Nama nama BUMN di Indonesia saat ini berjumlah 65 perusahaan yang tersebar di berbagai sektor strategis.
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki peran vital dalam perekonomian nasional, mulai dari menyediakan energi, layanan perbankan, infrastruktur, hingga ketahanan pangan.
Di tahun 2025, BUMN terus bertransformasi melalui digitalisasi dan restrukturisasi untuk meningkatkan efisiensi serta daya saing global.
Pengertian BUMN dan Dasar Hukumnya

Sumber Gambar : bumn.go.id
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003, BUMN adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan. Selain itu, pengelolaan BUMN juga diatur dalam Peraturan Pemerintah dan Keputusan Menteri BUMN yang mengatur lebih lanjut mengenai operasional dan tata kelola perusahaan.
Kementerian BUMN terus melakukan perampingan dan perbaikan portofolio melalui restrukturisasi korporasi seperti holding, merger, dan akuisisi sejak tahun 2020. Program ini ditargetkan dalam 5 tahun ke depan akan membuat jumlah BUMN menjadi lebih efisien dengan jumlah kurang dari 70 BUMN.
Baca Juga : Bentuk-Bentuk BUMN di Indonesia Lengkap Penjelasan
Jenis-Jenis BUMN di Indonesia
BUMN dikategorikan menjadi dua jenis utama berdasarkan bentuk hukumnya:
1. Perusahaan Perseroan (Persero)
Persero adalah BUMN yang berbentuk perseroan terbatas dengan modal yang terbagi dalam saham. Sebagian atau seluruh sahamnya dimiliki oleh negara. Contohnya adalah PT Pertamina, PT PLN, dan PT Bank Mandiri.
2. Perusahaan Umum (Perum)
Perum adalah BUMN yang seluruh modalnya dimiliki negara dan tidak terbagi atas saham. Tujuan utamanya adalah melayani kepentingan umum dengan tetap memperhatikan prinsip pengelolaan perusahaan yang sehat. Misalnya, Perum BULOG dan Perum Perhutani.
Nama Nama BUMN Berdasarkan Sektor
Berdasarkan data terkini dari Kementerian BUMN, berikut adalah nama nama BUMN yang dikelompokkan menurut 12 klaster sektor usaha:
A. Sektor Energi, Minyak, dan Gas
- PT Pertamina (Persero) – Perusahaan terbesar di Indonesia dengan pendapatan mencapai Rp820,65 triliun pada tahun fiskal 2024. Mengelola eksplorasi minyak dan gas dari hulu hingga hilir, termasuk distribusi dan niaga gas.
- PT PLN (Persero) – Operator listrik nasional yang bergerak di bidang pembangkitan, transmisi, dan distribusi listrik dengan pendapatan Rp368,17 triliun.
- PT Perusahaan Gas Negara (PGN) – Mengelola distribusi dan transmisi gas untuk keperluan industri dan rumah tangga.
B. Sektor Perbankan dan Keuangan
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk – Bank dengan jaringan terluas hingga pelosok dengan aset Rp1.992,98 triliun dan laba bersih mencapai Rp64,7 triliun pada 2023.
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk – Bank terbesar di Indonesia dengan total aset Rp2.427,23 triliun dan laba bersih Rp59 triliun.
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk – Salah satu bank BUMN terbesar dengan laba bersih Rp22,5 triliun.
- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk – Fokus pada pembiayaan perumahan dan KPR.
- PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) – Beroperasi sebagai Indonesia Financial Group (IFG), holding asuransi yang mengembangkan industri keuangan nonbank.
- PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) – Asuransi khusus untuk TNI, Polri, dan ASN Kementerian Pertahanan.
- PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) – Menangani bisnis reasuransi jiwa dan reasuransi umum.
- PT Taspen (Persero) – Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri untuk PNS dan pejabat negara.
C. Sektor Telekomunikasi dan Media
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk – Operator telekomunikasi terbesar dengan pendapatan Rp143,21 triliun dan laba bersih Rp26,4 triliun. Mengelola layanan telekomunikasi, internet, dan jaringan data.
