Jumlah BUMN di Indonesia, Ini Data Resmi dan Daftar 65 Perusahaannya

Jumlah BUMN di Indonesia, Ini Data Resmi dan Daftar 65 Perusahaannya

Jumlah BUMN di Indonesia yang tercatat dalam Portofolio BUMN per 31 Desember 2023 mencapai 65 perusahaan. Jumlah ini turun dari 74 BUMN pada tahun sebelumnya setelah adanya penggabungan, pembubaran, pengalihan saham, serta penataan sejumlah perusahaan milik negara.

Dalam artikel ini, pembaca dapat melihat jumlah BUMN di Indonesia sekaligus daftar nama perusahaannya berdasarkan data resmi pemerintah. Memasuki 2026, penataan BUMN masih terus berlangsung, termasuk pada anak dan cucu perusahaan, sehingga struktur perusahaan negara masih dapat mengalami perubahan.

Jumlah BUMN di Indonesia Berdasarkan Data Resmi

Laporan Portofolio Badan Usaha Milik Negara menyebut bahwa pada 31 Desember 2023 Republik Indonesia memiliki 65 BUMN yang berada dalam pembinaan langsung Kementerian BUMN saat itu. Jumlah tersebut berkurang sembilan perusahaan dibandingkan 2022 yang masih mencatat 74 BUMN.

Penurunan jumlah tersebut terjadi karena enam BUMN dilikuidasi, satu BUMN dipindahkan pembinaannya, saham pemerintah pada satu BUMN dialihkan kepada BUMN lainnya, serta satu perusahaan mengalami penggabungan.

Artinya, ketika pembaca menemukan angka berbeda mengenai jumlah BUMN, tahun data dan cakupan perusahaan yang dihitung perlu diperiksa terlebih dahulu. Jumlah BUMN induk tidak sama dengan keseluruhan anak usaha, cucu usaha, atau perusahaan yang berada dalam sebuah holding BUMN.

Baca Juga: Berapa Total BUMN di Indonesia? Cek Daftar Perusahaannya

Daftar 65 BUMN dalam Portofolio Resmi

Berikut nama 65 perusahaan yang tercantum dalam Portofolio BUMN per 31 Desember 2023. Daftar ini mencakup perusahaan dari sektor perbankan, energi, konstruksi, asuransi, transportasi, telekomunikasi, pangan, pertambangan, perkebunan, manufaktur, kesehatan hingga perusahaan yang masuk kelompok pengelolaan Danareksa-PPA.

Kelompok UsahaNama BUMN
Jasa KeuanganPT Bank Mandiri (Persero) Tbk.; PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.; PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.; PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Energi, Minyak, dan GasPT Perusahaan Listrik Negara (Persero); PT Pertamina (Persero)
InfrastrukturPT Waskita Karya (Persero) Tbk.; PT Hutama Karya (Persero); PT Jasa Marga (Persero) Tbk.; PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.; PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.; PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.; PT Adhi Karya (Persero) Tbk.; Perum Pembangunan Perumahan Nasional; PT Brantas Abipraya (Persero)
Asuransi dan Dana PensiunPT Taspen (Persero); PT ASABRI (Persero); PT Asuransi Jiwasraya (Persero); PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero); PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero)
Pariwisata dan PendukungPT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.; Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia atau AirNav Indonesia; PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney
Telekomunikasi dan MediaPT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.; Perum Percetakan Uang Republik Indonesia atau Peruri
Pangan dan PupukPT Pupuk Indonesia (Persero); Perum BULOG; PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD
Mineral dan BatubaraPT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID
LogistikPT Pelabuhan Indonesia (Persero); PT Kereta Api Indonesia (Persero); PT Pos Indonesia (Persero); PT ASDP Indonesia Ferry (Persero); PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero); PT Industri Kereta Api (Persero); Perum DAMRI
Perkebunan dan KehutananPT Perkebunan Nusantara III (Persero); Perum Perhutani
ManufakturPT Krakatau Steel (Persero) Tbk.; PT Len Industri (Persero); PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero)
KesehatanPT Bio Farma (Persero)
Danareksa-PPA dan Titip KelolaPT Produksi Film Negara (Persero); PT Varuna Tirta Prakasya (Persero); PT Barata Indonesia (Persero); PT Danareksa (Persero); PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero); Perum Jasa Tirta II; PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero); PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (Persero); Perum Jasa Tirta I; PT Boma Bisma Indra (Persero); PT Industri Kapal Indonesia (Persero); PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero); PT Yodya Karya (Persero); PT Virama Karya (Persero); Perum Lembaga Kantor Berita Nasional Antara; PT Indra Karya (Persero); PT Djakarta Lloyd (Persero); Perum Percetakan Negara Republik Indonesia; PT Amarta Karya (Persero); PT Indah Karya (Persero); PT Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero); PT Primissima (Persero); PT Semen Kupang (Persero)

Beberapa perusahaan dalam daftar tersebut berada dalam mekanisme titip kelola atau proses penataan sehingga status dan struktur korporasinya dapat mengalami perubahan setelah periode laporan. Karena itu, pembaca yang membutuhkan informasi perusahaan untuk kepentingan rekrutmen atau administrasi sebaiknya tetap memeriksa portal resmi perusahaan terkait.

