Tiga contoh perusahaan BUMN ini bisa kamu jelajahi dan kenali lebih jauh di sini. Perusahaan-perusahaan besar ini memiliki peranan yang sangat krusial dalam keberjalanan BUMN. Walaupun memiliki bidang fokus yang berbeda, tapi hal tersebut tidak mengecilkan peran dan tugasnya. Simak tiga contoh perusahaan BUMN ini yuk!
Tujuan Pendirian BUMN di Indonesia

Pendirian dan pengelolaan BUMN di Indonesia diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan. Salah satu dasar hukum utamanya adalah Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. Selain itu, BUMN juga tunduk pada aturan lainnya yang berkaitan dengan transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola perusahaan yang baik.
BUMN memiliki beberapa tujuan utama, yang meliputi:
1. Meningkatkan Perekonomian Negara
Salah satu tujuan penting BUMN adalah untuk mendukung perekonomian Indonesia dengan mengelola sumber daya alam dan sektor-sektor strategis yang memiliki dampak besar terhadap perekonomian nasional.
2. Menyediakan Layanan Publik
BUMN bertanggung jawab menyediakan layanan yang tidak selalu menguntungkan secara komersial, namun sangat dibutuhkan oleh masyarakat, seperti layanan transportasi umum, listrik, air bersih, dan lainnya.
3. Peningkatan Kesejahteraan Sosial
BUMN juga berperan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), yang bertujuan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan sosial.
4. Mendukung Kebijakan Pemerintah
BUMN mendukung program-program pemerintah, terutama yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan proyek strategis nasional. BUMN menjadi alat pemerintah untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan negara.
Baca juga : Berikut Adalah Contoh Badan Usaha yang Termasuk BUMN!
Perbedaan Perusahaan BUMN dan Non-BUMN

Perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan perusahaan non-BUMN (sektor swasta) memiliki perbedaan mendasar dalam hal kepemilikan, tujuan, serta cara operasionalnya. Memahami perbedaan-perbedaan ini penting, terutama bagi mereka yang ingin berkarir atau berbisnis di sektor-sektor yang berbeda.
Berikut adalah penjelasan terperinci mengenai perbedaan antara perusahaan BUMN dan non-BUMN:
1. Kepemilikan
- Perusahaan BUMN: BUMN adalah perusahaan yang sepenuhnya atau sebagian besar sahamnya dimiliki oleh pemerintah. Pemerintah sebagai pemegang saham utama memiliki kontrol penuh atau sebagian besar terhadap perusahaan tersebut. Beberapa contoh perusahaan BUMN di Indonesia adalah PT. PLN (Persero), PT. Pertamina, PT. Bank Negara Indonesia (BNI), dan lainnya. Meskipun ada juga BUMN yang melakukan privatisasi dengan menjual sebagian sahamnya kepada publik, namun negara tetap memiliki saham dominan.
- Perusahaan Non-BUMN (Swasta): Perusahaan non-BUMN dimiliki oleh individu, kelompok, atau lembaga swasta. Kepemilikan perusahaan swasta bisa terbuka (publik) atau tertutup (privat), tergantung apakah perusahaan tersebut terdaftar di bursa saham atau tidak. Sebagian besar perusahaan non-BUMN adalah perusahaan milik pribadi atau kelompok investor swasta.
2. Tujuan dan Fungsi
- Perusahaan BUMN: Perusahaan BUMN memiliki tujuan yang lebih luas dan tidak hanya berfokus pada keuntungan finansial. Sebagai perusahaan yang dimiliki oleh negara, BUMN juga bertugas untuk memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi negara, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Banyak BUMN yang berperan penting dalam sektor-sektor strategis seperti energi, infrastruktur, perbankan, dan transportasi, yang tidak hanya berorientasi pada profit tetapi juga pada pelayanan publik.
- Perusahaan Non-BUMN (Swasta): Perusahaan non-BUMN lebih terfokus pada keuntungan finansial dan pencapaian laba yang maksimal. Meskipun beberapa perusahaan swasta memiliki misi sosial atau berfokus pada tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), namun tujuan utama mereka adalah untuk memperoleh keuntungan dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham. Oleh karena itu, strategi yang digunakan oleh perusahaan swasta sering kali lebih berorientasi pada efisiensi, inovasi, dan ekspansi pasar.
3. Pengelolaan dan Pengawasan
- Perusahaan BUMN: Pengelolaan BUMN dilakukan oleh manajer yang ditunjuk oleh pemerintah atau melalui keputusan Menteri BUMN, yang kemudian diatur oleh Undang-Undang BUMN. Pengawasan terhadap BUMN dilakukan oleh badan yang ditunjuk oleh pemerintah, seperti Kementerian BUMN atau lembaga pengawas lainnya. Oleh karena itu, perusahaan BUMN sering kali tunduk pada regulasi dan kebijakan pemerintah yang lebih ketat, baik dalam hal operasional maupun keuangan.
- Perusahaan Non-BUMN (Swasta): Perusahaan swasta dikelola oleh pemilik atau sekelompok pemegang saham melalui dewan direksi. Mereka memiliki kebebasan lebih dalam hal pengambilan keputusan, meskipun tetap harus mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara tersebut. Pengawasan terhadap perusahaan swasta dilakukan oleh otoritas seperti otoritas pasar modal, jika perusahaan terdaftar di bursa saham, serta badan hukum lainnya yang relevan.
4. Sumber Pendanaan
- Perusahaan BUMN: BUMN mendapatkan pendanaan dari anggaran negara, penerbitan obligasi, atau pendanaan dari pemerintah. BUMN juga dapat mencari sumber dana dari penerbitan saham (privatisasi) atau pinjaman dari bank atau lembaga keuangan. Meskipun demikian, BUMN tidak selalu berfokus pada pencapaian keuntungan yang maksimal, karena mereka memiliki kewajiban untuk memberikan manfaat publik.
- Perusahaan Non-BUMN (Swasta): Perusahaan swasta memperoleh pendanaan melalui berbagai sumber seperti modal pribadi pemilik, pinjaman bank, penerbitan saham, atau investor swasta. Modal yang dihimpun oleh perusahaan swasta umumnya lebih terfokus pada mencapai profit dan meningkatkan nilai investasi. Oleh karena itu, mereka cenderung lebih cepat bereaksi terhadap perubahan pasar dan berusaha untuk memaksimalkan keuntungan.
5. Pengaruh Pemerintah
- Perusahaan BUMN: Sebagai milik negara, BUMN sangat dipengaruhi oleh kebijakan dan peraturan pemerintah. Setiap keputusan yang diambil oleh BUMN harus mempertimbangkan kebijakan negara yang lebih luas, dan kebijakan pemerintah dapat menentukan arah strategi bisnis perusahaan. Ini termasuk dalam hal pengelolaan anggaran, pemilihan direksi, serta proyek-proyek strategis yang dijalankan oleh BUMN.
- Perusahaan Non-BUMN (Swasta): Perusahaan swasta tidak langsung dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah dalam pengambilan keputusan sehari-hari. Meskipun mereka tetap harus mematuhi regulasi yang ada, perusahaan swasta memiliki kebebasan lebih dalam hal pengambilan keputusan bisnis dan pengelolaan internal. Mereka berfokus pada kebutuhan pasar dan keuntungan finansial yang ingin dicapai.
6. Tanggung Jawab Sosial dan Keberlanjutan
- Perusahaan BUMN: BUMN memiliki kewajiban untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan sosial negara. Oleh karena itu, banyak BUMN yang berfokus pada program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Selain itu, BUMN juga berperan dalam menjaga kestabilan ekonomi negara, menyediakan layanan dasar, dan memastikan keberlanjutan dalam jangka panjang.
- Perusahaan Non-BUMN (Swasta): Perusahaan swasta juga sering menjalankan program CSR, tetapi dalam banyak kasus, mereka lebih memprioritaskan keuntungan perusahaan sebagai tujuan utama. Meski demikian, banyak perusahaan swasta besar yang telah mengintegrasikan keberlanjutan dalam strategi bisnis mereka, seperti dengan mengurangi jejak karbon atau berinvestasi dalam inisiatif sosial. Namun, dibandingkan BUMN, kewajiban sosial mereka cenderung lebih bersifat sukarela dan didorong oleh citra perusahaan.
Perbedaan antara BUMN dan perusahaan non-BUMN terletak pada aspek kepemilikan, tujuan, pengelolaan, sumber pendanaan, serta pengaruh pemerintah. Keduanya memainkan peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia, namun dengan pendekatan yang berbeda dalam operasional dan strategi bisnis mereka.
Tiga Contoh Perusahaan BUMN dan Penjelasannya!