- PT Indosat Tbk – Penyedia layanan telekomunikasi seluler dan internet.
D. Sektor Pertambangan dan Mineral
- PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID) – Holding industri pertambangan yang mengelola hasil SDA mineral strategis seperti aluminium, bauksit, batu bara, tembaga, feronikel, emas, dan timah dengan laba bersih Rp26,2 triliun.
- PT Aneka Tambang (Persero) Tbk – Menambang dan mengolah emas, nikel, bauksit, dan mineral lainnya.
- PT Bukit Asam (Persero) Tbk – Perusahaan pertambangan batu bara terbesar di Indonesia.
- PT Timah (Persero) Tbk – Produsen timah terbesar di dunia.
E. Sektor Konstruksi dan Infrastruktur
- PT Jasa Marga (Persero) Tbk – Pengelola jalan tol dengan pendapatan Rp22 triliun dan laba Rp7,3 triliun.
- PT Wijaya Karya (Persero) Tbk – Bergerak di bidang infrastruktur, gedung, energi, industrial plant, dan properti dengan pendapatan Rp24 triliun.
- PT Adhi Karya (Persero) Tbk – Perusahaan konstruksi dengan pendapatan Rp21 triliun.
- PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk – Mengembangkan proyek konstruksi dan properti.
- PT Waskita Karya (Persero) Tbk – Spesialis konstruksi infrastruktur besar.
- PT Hutama Karya (Persero) – Membangun infrastruktur jalan tol dan jembatan.
- PT Perusahaan Perumahan Nasional (Perumnas) – Menyediakan perumahan layak huni untuk masyarakat menengah ke bawah.
F. Sektor Kesehatan dan Farmasi
- PT Bio Farma (Persero) – Menyediakan dan mengembangkan produk life science berstandar internasional, termasuk vaksin.
- PT Kimia Farma (Persero) Tbk – Produsen obat-obatan dan pengelola apotek.
- PT Indofarma (Persero) Tbk – Perusahaan farmasi yang memproduksi berbagai jenis obat.
G. Sektor Pupuk dan Agrokimia
- PT Pupuk Indonesia (Persero) – Holding pupuk yang mengelola produksi pupuk, petrokimia, agrokimia, dan kimia lainnya dengan laba bersih Rp6,6 triliun.
- PT Pupuk Kujang (Persero) – Memproduksi pupuk urea dan non-urea.
- PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Persero) – Produsen pupuk di wilayah Sumatera Selatan.
H. Sektor Pangan dan Logistik
- Perum BULOG – Berfokus pada pengelolaan logistik pangan pokok seperti beras, gula pasir, dan jagung untuk stabilisasi harga.
- PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) – Bergerak di agro industri mencakup gula, kelapa sawit, karet, teh, serta farmasi dan alat kesehatan.
- PT Perkebunan Nusantara (PTPN) – Mengelola perkebunan sawit, karet, tebu, teh, dan komoditas lainnya dengan laba bersih Rp2,95 triliun.
I. Sektor Kehutanan
- Perum Perhutani – Mengelola sumber daya hutan di Pulau Jawa untuk kelestarian lingkungan dan sistem sosial ekonomi masyarakat perhutanan.
J. Sektor Transportasi dan Pelayaran
- PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) – Hasil merger empat pelabuhan dengan pendapatan Rp32,01 triliun dan laba bersih Rp4,1 triliun.
- PT Kereta Api Indonesia (Persero) – Operator kereta api nasional untuk penumpang dan kargo.
- PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk – Maskapai penerbangan nasional dengan laba bersih Rp4,1 triliun pada 2023.
- PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) – Holding penerbangan dan pariwisata dengan pendapatan Rp25 triliun.
- PT Angkasa Pura I (Persero) – Mengelola bandara di Indonesia Timur dan Tengah.
- PT Angkasa Pura II (Persero) – Mengelola bandara di Indonesia Barat termasuk Soekarno-Hatta.
