar yang diperlukan untuk membaca dokumen teknis internasional atau berkomunikasi sederhana.

4. Tes Figural dan Pola Gambar

Beberapa contoh latihan tes PLN juga menunjukkan soal figural, misalnya:

  • Menyusun urutan gambar yang membentuk pola logis.
  • Memilih satu gambar yang melengkapi rangkaian.

Di sini, kecerdasan visual dan kecepatan mengenali pola sangat diperlukan. Polanya bisa berupa:

  • Gambar yang berputar searah jarum jam.
  • Bentuk yang menghilangkan atau menambah satu elemen setiap langkah.
  • Kombinasi bentuk dan arah.

Meskipun bagian ini tidak selalu muncul dalam semua seleksi, berlatih sedikit soal figural bisa membantu merangsang kemampuan pola yang juga berguna dalam deret angka dan analogi.

Beberapa sumber menyebut bahwa tes PLN belakangan mengadopsi model tes adaptif. Artinya, tingkat kesulitan soal bisa menyesuaikan berdasarkan jawabanmu sebelumnya:

  • Jika kamu sering menjawab benar, soal berikutnya cenderung lebih sulit.
  • Jika banyak salah, sistem mungkin memberikan soal lebih mudah.

Konsekuensinya:

  1. Tidak ada gunanya menebak sembarangan untuk semua soal. Lebih baik mengerjakan dengan hati-hati dan memastikan kualitas jawaban.
  2. Menguasai dasar dengan kuat lebih penting daripada memaksakan diri belajar soal yang terlalu rumit tetapi jarang muncul.
  3. Konsistensi selama tes sangat penting. Jangan sampai di tengah tes kamu panik dan performa turun drastis.

Untuk menghadapi model seperti ini, kamu memerlukan:

  • Fondasi kuat di dasar TPA: deret angka sederhana, persentase, perbandingan, sinonim/antonim umum.
  • Rutinitas latihan berkala, bukan belajar kilat sehari sebelum tes.
  • Manajemen waktu yang realistis: jangan menempel di satu soal terlalu lama.

Bayangkan tes ini sebagai “maraton logika”, bukan sprint satu soal saja. Fokus pada kestabilan performa dari awal sampai akhir.

Agar belajarmu lebih terarah, kamu bisa menyusun rencana belajar singkat seperti berikut.

Minggu 1: Fondasi Verbal dan Deret Angka

  • Hari 1–2: Latihan sinonim dan antonim.
    Fokus pada kata-kata baku seperti afeksi, tendensi, sekuler, prolog, dan seterusnya.
  • Hari 3–4: Latihan analogi hubungan sederhana (bagian-keseluruhan, alat-fungsi, antonim).
  • Hari 5–7: Deret angka pola dasar (penjumlahan konstan, perkalian konstan, Fibonacci).

Fokus utama: memahami pola “cara berpikir”, bukan menghafal nomor soal.

Minggu 2: Aritmatika, Logika, dan Bahasa Inggris

  • Hari 1–3: Soal cerita numerik tentang harga, pekerja-waktu, pembagian, dan persentase.
  • Hari 4–5: Latihan logika verbal sederhana: semua, sebagian, tidak ada; serta soal kesimpulan.
  • Hari 6–7: Review grammar dasar bahasa Inggris dan latihan kalimat singkat.

Fokus utama: kecepatan dengan tetap akurat. Biasakan mengerjakan dalam batas waktu.

Minggu 3 dan Seterusnya: Simulasi Tes dan Evaluasi

  • Lakukan simulasi tes campuran (verbal, numerik, logika, Inggris) dalam satu sesi seolah-olah sedang tes sungguhan.
  • Catat jenis soal yang paling sering salah: apakah deret angka, perbandingan, sinonim tertentu, atau grammar.
  • Perkuat bagian yang lemah dengan latihan tambahan.

