Apa saja materi TKD BUMN menjadi informasi penting yang banyak dicari oleh para pelamar yang ingin bergabung di perusahaan milik negara. Dengan memahami apa saja materi TKD BUMN, pelamar dapat mempersiapkan diri secara optimal menghadapi proses seleksi yang ketat dan kompetitif.
Baca juga : Menarik! Ini Gambaran Gaji Komisaris Anak Perusahaan BUMN!
Apa Saja Materi Tes TKD BUMN?
Di bawah ini adalah penjelasan tentang setiap kategori materi yang akan diuji dalam TKD BUMN serta beberapa contoh soal yang relevan untuk membantu kamu mempersiapkan tes dengan lebih baik.
1. Kemampuan Numerik (Tes Numerik)
Tes numerik menguji kemampuan peserta dalam memahami dan mengolah data numerik, berhitung dasar, serta kemampuan analisis angka. Tes ini mencakup berbagai jenis soal yang berhubungan dengan perhitungan dan analisis matematis yang cukup sering ditemui dalam konteks pekerjaan di sektor BUMN.
Baca juga : Teryata Begini Gambaran Gaji Direksi Anak Perusahaan BUMN!
Materi yang diuji meliputi:
- Deret Angka dan Huruf (Pola Angka dan Huruf)
Peserta akan diminta untuk mengenali pola dalam deret angka atau huruf dan melanjutkan pola tersebut. Ini bisa berkisar pada pola angka berurutan atau pola alfanumerik yang lebih kompleks. - Operasi Dasar Matematika
Termasuk di dalamnya penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, yang digunakan dalam soal-soal dengan angka besar atau soal bertahap yang melibatkan lebih dari satu langkah. - Perbandingan dan Proporsi
Tes ini mengukur pemahaman peserta mengenai hubungan antara dua hal, seperti rasio atau perbandingan antara dua angka yang berbeda. - Interpretasi Data dari Tabel, Grafik, dan Diagram
Peserta akan diminta untuk membaca dan menganalisis data yang disajikan dalam bentuk tabel, grafik, atau diagram dan menarik kesimpulan dari data tersebut. - Soal Cerita Matematika Sederhana
Tes ini menguji kemampuan peserta untuk menggunakan keterampilan berhitung dalam situasi dunia nyata. Soal cerita biasanya mengharuskan peserta untuk menerapkan konsep-konsep matematika dasar.
Contoh soal: Diberikan data penjualan produk A selama 4 bulan terakhir: Januari (100 unit), Februari (120 unit), Maret (150 unit), dan April (130 unit). Berapa rata-rata penjualan per bulan selama periode tersebut?
2. Kemampuan Verbal (Tes Verbal)
Tes verbal mengukur kemampuan peserta dalam memahami bahasa, kosakata, serta kemampuan analisis informasi tertulis. Kemampuan ini sangat penting karena hampir semua pekerjaan di BUMN memerlukan keterampilan komunikasi yang baik, baik dalam bentuk tulisan maupun lisan.
Materi yang diuji meliputi:
- Sinonim dan Antonim Kata
Peserta harus memahami hubungan antar kata, baik yang memiliki arti yang sama (sinonim) atau berlawanan (antonim). - Pemahaman Bacaan (Reading Comprehension)
Peserta akan diberikan sebuah teks atau bacaan, kemudian diminta untuk menjawab pertanyaan berdasarkan pemahaman mereka terhadap bacaan tersebut. - Analogi Kata
Tes ini menguji kemampuan peserta untuk memahami hubungan antara dua kata dan menerapkan hubungan serupa pada pasangan kata lainnya. - Perumusan Makna dari Kalimat atau Paragraf
Tes ini menguji pemahaman peserta terhadap makna yang terkandung dalam kalimat atau paragraf yang diberikan. - Kesimpulan dari Teks yang Diberikan
Peserta diharuskan untuk menarik kesimpulan yang tepat berdasarkan informasi yang terkandung dalam teks.
Contoh soal: Bacaan singkat: “Budi dan Toni adalah sahabat yang baik. Mereka selalu mendukung satu sama lain dalam berbagai keadaan.”
Soal: Apa sinonim dari kata “sahabat” yang tepat berdasarkan bacaan di atas?
3. Kemampuan Logika dan Penalaran (Tes Logika dan Penalaran)
Tes ini mengasah kemampuan berpikir kritis dan analitis peserta dalam memecahkan masalah yang membutuhkan penalaran logis. Soal-soal dalam kategori ini akan menguji kemampuan peserta untuk membuat kesimpulan yang benar dan logis berdasarkan data yang diberikan.
