Seleksi pekerja PT Kereta Api Indonesia (Persero) tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik atau kondisi kesehatan. Dalam sejumlah rekrutmen resmi, KAI juga menyelenggarakan seleksi psikologi sebagai salah satu tahapan yang harus dilewati peserta sebelum melanjutkan ke proses berikutnya.
Salah satu istilah yang sering dicari calon peserta adalah tes EPPS PT KAI. EPPS atau Edwards Personal Preference Schedule merupakan instrumen psikologi untuk melihat kecenderungan kebutuhan dan karakteristik kepribadian seseorang. Namun, perlu dicatat bahwa pengumuman resmi KAI yang tersedia menyebut tahap “Seleksi Psikologi”, tetapi tidak merinci bahwa EPPS pasti menjadi instrumen yang digunakan dalam setiap rekrutmen. Karena itu, pembahasan EPPS sebaiknya dipahami sebagai gambaran mengenai salah satu jenis asesmen kepribadian, bukan kisi-kisi resmi KAI.
Mengenal Tes EPPS dalam Asesmen Kepribadian

EPPS dikembangkan sebagai instrumen untuk mengukur sejumlah kebutuhan psikologis atau needs pada individu. Instrumen ini berkaitan dengan konsep kebutuhan kepribadian yang dikembangkan Henry A. Murray dan kemudian disusun menjadi Edwards Personal Preference Schedule oleh Allen L. Edwards.
Berbeda dari tes kemampuan numerik yang mencari jawaban benar atau salah, EPPS berfokus pada preferensi dan kecenderungan pribadi. Peserta biasanya dihadapkan pada pasangan pernyataan dan diminta menentukan pernyataan yang lebih menggambarkan dirinya.
Format tersebut dikenal sebagai forced choice. Artinya, peserta harus memilih satu alternatif dari dua pernyataan yang tersedia. Hasil pilihan kemudian digunakan untuk membentuk gambaran mengenai kecenderungan kebutuhan kepribadian individu.
EPPS secara tradisional mengukur 15 kebutuhan kepribadian, yaitu:
- Achievement (ach) — kecenderungan untuk mencapai hasil dan menyelesaikan sesuatu dengan baik.
- Deference (def) — kecenderungan mengikuti arahan, aturan, atau pendapat pihak lain.
- Order (ord) — kebutuhan terhadap keteraturan, kerapian, dan sistematika.
- Exhibition (exh) — kecenderungan mendapatkan perhatian atau menampilkan diri.
- Autonomy (aut) — kebutuhan untuk memiliki kebebasan dalam menentukan tindakan.
- Affiliation (aff) — kecenderungan membangun hubungan dan berinteraksi dengan orang lain.
- Intraception (int) — kecenderungan memahami perasaan, perilaku, dan motif orang lain.
- Succorance (suc) — kebutuhan mendapatkan dukungan atau perhatian dari orang lain.
- Dominance (dom) — kecenderungan memimpin, memengaruhi, atau mengarahkan orang lain.
- Abasement (aba) — kecenderungan mengakui kesalahan atau menerima kritik.
- Nurturance (nur) — kecenderungan membantu dan memberikan dukungan kepada orang lain.
- Change (chg) — kebutuhan terhadap variasi dan pengalaman baru.
- Endurance (end) — kecenderungan bertahan dan menyelesaikan pekerjaan yang telah dimulai.
- Heterosexuality (het) — dalam konstruksi asli EPPS, berkaitan dengan ketertarikan dan hubungan dengan lawan jenis.
- Aggression (agg) — kecenderungan menyampaikan pendapat secara tegas, mengkritik, atau berhadapan dengan perbedaan.
Dengan demikian, hasil EPPS bukan sekadar menghasilkan satu label kepribadian. Skor pada berbagai kebutuhan tersebut membentuk profil yang menggambarkan kecenderungan relatif seseorang.
Apakah Tes EPPS Benar-Benar Digunakan PT KAI?
Bagian ini penting karena banyak informasi mengenai psikotes KAI di internet mencampurkan pengalaman peserta, materi latihan, dan ketentuan resmi perusahaan.
Berdasarkan pengumuman e-Recruitment PT KAI, perusahaan memang menyelenggarakan Seleksi Psikologi. Contohnya, pada Rekrutmen Eksternal Khusus lulusan PPI Madiun 2026, seleksi psikologi dijadwalkan pada 22 Juli 2026 setelah Seleksi Kesehatan Awal. Rekrutmen KAI tahun 2025 juga menunjukkan adanya tahapan seleksi psikologi sebelum peserta tertentu melanjutkan ke wawancara.
Akan tetapi, pengumuman resmi yang ditelusuri tidak menjabarkan nama seluruh instrumen psikologi yang diberikan kepada peserta. Tidak terdapat keterangan resmi dalam pengumuman tersebut yang memastikan bahwa EPPS digunakan pada semua formasi atau seluruh periode rekrutmen.
