Banyak pelamar sibuk menyiapkan CV dan latihan soal, tapi lupa bahwa sistem kerja setelah diterima juga perlu dipahami sejak awal. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah berapa lama kontrak kerja di Pertamina, terutama karena tidak semua posisi langsung berstatus karyawan tetap begitu kamu lolos seleksi.
Memahami durasi kontrak sejak awal membantumu mengatur ekspektasi karier, memperkirakan pendapatan, dan merencanakan langkah berikutnya. Artikel ini mengupas durasi kontrak, jenis perjanjian kerja, perbedaan status alih daya, serta peluang beralih ke karyawan tetap di Pertamina.
Daftar Isi
- 1. Berapa Lama Kontrak PKWT Pertamina
- 2. Jenis Kontrak Kerja di Pertamina
- 3. Bedanya Kontrak Kerja dan Alih Daya
- 4. Bagaimana Kontrak Bisa Jadi Tetap
- Mini FAQ
- Ringkasan
1. Berapa Lama Kontrak PKWT Pertamina
Kontrak PKWT di Pertamina umumnya berlangsung 1 hingga 3 tahun, tergantung jenis jabatan dan kebutuhan proyek. Batas maksimalnya bisa mencapai 5 tahun sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 tentang PKWT, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja.
Durasi ini bukan aturan kaku karena setiap posisi bisa memiliki ketentuan berbeda. Angka pastinya akan tercantum langsung di surat perjanjian kerja yang kamu tanda tangani, jadi pastikan kamu membaca isinya dengan teliti sebelum menyetujui.
1.1 Kontrak Jangka Pendek dan Menengah
Kontrak jangka pendek di Pertamina biasanya berlangsung 6 bulan sampai 1 tahun. Pertamina biasanya memakai jenis ini untuk pekerjaan musiman, proyek berbatas waktu, atau kebutuhan tenaga kerja sementara yang sifatnya tidak permanen.
Kontrak jangka menengah berdurasi 1 sampai 3 tahun. Posisi dengan kontrak menengah biasanya memerlukan keahlian khusus yang tidak bersifat sementara, tetapi perusahaan masih ingin mengevaluasi kinerja sebelum memutuskan status jangka panjang.
1.2 Kontrak Jangka Panjang Pertamina
Kontrak jangka panjang di Pertamina bisa berlangsung hingga 5 tahun. Total masa 5 tahun ini merupakan akumulasi dari kontrak awal, perpanjangan, dan pembaruan yang PP Nomor 35 Tahun 2021 izinkan.
Posisi dengan kontrak jangka panjang biasanya terkait proyek strategis atau jabatan yang membutuhkan keterampilan tinggi. Namun, tetap tidak ada jaminan otomatis bahwa kontrak akan diperpanjang setelah masa 5 tahun berakhir, karena keputusan bergantung pada kebutuhan perusahaan dan evaluasi kinerja.
Baca Juga: Rekrutmen Pertamina untuk Lulusan Teknik Mesin : Cek Peluang
2. Jenis Kontrak Kerja di Pertamina
Selain memahami berapa lama durasinya, kamu juga perlu tahu bahwa Pertamina menerapkan dua jenis perjanjian kerja utama. Keduanya punya karakteristik, hak, dan kewajiban yang berbeda, sehingga penting untuk dikenali sebelum menandatangani kontrak.
Perbedaan ini juga memengaruhi benefit yang kamu terima, mulai dari tunjangan, jaminan pensiun, sampai peluang pengembangan karier ke depannya. Karena itu, kenali dulu status kontrak yang ditawarkan sebelum kamu memutuskan menerima tawaran kerja.
2.1 Apa Itu PKWT Pertamina
PKWT atau Perjanjian Kerja Waktu Tertentu adalah kontrak dengan batas waktu yang jelas. Di Pertamina, perusahaan menerapkan PKWT untuk posisi kontrak yang durasinya sudah jelas sejak awal perjanjian, baik 1 tahun, 3 tahun, maupun maksimal 5 tahun sesuai aturan.
PKWT tidak mensyaratkan masa percobaan, sehingga sejak hari pertama bekerja, statusmu sudah terhitung sebagai masa kerja penuh. Namun, ketika kontrak berakhir, perusahaan tidak wajib membayar uang pesangon karena hubungan kerja selesai sesuai kesepakatan awal.
2.2 Karyawan Tetap dengan PKWTT
PKWTT atau Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu tidak memiliki batas durasi. Status ini melekat pada karyawan tetap Pertamina yang hubungan kerjanya berlangsung hingga usia pensiun, kecuali terjadi pelanggaran berat atau efisiensi perusahaan.
Karyawan PKWTT biasanya melewati masa percobaan sekitar 3 bulan sebelum perusahaan mengangkat mereka secara penuh. Setelah status tetap berlaku, kamu berhak atas benefit lengkap seperti tunjangan kesehatan, dana pensiun, THR, bonus tahunan, dan perlindungan kerja yang lebih kuat.