Di Indonesia, terdapat lebih dari 100 perusahaan BUMN yang tersebar dalam berbagai sektor. Masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda, baik dalam pelayanan publik maupun sebagai entitas bisnis.
Berikut ini merupakan 3 contoh perusahaan BUMN yang bisa kamu pelajari :
1. PT Pertamina (Persero)
PT Pertamina (Persero) adalah perusahaan energi milik negara yang berdiri pada 10 Desember 1957 dengan nama Permina, sebelum akhirnya bergabung dengan Pertamin menjadi Pertamina pada 1968. Perusahaan ini merupakan tulang punggung sektor energi Indonesia dan bertanggung jawab dalam pengelolaan minyak dan gas bumi dari hulu ke hilir.
Sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di sektor energi, Pertamina memiliki peran yang sangat vital dalam menjamin pasokan energi nasional, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri.
Pertamina menjalankan berbagai kegiatan usaha yang meliputi:
- Eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi (hulu).
- Pengolahan minyak mentah menjadi bahan bakar dan produk lainnya (hilir).
- Distribusi dan pemasaran bahan bakar minyak dan gas.
- Energi baru dan terbarukan (EBT), seperti panas bumi dan bioenergi.
- Petrokimia dan pelumas.
Pertamina juga memiliki beberapa anak perusahaan yang mendukung kegiatan operasional, seperti Pertamina Hulu Energi, Pertamina Gas Negara (PGN), dan Pertamina International Shipping.
Di samping itu, Pertamina turut andil dalam mendukung program pemerintah dalam transisi energi melalui pengembangan energi baru terbarukan dan elektrifikasi transportasi.
2. PT Kereta Api Indonesia (Persero)
PT Kereta Api Indonesia (Persero), disingkat KAI, merupakan perusahaan BUMN yang mengelola layanan perkeretaapian di Indonesia. Sejarah perkeretaapian di Indonesia dimulai sejak zaman kolonial Belanda pada tahun 1864. KAI sebagai entitas modern berdiri pada 28 September 1945 dengan berbagai transformasi yang signifikan, termasuk rebranding, digitalisasi layanan, dan perbaikan mutu pelayanan.
KAI melayani sektor transportasi berbasis rel, baik untuk penumpang maupun barang. Kegiatan usaha KAI meliputi:
- Layanan kereta penumpang antarkota (seperti Argo Bromo Anggrek, Taksaka, dll).
- Layanan kereta komuter seperti KRL Jabodetabek dan Kereta Bandara.
- Angkutan barang seperti peti kemas dan batu bara.
- Penyewaan aset dan pengembangan properti stasiun.
- Pelayanan logistik melalui anak perusahaan, PT KAI Logistik.
Dalam beberapa tahun terakhir, KAI telah melakukan berbagai inovasi, termasuk digitalisasi layanan tiket melalui aplikasi KAI Access dan integrasi sistem pembayaran. Selain itu, KAI telah memperluas layanan hingga ke luar Pulau Jawa, serta menjadi operator kereta cepat Jakarta–Bandung yang merupakan hasil kerja sama dengan konsorsium Cina.
Sebagai tulang punggung transportasi publik, KAI memiliki peran besar dalam mengurangi kemacetan dan polusi udara. Dengan rata-rata angkutan harian mencapai ratusan ribu penumpang, KAI menjadi solusi mobilitas massal yang efisien dan terjangkau.
Di sisi sosial, KAI juga aktif dalam program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) seperti bantuan untuk UMKM di sekitar stasiun dan pelestarian bangunan bersejarah.
3. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, atau BRI, merupakan salah satu bank terbesar dan tertua di Indonesia. Didirikan pada 1895 di Purwokerto oleh Raden Aria Wirjaatmadja, BRI awalnya didirikan untuk memberikan layanan keuangan kepada masyarakat pribumi. Saat ini, BRI fokus pada layanan keuangan mikro, UMKM, dan pedesaan.
BRI dikenal sebagai bank dengan jaringan terluas di Indonesia, menjangkau hingga pelosok desa dengan ribuan unit kerja. Produk-produk yang ditawarkan antara lain:
- Kredit Usaha Rakyat (KUR)
- Kredit mikro dan kecil
- Tabungan Simpedes dan BritAma
- BRILink (layanan keuangan digital berbasis agen)
- Produk digital seperti BRImo dan QLola.
Baca juga : Lengkap! Yuk Ketahui Contoh BUMN Persero!
Untuk kamu yang ingin bergabung bersama BUMN 2025, kamu bisa latihan mulai dari sekarang. Agar persiapanmu semakin optimal, yuk gabung di Bimbel JadiBUMN! Dapatkan materi lengkap, latihan soal, dan bimbingan dari para mentor berpengalaman yang siap membantumu menghadapi setiap tahapan seleksi BUMN.
Testimoni jadiBUMN




Program Premium Bimbel jadiBUMN 2025
“Semakin sering latihan soal akan semakin terbiasa, semakin cepat, semakin teliti dan semakin tepat mengerjakan soal-soal Rekrutmen BUMN 2025 ” 🌟
Kunci sukses Tes Rekrutmen BUMN adalah membiasakan diri mengerjakan ribuan tipe soal Tes Rekrutmen BUMN seperti anak bayi yang belajar berjalan terasa berat diawal dan akan terbiasa bila terus dilatih hingga bisa berlari kencang.


📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi jadiBUMN: Temukan aplikasi jadiBUMN di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun jadiBUMN Anda melalui aplikasi atau situs web.
- Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
- Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELBUMN” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
- Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES163797”, masukkan untuk diskon tambahan.
- Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
- Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.
Mau berlatih Soal-soal Rekrutmen BUMN? Ayoo segera gabung sekarang juga!! GRATISSS
Sumber:
- https://www.instagram.com/kementerianbumn?igsh=YWRrMjlpNjRjNTZj
- https://jadibumn.id/
- https://rekrutmenbersama2025.fhcibumn.id/
- https://www.bumn.go.id/
- https://fhcibumn.com/