Materi yang diuji meliputi:
- Penalaran Silogisme
Tes ini mengukur kemampuan peserta untuk menarik kesimpulan berdasarkan premis yang diberikan. - Logika Matematika
Berfokus pada penggunaan logika untuk memecahkan soal-soal berbasis matematika. - Analisis Pola dan Urutan
Soal-soal ini menguji kemampuan peserta untuk menemukan pola dalam angka atau urutan yang disajikan. - Soal Cerita yang Membutuhkan Proses Berpikir Logis
Peserta akan diberi soal cerita yang mengharuskan mereka untuk berpikir logis dalam menyelesaikan masalah. - Logika Deduktif dan Induktif
Menguji kemampuan peserta untuk berpikir dari fakta-fakta umum menuju kesimpulan yang spesifik (deduktif) dan sebaliknya (induktif).
Contoh soal: Semua siswa di kelas A adalah pelajar yang rajin. Andi adalah siswa di kelas A. Apa yang bisa disimpulkan tentang Andi?
4. Kemampuan Pemahaman Umum (Wawasan Kebangsaan dan Pengetahuan Umum)
Tes wawasan kebangsaan dan pengetahuan umum mengukur sejauh mana peserta memahami berbagai hal terkait dengan sejarah, nilai kebangsaan, serta isu-isu terkini baik nasional maupun internasional.
Materi yang diuji meliputi:
- Sejarah Indonesia dan Perjuangan Bangsa
Peserta diuji pemahamannya terhadap sejarah penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. - Pancasila dan UUD 1945
Pemahaman terhadap dasar negara dan undang-undang dasar negara Indonesia menjadi hal yang sangat penting. - Nilai-Nilai Kebangsaan dan Bhinneka Tunggal Ika
Tes ini menguji pemahaman tentang prinsip-prinsip dasar kebangsaan yang dipegang teguh oleh Indonesia. - Isu-Isu Nasional dan Internasional Terkini
Peserta akan diminta untuk mengetahui perkembangan isu-isu terkini baik di tingkat nasional maupun internasional. - Kebijakan dan Regulasi Terkait BUMN
Mengetahui kebijakan dan regulasi yang berlaku di sektor BUMN menjadi poin penting dalam ujian ini.
Contoh soal: Siapakah yang menjadi presiden pertama Indonesia?
A) Soekarno
B) Suharto
C) Habibie
D) Gus Dur
5. Kemampuan Pemahaman dan Interpretasi Data
Soal dalam kategori ini menguji kemampuan peserta untuk membaca dan memahami data yang disajikan dalam bentuk tabel, grafik, atau diagram. Peserta harus dapat menarik kesimpulan, menganalisis, dan menginterpretasikan data dengan tepat.
Contoh soal: Dari grafik yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia selama lima tahun terakhir, bagaimana tren yang dapat diidentifikasi? Apa yang bisa disimpulkan mengenai pengaruh kebijakan ekonomi terhadap pertumbuhan tersebut?
6. Kemampuan Berpikir Kritis dan Analitis
Tes berpikir kritis dan analitis bertujuan untuk menguji kemampuan peserta dalam mengidentifikasi asumsi, menilai argumentasi, serta menyelesaikan masalah dengan cara yang logis.
Contoh soal: Apakah pernyataan ini logis? “Jika semua pekerja BUMN memiliki keterampilan tinggi, maka semua perusahaan BUMN akan sukses.” Jelaskan alasanmu.
Bagaimana Mengetahui Jawaban Telah Tersimpan?
Sistem akan menandai jawaban yang telah kamu pilih dengan perubahan warna pada nomor soal. Jika nomor soal berubah menjadi biru setelah kamu memilih jawaban, itu berarti jawaban sudah tersimpan. Jika tidak berubah, jawaban belum tersimpan. Pastikan juga untuk me-refresh browser jika ada masalah dengan penyimpanan jawaban.
Perbedaan Pola Soal Tes TKD BUMN antara Lulusan SMA dan Lulusan D3
Dalam seleksi penerimaan pegawai BUMN, terdapat perbedaan signifikan dalam pola soal tes TKD (Tes Kemampuan Dasar) antara lulusan SMA/SMK dan lulusan D3/D4/S1/S2. Perbedaan ini terutama terlihat dari segi cakupan jenis tes, bobot penilaian, hingga tingkat kesulitan soal yang dihadapi peserta:
Jenis Tes dan Materi Selski BUMN Setiap Jenjang Pendidikan
Bagi lulusan SMA/SMK, tes yang dihadapi hanya Tes Kemampuan Dasar (TKD). Tes ini mengukur kemampuan dasar peserta dalam tiga area utama: kemampuan verbal, numerik, dan logika dasar. Materi soal yang diberikan umumnya bersifat lebih umum dan relevan untuk posisi yang dilamar. Soal-soal ini lebih fokus pada penguasaan kemampuan dasar yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi pekerjaan. Misalnya, soal kemampuan numerik yang hanya melibatkan operasi dasar matematika atau soal logika yang menguji pemahaman pola dasar.