K. Sektor Industri Strategis dan Pertahanan
- PT Len Industri (Persero) – Bergerak di industri pertahanan, sinyaling kereta api, energi terbarukan, dan teknologi informasi.
- PT Pindad (Persero) – Produsen peralatan militer dan komersial.
- PT Dirgantara Indonesia (Persero) – Industri pesawat terbang dan komponen kedirgantaraan.
- PT PAL Indonesia (Persero) – Galangan kapal perang dan kapal komersial.
- PT Dahana (Persero) – Produsen bahan peledak untuk pertambangan dan pertahanan.
L. Sektor Semen
- PT Semen Indonesia (Persero) Tbk – Holding semen terbesar dengan pendapatan Rp34,96 triliun dan laba bersih Rp2,3 triliun.
M. Sektor Percetakan dan Keamanan
- Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) – Mencetak uang, dokumen negara, dan menyediakan solusi keamanan digital.
BUMN Terbesar Berdasarkan Pendapatan 2025
Berdasarkan Fortune Indonesia 100: 2025, terdapat 21 perusahaan BUMN yang masuk dalam daftar perusahaan terbesar di Indonesia. Meskipun jumlahnya hanya seperlima, total pendapatan mereka setara 52 persen dari total pendapatan Fortune Indonesia 100.
Berikut 10 BUMN dengan pendapatan tertinggi:
- PT Pertamina – Rp820,65 triliun
- PT PLN – Rp368,17 triliun
- PT Bank Rakyat Indonesia – Rp191,73 triliun
- PT Telkom Indonesia – Rp143,21 triliun
- PT Bank Mandiri – Rp141,64 triliun
- MIND ID – Rp93,75 triliun
- PT Bank Negara Indonesia – Rp85 triliun
- PT Semen Indonesia – Rp34,96 triliun
- PT Pelabuhan Indonesia – Rp32,01 triliun
- Indonesia Financial Group – Rp28,29 triliun
Peran Strategis BUMN dalam Perekonomian

BUMN memiliki beberapa peran krusial dalam pembangunan nasional:
1. Penyedia Layanan Publik
Di sektor-sektor yang keuntungan langsung sulit dicapai seperti listrik dan transportasi ke daerah terpencil, BUMN hadir untuk menjamin konektivitas dan pelayanan dasar sampai ke daerah luar kota.
2. Penggerak Ekonomi Nasional
Berdasarkan data Kementerian BUMN, pendapatan konsolidasi BUMN tahun 2023 mencapai Rp2.932,64 triliun, naik 0,47 persen dibanding 2022. Aset seluruh BUMN hingga akhir 2023 tercatat sebesar Rp10.401,5 triliun, naik 6,26 persen dibanding tahun sebelumnya.
3. Penyumbang Pendapatan Negara
BUMN menyetorkan dividen kepada negara sebesar Rp85,5 triliun pada tahun 2024. Target dividen untuk tahun 2025 diperkirakan mencapai Rp90 triliun, menunjukkan kontribusi signifikan terhadap keuangan negara.
4. Pencipta Lapangan Kerja
Jumlah karyawan BUMN mencapai lebih dari 1,6 juta orang yang tersebar di berbagai sektor usaha. Selain itu, Rekrutmen Bersama BUMN 2025 membuka lebih dari 2.000 lowongan kerja di 107 perusahaan BUMN dan anak usahanya.
5. Akselerator Proyek Strategis Nasional
Sebanyak 81 Proyek Strategis Nasional didukung BUMN dengan nilai investasi lebih dari Rp711 triliun, termasuk infrastruktur jalan tol, pembangkit listrik, dan proyek hilirisasi.
Transformasi BUMN di Era Digital 2025
Di tengah arus globalisasi dan transformasi digital, BUMN terus beradaptasi dengan melakukan beberapa langkah strategis:
Digitalisasi Operasional
PT Telkom Indonesia dan PT Telkomsel memimpin transformasi digitalisasi, termasuk peluncuran 5G Mining hasil kolaborasi dengan PT Freeport Indonesia.
