Pertanyaan Bank Mandiri swasta atau BUMN masih sering muncul karena Bank Mandiri merupakan perusahaan terbuka dengan kode saham BMRI. Sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dan sebagian dimiliki investor publik. Kondisi tersebut kadang membuat Bank Mandiri dianggap sama seperti bank swasta.
Padahal, status perusahaan terbuka tidak menentukan apakah sebuah perusahaan menjadi swasta atau BUMN. Bank Mandiri tetap bernama resmi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Dalam keterbukaan informasi resmi 2026, struktur saham Bank Mandiri juga masih menunjukkan pengendalian yang berkaitan dengan Negara Republik Indonesia melalui BP BUMN dan PT Danantara Asset Management.
Daftar Isi
Status Bank Mandiri sebagai BUMN

Jawaban singkat untuk pertanyaan Bank Mandiri swasta atau BUMN adalah Bank Mandiri merupakan BUMN, bukan bank swasta. Nama badan hukumnya masih tercatat sebagai PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. OJK juga mencantumkan Bank Mandiri dengan nama tersebut dalam Direktori Perbankan Indonesia.
Status Persero menjadi salah satu hal yang membedakan Bank Mandiri dari bank swasta. Bank Mandiri dibentuk dari penggabungan empat bank milik pemerintah, yaitu Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia, dan Bank Pembangunan Indonesia.
Dalam laporan dan keterbukaan informasi perusahaan pada 2026, struktur Bank Mandiri tetap berada dalam ekosistem BUMN dan Danantara Indonesia. Publikasi perusahaan bahkan menyebut program Danantara CX100 sebagai program pengukuran kualitas layanan BUMN yang diterapkan kepada Bank Mandiri.
Baca juga: Persiapan Tes TKD Rekrutmen BUMN: Strategi dan Contoh Soal
Struktur Kepemilikan Bank Mandiri 2026

Struktur pemegang saham Bank Mandiri mengalami penyesuaian setelah perubahan regulasi BUMN. Laporan Tahunan Bank Mandiri 2025 mencatat bahwa pada akhir 2025 PT Danantara Asset Management (Persero) memegang 52% saham Seri B, sementara Negara Republik Indonesia tetap memiliki saham Seri A Dwiwarna.
Kemudian pada Januari 2026 dilakukan pengalihan sebagian saham Seri B dari PT Danantara Asset Management kepada Badan Pengaturan BUMN atau BP BUMN. Bank Mandiri mencatat pengalihan sebanyak 485.333.332 saham atau sekitar 0,52% dari seluruh saham yang telah diterbitkan.
Keterbukaan informasi Bank Mandiri pada 2026 kemudian mencatat komposisi sekitar 51,48% saham dimiliki PT Danantara Asset Management, 0,52% BP BUMN, 8% Indonesia Investment Authority, dan sekitar 40% dimiliki publik. Dokumen yang sama menjelaskan BP BUMN dan INA dikendalikan langsung oleh Republik Indonesia, sedangkan Danantara Asset Management dikendalikan secara tidak langsung oleh Republik Indonesia melalui BPI Danantara.
| Pemegang Saham | Kepemilikan yang Dicatat dalam Keterbukaan Informasi 2026 |
|---|---|
| PT Danantara Asset Management | 51,48% |
| BP BUMN | 0,52% |
| Indonesia Investment Authority | 8% |
| Publik | 40% |
Struktur tersebut menjadi alasan penting mengapa melihat jumlah saham publik saja tidak cukup untuk menentukan apakah Bank Mandiri merupakan bank swasta.
Bank Mandiri Tetap BUMN Meski Berstatus Tbk
Tulisan Tbk pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menunjukkan bahwa Bank Mandiri merupakan perusahaan terbuka. Sahamnya dapat diperdagangkan di pasar modal dan dimiliki investor masyarakat maupun institusi.
Bank Mandiri tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode BMRI. Keberadaan pemegang saham publik tidak otomatis mengubah perusahaan menjadi bank swasta karena status kepemilikan dan pengendalian perusahaan harus dilihat dari keseluruhan struktur sahamnya.
Hal serupa berlaku pada sejumlah BUMN terbuka lainnya. Perusahaan BUMN dapat menjual sebagian saham kepada masyarakat tetapi tetap mempertahankan hubungan pengendalian negara melalui struktur saham dan hak khusus yang ditetapkan berdasarkan regulasi.
Jadi, perusahaan terbuka tidak sama dengan perusahaan swasta. Istilah Tbk menjelaskan status perusahaan di pasar modal, sedangkan BUMN atau swasta berkaitan dengan kepemilikan dan pengendalian.
Peran Saham Seri A Dwiwarna
Salah satu bagian penting dalam struktur Bank Mandiri adalah Saham Seri A Dwiwarna. Dalam Laporan Tahunan Bank Mandiri 2025, Negara Republik Indonesia masih disebut sebagai pemilik saham Seri A Dwiwarna yang memiliki hak khusus dalam sejumlah keputusan strategis perusahaan.
Ketentuan tersebut juga terlihat dalam materi Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Bank Mandiri 2026. Bank Mandiri menjelaskan bahwa pemegang Saham Seri A Dwiwarna memiliki hak istimewa antara lain dalam memberikan persetujuan terhadap perubahan Anggaran Dasar perusahaan.
Perubahan struktur kepemilikan pada 2026 merupakan penyesuaian terhadap Undang-Undang BUMN dan bukan perubahan Bank Mandiri menjadi perusahaan swasta.
Artinya, keberadaan saham masyarakat sebanyak sekitar 40% juga tidak menghilangkan struktur pengendalian yang melekat pada Bank Mandiri sebagai perusahaan BUMN.