Karena itu, istilah “tes EPPS PT KAI” tidak sebaiknya dimaknai sebagai konfirmasi bahwa setiap peserta rekrutmen KAI pasti mengerjakan EPPS. Bentuk asesmen dapat ditentukan penyelenggara sesuai kebutuhan seleksi, jabatan, dan periode rekrutmen.
Baca juga: Tes Kraepelin KAI 2026 dan Pola Soal yang Perlu Dipahami Peserta
Gambaran Bentuk Tes EPPS
Karakteristik penting EPPS adalah penggunaan pasangan pernyataan. Peserta memilih pernyataan yang dianggap lebih menggambarkan dirinya daripada mencari jawaban yang secara akademis dianggap paling benar.
Sebagai gambaran sederhana, bentuknya dapat menyerupai:
Pernyataan A: Saya senang menyelesaikan pekerjaan sampai benar-benar tuntas.
Pernyataan B: Saya senang bertemu dan membangun hubungan dengan banyak orang.
Peserta kemudian menentukan pilihan yang paling sesuai dengan dirinya. Contoh tersebut hanya ilustrasi untuk menjelaskan mekanisme forced choice dan bukan soal resmi EPPS ataupun soal resmi seleksi PT KAI.
Pilihan semacam ini dapat mempertemukan dua kecenderungan yang sama-sama terdengar positif. Hal tersebut membuat peserta perlu menentukan karakteristik yang relatif lebih sesuai dengan dirinya.
Dalam versi standar yang dibahas dalam literatur psikometri, EPPS menggunakan format ipsatif. Artinya, kekuatan suatu kebutuhan dilihat secara relatif terhadap kebutuhan lain pada individu yang sama. Penelitian mengenai EPPS juga menunjukkan bahwa format forced choice menjadi karakteristik penting ketika menginterpretasikan hasil instrumen tersebut.
Mengapa Konsistensi Jawaban Menjadi Penting?

EPPS dirancang tidak seperti tes pengetahuan yang memiliki kunci jawaban tunggal. Karena yang diamati adalah pola preferensi, berusaha mencari pilihan yang dianggap paling “bagus” belum tentu menghasilkan profil yang menggambarkan kondisi sebenarnya.
Instrumen EPPS juga memiliki mekanisme untuk melihat konsistensi respons. Literatur mengenai EPPS menjelaskan adanya pasangan item yang muncul kembali sehingga konsistensi pilihan responden dapat diperiksa.
Hal ini membuat pendekatan menghafalkan “jawaban terbaik” kurang sesuai dengan karakter tes kepribadian. Dua orang yang memiliki latar belakang dan karakter berbeda dapat memberikan pilihan berbeda tanpa berarti salah satu di antaranya otomatis salah.
Peserta juga perlu membedakan tes kepribadian dengan tes kemampuan. Pada tes numerik, misalnya, peserta dapat menghitung jawaban yang benar. Pada EPPS, fokusnya berada pada pola kebutuhan dan preferensi psikologis, sehingga tidak ada rumus sederhana seperti memilih opsi tertentu agar memperoleh nilai sempurna.
Kaitannya dengan Seleksi Psikologi PT KAI
KAI secara resmi menggunakan seleksi psikologi dalam sejumlah proses penerimaan pekerja. Pada Rekrutmen Eksternal Khusus lulusan PPI Madiun 2026, misalnya, tahapan yang dicantumkan meliputi Seleksi Kesehatan Awal, Seleksi Psikologi, Seleksi Wawancara, Seleksi Kesehatan Akhir, serta Kesamaptaan khusus formasi tertentu.
Dalam pengumuman pelaksanaan seleksi psikologi, KAI juga memberikan ketentuan teknis kepada peserta. Pada seleksi tertentu peserta diwajibkan membawa kartu peserta, identitas asli, pensil HB, rautan, serta pulpen atau ballpoint tinta hitam. Peserta juga diminta menjaga kondisi tubuh dengan sarapan dan istirahat cukup.
Ketentuan tersebut menunjukkan bahwa seleksi psikologi merupakan tahapan formal dalam proses rekrutmen KAI. Namun, materi dan instrumen spesifik tetap harus mengacu pada informasi yang diberikan panitia. Jika suatu pengumuman hanya menyebut Seleksi Psikologi, peserta tidak dapat langsung menyimpulkan bahwa tes tersebut pasti EPPS, Kraepelin, Pauli, Wartegg, atau instrumen tertentu lainnya.
Informasi resmi rekrutmen juga perlu dipantau melalui portal e-Recruitment KAI. Perusahaan menegaskan bahwa rekrutmen tidak dipungut biaya dan proses penerimaan menggunakan sistem gugur.
Baca juga: Tes Aritmatika PT KAI 2026 dan Contoh Soal Hitungan yang Perlu Dipahami
Hal yang Perlu Dipahami tentang Tes EPPS PT KAI
Pencarian mengenai tes EPPS PT KAI pada dasarnya berkaitan dengan pemahaman terhadap asesmen kepribadian yang mungkin ditemui dalam proses psikotes kerja. EPPS sendiri merupakan instrumen yang mengukur 15 kebutuhan kepribadian melalui pola pilihan responden.