Dengan pendekatan seperti ini, kamu tidak sekadar “pernah melihat soal PLN”, tetapi benar-benar membangun skill yang terukur dan terasah.

Pada akhirnya, tes akademik PLN bukanlah ujian untuk membuktikan siapa yang “paling jenius”, melainkan siapa yang paling siap, paling konsisten, dan paling cermat dalam menghadapi tantangan berpikir yang terstruktur. Kamu mungkin merasa cemas, apalagi jika ini kesempatan besar untuk masuk BUMN idaman. Namun kecemasan itu bisa kamu kelola menjadi bahan bakar untuk berlatih lebih serius, bukan untuk berhenti mencoba.

Gunakan contoh soal hanya sebagai sarana latihan, bukan jaminan soal yang sama akan keluar. Fokuslah pada pola: cara menemukan sinonim, cara membaca deret, cara memahami perbandingan pekerja dan waktu, serta cara menarik kesimpulan logis. Semakin dalam pemahamanmu terhadap pola ini, semakin fleksibel kamu menghadapi soal model apa pun.

Ingat, banyak orang yang sekarang sudah bekerja di PLN atau BUMN lain dulu juga duduk di posisimu: bingung, cemas, dan belum yakin. Bedanya, mereka memilih untuk mempersiapkan diri sampai tuntas. Jika kamu memberi dirimu kesempatan yang sama, peluangmu untuk tembus seleksi akan jauh lebih besar.

Belajarlah dengan terencana, latih dirimu dengan disiplin, dan saat hari tes tiba, masuklah ruangan dengan keyakinan bahwa kamu sudah melakukan yang terbaik. Dari situ, biarkan usaha dan latihanmu bekerja untukmu.

Sumber Referensi :

  • PEKANBARU.TRIBUNNEWS.COM – 60 Contoh Soal Tes PLN Soal Analogi, Penalaran Aritmatika, Persamaan Kata, Bahasa Inggris
  • ID.SCRIBD.COM – Soal PLN
  • KUMPARAN.COM – Contoh Soal Tes Akademik dan Bahasa Inggris PLN Beserta Jawabannya
  • ID.SCRIBD.COM – Latihan Soal Tes IT PLN Lengkap
  • MAMIKOS.COM – Contoh Soal Tes Adaptif PLN dan Kunci Jawabannya
  • SLIDESHARE.NET – Contoh Soal GAT PLN 1

Testimoni jadiBUMN

Slide
previous arrow
next arrow

Program Premium Bimbel jadiBUMN 2025

Semakin sering latihan soal akan semakin terbiasa, semakin cepat, semakin teliti dan semakin tepat mengerjakan soal-soal Rekrutmen BUMN 2025 ” 🌟

Kunci sukses Tes Rekrutmen BUMN adalah membiasakan diri mengerjakan ribuan tipe soal Tes Rekrutmen BUMN seperti anak bayi yang belajar berjalan terasa berat diawal dan akan terbiasa bila terus dilatih hingga bisa berlari kencang.

Cover Slidder JadiBUMN 2026
previous arrow
next arrow

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi jadiBUMN: Temukan aplikasi jadiBUMN di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
  2. Masuk ke Akun Anda: Login ke akun jadiBUMN Anda melalui aplikasi atau situs web.
  3. Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
  4. Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELBUMN” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
  5. Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES163797”, masukkan untuk diskon tambahan.
  6. Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
  7. Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.

Mau berlatih Soal-soal Rekrutmen BUMN? Ayoo segera gabung sekarang juga!! GRATISSS

>

Bagikan :

Artikel CPNS Lainnya :

Siap Hadapi Tes BUMN

Dapatkan arahan belajar sesuai target instansi BUMN yang ingin kamu tuju.

Coba Journey JadiBUMN

Coba gratis Journey JadiBUMN untuk strategi lolos RBB BUMN yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pejuang RBB BUMN

Mulai Perjalanan Belajar RBB BUMN Sekarang