Baca Juga: Perusahaan BUMN Itu Apa Saja? Simak Daftar dan Peluangnya

Perbedaan Jumlah BUMN dengan Anak Perusahaan BUMN

Angka 65 tidak berarti hanya terdapat 65 badan usaha yang berada dalam keseluruhan ekosistem perusahaan negara. Banyak BUMN memiliki anak, cucu, hingga perusahaan afiliasi yang menjalankan bidang usaha berbeda.

Sebagai contoh, sebuah holding BUMN dapat memiliki beberapa anggota holding sekaligus berbagai anak perusahaan. Karena itu, ketika seluruh entitas dalam ekosistem BUMN dihitung, jumlahnya dapat mencapai ratusan bahkan lebih dari seribu perusahaan.

Perbedaan cakupan tersebut menjelaskan mengapa pembaca dapat menemukan informasi yang menyebut 65 BUMN, tetapi pada berita mengenai Danantara muncul angka ratusan hingga seribuan perusahaan. Angka besar tersebut tidak hanya menghitung BUMN induk, tetapi juga entitas lain dalam grup perusahaan negara.

Baca Juga: Anak Perusahaan BUMN Apa Saja? Simak Penjelasannya

Mini FAQ

Berapa jumlah BUMN di Indonesia?

Portofolio BUMN per 31 Desember 2023 mencatat sebanyak 65 Badan Usaha Milik Negara. Jumlah tersebut turun dari 74 BUMN pada tahun 2022.

Kenapa jumlah BUMN berkurang menjadi 65 perusahaan?

Perubahan jumlah terjadi karena restrukturisasi, pembubaran perusahaan, penggabungan, pengalihan saham pemerintah, serta perubahan pembinaan beberapa BUMN.

Apakah anak perusahaan BUMN termasuk dalam jumlah 65 BUMN?

Tidak. Angka 65 merujuk pada BUMN dalam portofolio resmi per 31 Desember 2023. Anak perusahaan, cucu perusahaan, dan entitas afiliasi dapat dihitung secara terpisah.

Apa saja contoh BUMN terbesar di Indonesia?

Beberapa nama yang tercantum dalam portofolio BUMN antara lain Pertamina, PLN, Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, Telkom Indonesia, KAI, Pelindo, Garuda Indonesia, dan Hutama Karya.

Apakah jumlah BUMN pada 2026 masih 65 perusahaan?

Angka 65 merupakan jumlah yang tercatat secara eksplisit dalam Portofolio BUMN per 31 Desember 2023. Pada 2026 proses restrukturisasi dan perampingan perusahaan negara, termasuk anak dan cucu usaha, masih berlangsung sehingga perlu melihat tahun serta cakupan data saat membandingkan jumlah perusahaan.

Ringkasan

Jumlah BUMN di Indonesia dalam Portofolio BUMN resmi per 31 Desember 2023 tercatat sebanyak 65 perusahaan, turun dari 74 BUMN pada 2022 dan 92 BUMN pada 2021. Perusahaan tersebut tersebar dalam sektor perbankan, energi, infrastruktur, asuransi, pariwisata, telekomunikasi, pangan, pertambangan, transportasi, perkebunan, manufaktur, kesehatan, hingga kelompok perusahaan yang berada dalam pengelolaan Danareksa-PPA.

Pada 2026, penataan struktur BUMN masih berlanjut dan turut menyasar anak serta cucu perusahaan. Oleh sebab itu, angka jumlah BUMN harus selalu dibaca berdasarkan periode dan cakupan datanya agar tidak tercampur dengan jumlah seluruh entitas dalam ekosistem perusahaan negara.

Bagikan :

Dapatkan Promo Belajar 2026

KODE VOUCHER JADIBUMN - ARTIKEL - PROMO 9.9
KODE VOUCHER JADIBUMN - ARTIKEL - PROMO 9.9
previous arrow
next arrow

Artikel BUMN Lainnya :

Siap Hadapi Tes BUMN

Dapatkan arahan belajar sesuai target instansi BUMN yang ingin kamu tuju.

Dapatkan Loker BUMN

Cek informasi lowongan BUMN terbaru, lengkap dengan posisi, kualifikasi, dan link pendaftaran resminya.

Akses Bimbel BUMN Sekarang!