Karakteristik utamanya adalah forced choice. Peserta memilih satu dari dua pernyataan berdasarkan kondisi yang lebih sesuai dengan dirinya. Karena yang diukur adalah kecenderungan kepribadian, tes ini berbeda dengan soal kemampuan yang memiliki jawaban benar dan salah secara objektif.
Sementara itu, fakta yang dapat dipastikan dari sumber resmi adalah PT KAI memang menggunakan Seleksi Psikologi dalam sejumlah rekrutmen, termasuk pada proses rekrutmen tahun 2025 dan 2026. Nama instrumen psikologi yang digunakan tidak selalu dijelaskan kepada publik dalam pengumuman resmi.
Oleh sebab itu, informasi mengenai EPPS dapat digunakan untuk memahami karakter asesmen kepribadian, sedangkan kepastian jenis tes yang akan diberikan dalam seleksi PT KAI tetap harus mengikuti pengumuman dan arahan resmi panitia pada periode rekrutmen masing-masing.
Mini FAQ Tes EPPS PT KAI
Apa yang dimaksud dengan tes EPPS?
EPPS atau Edwards Personal Preference Schedule merupakan instrumen psikologi yang digunakan untuk melihat kecenderungan kebutuhan dan karakteristik kepribadian seseorang melalui pilihan pernyataan.
Apakah tes EPPS digunakan dalam seleksi PT KAI?
PT KAI mencantumkan Seleksi Psikologi dalam sejumlah rekrutmen resminya. Namun, pengumuman resmi KAI tidak selalu menyebutkan secara terperinci instrumen psikologi yang digunakan, sehingga EPPS tidak dapat dipastikan digunakan pada setiap periode atau formasi.
Berapa aspek kepribadian yang diukur dalam EPPS?
EPPS secara tradisional mengukur 15 kebutuhan kepribadian, termasuk achievement, order, affiliation, dominance, endurance, autonomy, dan beberapa kebutuhan lainnya.
Apakah tes EPPS memiliki jawaban benar dan salah?
Tidak seperti tes kemampuan akademik, EPPS tidak berfokus pada jawaban benar atau salah. Peserta memilih pernyataan yang lebih sesuai dengan dirinya sehingga terbentuk gambaran mengenai kecenderungan kepribadiannya.
Bagaimana bentuk soal dalam tes EPPS?
EPPS menggunakan format forced choice. Peserta biasanya memperoleh dua pernyataan dan diminta memilih satu pernyataan yang dianggap lebih menggambarkan dirinya.
Di mana informasi resmi seleksi psikologi PT KAI dapat diperiksa?
Informasi mengenai tahapan, jadwal, dan ketentuan seleksi PT KAI sebaiknya diperiksa melalui portal resmi e-Recruitment KAI serta pengumuman resmi perusahaan pada periode rekrutmen yang sedang berlangsung.
Ringkasan
Tes EPPS PT KAI banyak dicari karena EPPS dikenal sebagai salah satu instrumen asesmen kepribadian. EPPS menggunakan format pilihan berpasangan untuk melihat 15 kebutuhan psikologis, seperti achievement, order, affiliation, dominance, dan endurance.
PT KAI terbukti menyelenggarakan Seleksi Psikologi dalam proses rekrutmen resminya. Namun, pengumuman resmi KAI yang tersedia tidak menyatakan bahwa EPPS selalu digunakan dalam seluruh seleksi psikologi KAI. Peserta sebaiknya menjadikan portal resmi e-Recruitment KAI sebagai acuan untuk jadwal, ketentuan, dan tahapan seleksi.
Ingin lebih familiar dengan berbagai bentuk psikotes yang dapat muncul dalam proses rekrutmen BUMN? Kamu bisa menggunakan JadiBUMN untuk mempelajari materi dan mengerjakan berbagai contoh soal sebagai bahan belajar menghadapi tahapan seleksi. Dengan pembahasan yang terstruktur dan akses latihan yang praktis, JadiBUMN dapat membantu kamu mengenali pola soal sekaligus mengukur perkembangan kemampuan sebelum mengikuti proses rekrutmen.
Sumber Referensi
- PT Kereta Api Indonesia (Persero) – e-Recruitment KAI, Pengumuman Seleksi Psikologi Rekrutmen Eksternal Khusus PPI Madiun Tahun 2026.
- PT Kereta Api Indonesia (Persero) – e-Recruitment KAI, jadwal tahapan Rekrutmen Eksternal Khusus PPI Madiun 2026.
- PT Kereta Api Indonesia (Persero) – e-Recruitment KAI, Pengumuman Seleksi Psikologi Rekrutmen Eksternal Tahun 2025.
- Educational Testing Service (ETS) – A Review of the Edwards Personal Preference Schedule, kajian mengenai konstruksi, reliabilitas, dan validitas EPPS.
- Piedmont, McCrae & Costa – Journal of Personality Assessment, penelitian mengenai EPPS dan model kepribadian lima faktor.
- Universitas Negeri Makassar – Repository Fakultas Psikologi, Penyusunan Norma Edwards Personal Preference Schedule (EPPS).