Baca Juga: Cara Efektif Memahami Apakah Pertamina BUMN dalam Seleksi
3. Bedanya Kontrak Kerja dan Alih Daya

Banyak pelamar mengira semua pekerja di lingkungan Pertamina berstatus pegawai perusahaan. Faktanya, ada perbedaan penting antara karyawan kontrak PKWT dan tenaga alih daya atau outsourcing yang perlu kamu pahami.
Tenaga alih daya bekerja melalui perusahaan penyedia jasa pihak ketiga, bukan langsung di bawah Pertamina. Vendor tempat mereka bernaung mengatur status, gaji, dan hak kerja mereka, meskipun kesehariannya bertugas di lingkungan Pertamina.
Tenaga alih daya sering mengisi posisi seperti satpam, petugas kebersihan, pengemudi, dan staf administrasi harian. Mereka bukan pegawai Pertamina, sehingga durasi kerja dan benefitnya mengikuti kebijakan vendor masing-masing.
Sebaliknya, karyawan PKWT menandatangani kontrak langsung dengan Pertamina. Hubungan kerja dengan perusahaan induk sudah terbangun sejak awal dan bisa menjadi pintu masuk untuk memperoleh status tetap jika ada kesempatan.
4. Bagaimana Kontrak Bisa Jadi Tetap

Berpindah dari status PKWT ke PKWTT di Pertamina bukan hal yang otomatis, tetapi bukan berarti mustahil. Peluang ini terbuka jika kinerjamu dinilai baik, ada formasi tetap yang tersedia, dan perusahaan membuka jalur internal untuk pengangkatan.
Beberapa karyawan kontrak berhasil menjadi tetap melalui rekrutmen mandiri Pertamina yang mensyaratkan pengalaman kerja sebelumnya. Jalur ini biasanya muncul melalui situs resmi e-Recruitment Pertamina, jadi kamu perlu rutin memantau kanal tersebut.
Selain itu, menjaga hubungan profesional dengan atasan dan tim, menyelesaikan tanggung jawab dengan konsisten, serta menunjukkan inisiatif lebih bisa memperkuat posisimu saat evaluasi kontrak. Memang tidak ada yang bisa memastikan peluang ini, tetapi persiapan matang akan membuatmu lebih siap ketika kesempatan itu muncul.
Mini FAQ
Berapa lama kontrak kerja di Pertamina untuk posisi proyek?
Kontrak untuk posisi proyek di Pertamina biasanya berlangsung 6 bulan hingga 1 tahun, menyesuaikan durasi proyek yang sedang berjalan. Beberapa proyek besar bisa menerapkan kontrak hingga 3 tahun.
Apa bedanya PKWT dan PKWTT di Pertamina?
PKWT adalah kontrak dengan batas waktu tertentu maksimal 5 tahun, sedangkan PKWTT adalah kontrak tanpa batas waktu yang melekat pada karyawan tetap hingga pensiun. PKWT tidak memiliki masa percobaan, sementara PKWTT biasanya memiliki masa percobaan sekitar 3 bulan.
Apakah tenaga alih daya termasuk karyawan Pertamina?
Tidak. Tenaga alih daya bekerja di bawah perusahaan penyedia jasa pihak ketiga, bukan langsung di bawah Pertamina. Gaji, kontrak, dan hak kerja mereka mengikuti aturan vendor, meskipun mereka bertugas di lingkungan Pertamina.
Bisakah kontrak PKWT di Pertamina berubah jadi tetap?
Bisa, tetapi tidak otomatis. Pengangkatan menjadi karyawan tetap bergantung pada kinerja, ketersediaan formasi, dan kebijakan perusahaan. Beberapa karyawan kontrak berhasil menjadi tetap melalui rekrutmen mandiri internal Pertamina.
Apakah kontrak PKWT dapat pesangon saat berakhir?
Tidak. PKWT tidak mewajibkan perusahaan membayar uang pesangon saat kontrak berakhir karena hubungan kerja selesai sesuai kesepakatan awal. Berbeda dengan PKWTT yang berhak atas pesangon jika terjadi PHK.
Ringkasan
Untuk menjawab berapa lama kontrak kerja di Pertamina, durasinya tergantung jenis kontrak yang kamu miliki. Kontrak PKWT berlangsung 1-3 tahun dengan batas maksimal 5 tahun sesuai PP Nomor 35 Tahun 2021, sedangkan PKWTT untuk karyawan tetap berlangsung tanpa batas waktu hingga pensiun. Tenaga alih daya bukan termasuk pegawai Pertamina karena mereka bekerja di bawah vendor pihak ketiga, sehingga durasi dan hak kerjanya mengikuti kebijakan vendor masing-masing.
Jika kamu sedang mempersiapkan diri untuk melamar ke Pertamina atau BUMN lain, memahami sistem kontrak akan membantumu mengambil keputusan karier yang lebih tepat. Untuk latihan soal TKD, AKHLAK, dan strategi seleksi BUMN yang lebih terarah, kamu bisa menggunakan jadibumn.id sebagai pendamping belajar yang relevan.