Baca Juga: Bank Milik Swasta Itu Apa? Ini Ciri, Contoh, dan Bedanya dengan Bank BUMN
Perbedaan Bank Mandiri dan Bank Swasta
Bank Mandiri dan bank swasta sama-sama dapat menjalankan layanan perbankan, menjadi perusahaan terbuka, dan memiliki saham yang diperdagangkan kepada masyarakat. Perbedaan utamanya berada pada struktur kepemilikan dan pihak pengendali.
Bank Mandiri berada dalam struktur BUMN dan Danantara, sedangkan bank swasta memiliki pemegang saham pengendali berupa individu atau badan usaha swasta.
Gambaran sederhananya sebagai berikut:
| Aspek | Bank Mandiri | Bank Swasta |
|---|---|---|
| Status Perusahaan | BUMN/Persero | Swasta |
| Nama Resmi | PT Bank Mandiri (Persero) Tbk | Bergantung masing-masing bank |
| Struktur Pengendalian | Negara/BP BUMN/Danantara sesuai struktur berlaku | Pemegang saham swasta |
| Dapat Berstatus Tbk | Ya | Ya |
| Saham Dimiliki Publik | Ya | Bisa |
| Diawasi OJK | Ya | Ya |
Walaupun berbeda dari sisi kepemilikan, Bank Mandiri maupun bank swasta tetap menjalankan kegiatan perbankan dalam sistem regulasi dan pengawasan sektor jasa keuangan.
Cara Mengecek Status Bank Mandiri
Status sebuah bank sebaiknya tidak ditentukan hanya berdasarkan informasi media sosial atau anggapan bahwa perusahaan dengan saham publik pasti merupakan perusahaan swasta. Untuk Bank Mandiri, masyarakat dapat mengecek Direktori Perbankan Indonesia dari OJK, yang mencantumkan nama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Informasi yang lebih detail mengenai kepemilikan dapat dilihat dalam Laporan Tahunan Bank Mandiri. Laporan 2025 memuat komposisi pemegang saham serta perubahan yang terjadi setelah akhir periode laporan pada Januari 2026.
Untuk mendapatkan kondisi yang lebih baru, keterbukaan informasi, laporan keuangan, dan materi hubungan investor Bank Mandiri juga dapat dijadikan acuan. Dokumen perusahaan pada 2026 telah mencatat penyesuaian kepemilikan antara PT Danantara Asset Management dan BP BUMN.
Dengan melihat sumber tersebut, jawaban atas pertanyaan Bank Mandiri swasta atau BUMN dapat dipastikan berdasarkan data perusahaan, bukan sekadar asumsi.
Baca Juga: Bank Milik BUMN Apa Saja? Ini Daftar, Ciri, dan Bedanya dengan Bank Swasta
Mini FAQ
Bank Mandiri swasta atau BUMN?
Bank Mandiri merupakan BUMN. Nama resminya adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan struktur kepemilikannya tetap berkaitan dengan Negara Republik Indonesia melalui mekanisme BUMN yang berlaku.
Apakah Bank Mandiri termasuk bank negeri?
Dalam penggunaan sehari-hari Bank Mandiri sering disebut bank pemerintah atau bank negeri. Secara badan usaha, istilah yang lebih tepat adalah BUMN berbentuk Persero.
Kenapa saham Bank Mandiri bisa dibeli masyarakat?
Bank Mandiri merupakan perusahaan terbuka atau Tbk sehingga sebagian sahamnya dapat diperdagangkan dan dimiliki publik melalui pasar modal.
Apakah status Tbk membuat Bank Mandiri menjadi bank swasta?
Tidak. Status Tbk menunjukkan bahwa perusahaan merupakan perusahaan terbuka. Status tersebut tidak otomatis mengubah Bank Mandiri menjadi perusahaan swasta.
Siapa pemegang saham terbesar Bank Mandiri pada 2026?
Keterbukaan informasi Bank Mandiri pada 2026 mencatat PT Danantara Asset Management memiliki sekitar 51,48% saham Bank Mandiri, disertai kepemilikan BP BUMN sekitar 0,52%, INA 8%, dan publik sekitar 40%.
Apakah Bank Mandiri diawasi OJK?
Ya. Sebagai bank umum di Indonesia, Bank Mandiri menjalankan kegiatan perbankan dalam kerangka pengaturan dan pengawasan Otoritas Jasa Keuangan.
Ringkasan
Bank Mandiri bukan bank swasta, melainkan BUMN dengan nama resmi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Status Tbk membuat saham Bank Mandiri dapat dimiliki masyarakat, tetapi tidak menghilangkan status perusahaan sebagai BUMN.
Pada 2026, struktur kepemilikannya mencakup sekitar 51,48% PT Danantara Asset Management, 0,52% BP BUMN, 8% Indonesia Investment Authority, dan 40% publik. Struktur tersebut merupakan hasil penyesuaian regulasi BUMN dan tidak berarti Bank Mandiri berubah menjadi bank swasta.
Referensi
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk — Laporan Tahunan 2025. Memuat komposisi pemegang saham, status PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, saham Seri A Dwiwarna, serta perubahan kepemilikan pada Januari 2026. (Bank Mandiri)
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk — Keterbukaan Informasi Transaksi Afiliasi 2026. Memuat struktur kepemilikan sekitar 51,48% DAM, 0,52% BP BUMN, 8% INA, dan 40% publik serta hubungan pengendalian dengan Republik Indonesia. (Bank Mandiri)
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk — Materi RUPS Tahunan 2026. Menjelaskan penyesuaian Anggaran Dasar terhadap perubahan UU BUMN dan hak istimewa Saham Seri A Dwiwarna. (Bank Mandiri)