Sementara itu, lulusan D3/D4/S1/S2 tidak hanya mengikuti TKD, tetapi juga harus mengikuti dua jenis tes tambahan, yaitu Tes AKHLAK (Akal, Hati, dan Akhlak) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Materi TKD yang diujikan pada tingkat pendidikan ini lebih kompleks dan menyesuaikan dengan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Selain itu, soal-soal yang dihadapi lebih variatif dan membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam. Tes AKHLAK dan TWK juga menambah tantangan, karena materi yang diujikan dalam kedua tes ini lebih mengarah pada nilai-nilai moral dan pengetahuan kebangsaan, yang pastinya tidak diujikan pada seleksi lulusan SMA.
Passing Grade dan Bobot Penilaian
Perbedaan lainnya terletak pada passing grade dan bobot penilaian. Lulusan SMA/SMK harus mencapai passing grade minimal 58 dari 100 soal untuk TKD, yang berarti mereka hanya perlu fokus pada satu tes utama. Sebaliknya, lulusan D3 dan seterusnya harus memenuhi beberapa kriteria, yaitu:
- Passing grade minimal 58 untuk TKD,
- Nilai minimal 65 untuk Tes AKHLAK,
- Nilai minimal 50 untuk TWK.
Ini menjadikan proses seleksi bagi lulusan D3 lebih ketat dan memerlukan perhatian lebih pada tiga tes yang harus dihadapi.
Selain itu, bobot penilaian juga berbeda. Untuk lulusan SMA/SMK, 100% bobot penilaian berasal dari TKD. Sedangkan untuk lulusan D3 dan lebih tinggi, bobot penilaian terdiri dari:
- 40% dari TKD,
- 50% dari Tes AKHLAK,
- 10% dari Tes Wawasan Kebangsaan.
Hal ini menunjukkan bahwa tes AKHLAK menjadi faktor yang sangat menentukan bagi lulusan D3 dan lebih tinggi, sedangkan lulusan SMA hanya perlu fokus pada kemampuan dasar yang lebih umum.
Tingkat Kesulitan Soal
Dari sisi tingkat kesulitan, soal-soal pada tes TKD bagi lulusan SMA/SMK lebih bersifat dasar dan umum, tidak terlalu menguji kedalaman pemahaman. Sebaliknya, soal-soal TKD untuk lulusan D3 dan jenjang lebih tinggi lebih menantang karena melibatkan materi yang lebih kompleks dan membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam. Selain itu, adanya tes tambahan AKHLAK dan TWK menambah beban dan meningkatkan tingkat kesulitan seleksi secara keseluruhan bagi lulusan D3.
Materi TKD BUMN sangat beragam dan menguji berbagai kemampuan yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Dengan mempersiapkan diri dengan baik melalui latihan soal, kamu akan lebih siap untuk menghadapi tes ini dan meningkatkan peluang untuk sukses dalam proses seleksi BUMN. Berlatih secara konsisten di setiap kategori tes akan mempermudah kamu dalam menghadapi soal-soal yang mungkin muncul, serta membantu untuk memahami pola soal yang seringkali diulang pada tes-tes sebelumnya.
Referensi
- https://rekrutmenbersama2025.fhcibumn.id/faq
- https://jadibumn.id/nilai-tes-bumn-tertinggi/
- https://id.jobstreet.com/id/career-advice/article/apa-itu-tes-tkd-tujuan-format-syarat-lolos-tips
- https://www.kompas.tv/ekonomi/585877/materi-tes-tahap-1-tkd-tes-akhlak-dan-tes-wawasan-kebangsaan-rekrutmen-bersama-bumn-2025
Testimoni jadiBUMN




Program Premium Bimbel jadiBUMN 2025
“Semakin sering latihan soal akan semakin terbiasa, semakin cepat, semakin teliti dan semakin tepat mengerjakan soal-soal Rekrutmen BUMN 2025 ” 🌟
Kunci sukses Tes Rekrutmen BUMN adalah membiasakan diri mengerjakan ribuan tipe soal Tes Rekrutmen BUMN seperti anak bayi yang belajar berjalan terasa berat diawal dan akan terbiasa bila terus dilatih hingga bisa berlari kencang.





📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi jadiBUMN: Temukan aplikasi jadiBUMN di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun jadiBUMN Anda melalui aplikasi atau situs web.
- Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
- Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELBUMN” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
- Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES163797”, masukkan untuk diskon tambahan.
- Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
- Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.