Energi Baru Terbarukan
PT PLN menggarap pembangunan pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) berkapasitas 20,09 gigawatt (GW) pada 2025 sebagai bagian dari komitmen Indonesia terhadap transisi energi hijau.
Restrukturisasi dan Efisiensi
Pemerintah Indonesia pada Maret 2025 menyerahkan mayoritas saham dari 49 BUMN ke Badan Pengelola Investasi Danantara sebagai bagian dari upaya membentuk holding operasional yang lebih efisien. Total aset yang dikelola Danantara menjadikannya sovereign wealth fund keempat terbesar di dunia.
Peningkatan Kinerja Global
Sebanyak 20 BUMN masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 tahun 2024, dan 4 BUMN masuk dalam Forbes Global 2000 tahun 2024, membuktikan daya saing BUMN di tingkat internasional.
Tantangan BUMN di 2025
Meski mencatatkan pertumbuhan positif, BUMN menghadapi beberapa tantangan:
- Adaptasi Teknologi Digital – Tidak semua BUMN memiliki kesiapan infrastruktur digital dan SDM yang mumpuni untuk transformasi digital secara cepat.
- Peningkatan Kualitas SDM – BUMN perlu meningkatkan produktivitas, profesionalisme, serta mengubah budaya kerja agar lebih dinamis dan inovatif.
- Persaingan Global – Di era pasar bebas, BUMN harus mampu bersaing dengan perusahaan multinasional yang memiliki modal dan teknologi lebih canggih.
- Efisiensi Operasional – Restrukturisasi terus dilakukan untuk mengurangi birokrasi dan meningkatkan efisiensi pengelolaan.
Baca Juga : Pensiun BUMN 2025 : Syarat Usia & Besaran Manfaat
Nama nama BUMN di Indonesia tahun 2025 berjumlah 65 perusahaan yang tersebar di 12 klaster sektor strategis. Dari sektor energi yang dipimpin Pertamina dengan pendapatan Rp820 triliun, perbankan yang dikuasai Bank Mandiri dengan aset Rp2.427 triliun, hingga telekomunikasi yang dikelola Telkom Indonesia dengan laba bersih Rp26,4 triliun – semua menunjukkan peran vital BUMN dalam perekonomian nasional. Dengan transformasi digital yang terus berjalan dan restrukturisasi melalui Danantara, BUMN diharapkan semakin efisien dan kompetitif di tingkat global sambil tetap menjalankan fungsi pelayanan publik untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Sumber Referensi
- Kementerian BUMN RI. (2025). “Portofolio Klaster Usaha BUMN.” Diakses dari https://bumn.go.id/portofolio/klaster-usaha
- Fortune Indonesia. (2025). “21 Perusahaan BUMN yang Masuk Fortune Indonesia 100 2025.”
- Kumparan. (2025). “64 Daftar BUMN di Indonesia 2025 dan Kategori Usahanya.”
- Patrolmedia. (2025). “65 Daftar BUMN Indonesia 2025 Beserta Anak Perusahaannya.” Maret 2025.
- Wikipedia. (2025). “Daftar Badan Usaha Milik Negara di Indonesia.” Oktober 2025.
Testimoni jadiBUMN




Program Premium Bimbel jadiBUMN 2025
“Semakin sering latihan soal akan semakin terbiasa, semakin cepat, semakin teliti dan semakin tepat mengerjakan soal-soal Rekrutmen BUMN 2025 ” 🌟
Kunci sukses Tes Rekrutmen BUMN adalah membiasakan diri mengerjakan ribuan tipe soal Tes Rekrutmen BUMN seperti anak bayi yang belajar berjalan terasa berat diawal dan akan terbiasa bila terus dilatih hingga bisa berlari kencang.



📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi jadiBUMN: Temukan aplikasi jadiBUMN di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun jadiBUMN Anda melalui aplikasi atau situs web.
- Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
- Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELBUMN” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
- Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES163797”, masukkan untuk diskon tambahan.
- Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
- Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.