Istilah BUMS sering muncul ketika membahas pelaku ekonomi di Indonesia bersama Badan Usaha Milik Negara atau BUMN dan Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD. Perbedaan utama ketiganya dapat dilihat dari pihak yang memiliki atau mengendalikan badan usaha tersebut.
Badan Usaha Milik Swasta memiliki peran besar dalam kegiatan ekonomi karena bergerak di berbagai sektor, mulai dari industri makanan, perdagangan, perbankan, otomotif, teknologi hingga jasa.
Beberapa perusahaan besar yang produknya digunakan masyarakat sehari-hari juga merupakan perusahaan yang kepemilikannya berada pada pihak swasta.
Daftar Isi
Memahami Pengertian BUMS dan Relevansinya dengan Rekrutmen BUMN

Pengertian BUMS atau Badan Usaha Milik Swasta adalah perusahaan yang dimiliki oleh pihak swasta atau perorangan, bukan milik negara. Berbeda dengan BUMN yang adalah Badan Usaha Milik Negara, BUMS berkembang secara independen dan bertujuan mendapatkan keuntungan bagi pemiliknya. Dalam konteks Rekrutmen Bersama BUMN, penting mengenali perbedaan ini agar kamu tidak salah fokus saat melamar kerja.
Meskipun kamu mungkin ingin langsung masuk ke dunia BUMN yang menawarkan stabilitas dan prospek karier menarik memahami pengertian BUMS membantu kamu mengenali jenis perusahaan mana saja yang bukan BUMN dan memetakan strategi kamu.
Fokus utama kamu tentu harus ke proses rekrutmen resmi dari BUMN yang punya sistem seleksi terstruktur dan kompetitif.
Baca juga: Strategi Persiapan Tes TKD BUMN untuk Pemula
Perbedaan BUMS dan BUMN
Perbedaan paling mendasar antara BUMS dengan BUMN terletak pada kepemilikan dan hubungan badan usaha dengan negara.
Definisi BUMN yang berlaku saat ini perlu mengacu pada Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN.
Dalam Pasal 1, BUMN didefinisikan sebagai badan usaha yang memenuhi setidaknya salah satu dari dua kondisi, yaitu seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki Negara Republik Indonesia melalui penyertaan langsung, atau terdapat hak istimewa yang dimiliki Negara Republik Indonesia.
Definisi tersebut penting karena aturan terbaru tidak lagi tepat jika disederhanakan hanya menjadi “BUMN adalah perusahaan dengan minimal 51% saham pemerintah”.
Berikut gambaran perbedaannya:
| Aspek | BUMS | BUMN |
|---|---|---|
| Kepanjangan | Badan Usaha Milik Swasta | Badan Usaha Milik Negara |
| Kepemilikan | Pihak swasta | Memenuhi ketentuan kepemilikan atau hak istimewa negara berdasarkan UU BUMN |
| Modal | Berasal dari pihak swasta atau pemegang saham | Berkaitan dengan penyertaan langsung negara sesuai ketentuan atau terdapat hak istimewa negara |
| Pengelolaan | Berdasarkan organ dan pemilik perusahaan swasta | Mengikuti tata kelola dan ketentuan khusus BUMN |
| Orientasi usaha | Umumnya memperoleh keuntungan dan mengembangkan usaha | Dapat memperoleh keuntungan sekaligus menjalankan peran yang ditetapkan dalam kebijakan BUMN |
| Contoh | Astra, Indofood, Unilever Indonesia, Mayora | Perusahaan yang memenuhi kriteria BUMN menurut peraturan yang berlaku |
| Dasar penggolongan | Kepemilikan swasta | Ditentukan berdasarkan UU BUMN |
Perubahan regulasi BUMN juga perlu diperhatikan. UU Nomor 16 Tahun 2025 mulai berlaku pada 6 Oktober 2025 dan merupakan perubahan keempat atas UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN.
Karena itu, artikel yang masih menyebut bahwa setiap BUMN semata-mata ditentukan oleh “minimal 51% modal negara” perlu diperiksa kembali berdasarkan aturan terbaru.
Mengulas Tahapan Seleksi Rekrutmen Bersama BUMN
Rekrutmen Bersama BUMN biasanya melalui tahapan yang cukup lengkap dan sistematis. Kamu harus melewati setiap prosedur dengan baik untuk bisa masuk ke tahap berikutnya. Berikut gambaran umum tahapan seleksi yang umum dilakukan:
- Registrasi Online dan Seleksi Administrasi: Kamu harus mendaftar lewat portal resmi, melengkapi berkas seperti CV, ijazah, dan dokumen pendukung. Pastikan data akurat dan lengkap.
- Tes Online Tahap 1: TKD, AKHLAK & TWK: Tes Kemampuan Dasar (TKD) mengevaluasi kemampuan numerik, verbal, dan logika. Tes AKHLAK mengevaluasi sikap dan nilai integritas yang menjadi core values BUMN. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) menguji pengetahuan tentang negara Indonesia.
- Tes Online Tahap 2: Bahasa Inggris & Learning Agility: Bahasa Inggris menguji kemampuan komunikasi internasional. Sementara Learning Agility mengukur kemampuan belajar cepat dan adaptasi kamu terhadap perubahan.
- Tes Kompetensi Bidang (TKB): Biasanya disesuaikan dengan posisi yang kamu lamar, seperti keahlian teknis, administrasi, atau pemasaran.
- Wawancara (User & HR): Sesi ini menguji sikap, motivasi, dan kecocokan kamu dengan budaya perusahaan. Persiapkan jawaban yang menunjukkan passion dan nilai AKHLAK.
- Medical Check-Up (MCU): Pastikan kondisi kesehatan kamu memenuhi standar perusahaan.
- Inaugurasi: Tahap akhir pengumuman kelulusan dan penempatan kerja.
Memahami tahapan ini bisa membuat kamu lebih fokus belajar dan siap mental. Jangan lupa untuk cek selalu informasi terkini di situs resmi karena jadwal dan prosedur bisa berubah sesuai kebijakan BUMN.
Baca juga: Tips Menghadapi Tes Wawancara BUMN dengan Percaya Diri
Materi Penting Dalam Tes TKD dan AKHLAK yang Perlu Kamu Kuasai

Salah satu kunci utama lolos seleksi BUMN ada pada pemahaman materi tes, khususnya TKD dan AKHLAK. TKD sendiri terbagi dalam beberapa bagian:
- Numerik: Berisi soal hitungan cepat, deret angka, perbandingan bilangan, dan soal matematika dasar.
- Verbal: Menganalisis sinonim, antonim, analogi, dan pemahaman bacaan singkat.
- Logika: Tes nalar dengan soal pola, deduksi, dan interpretasi data.
Sementara tes AKHLAK berfokus pada pemeriksaan nilai integritas, loyalitas, dan etika kerja yang sesuai dengan core values BUMN, meliputi Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
Contohnya, kamu bisa menghadapi soal seperti ini di TKD:
Soal: “Jika 3x + 5 = 20, maka nilai x adalah?”
Jawaban: Kurangi kedua sisi dengan 5 menjadi 3x = 15, selanjutnya bagi dengan 3 hasilnya x = 5.
Jangan lupa perbanyak latihan soal untuk meningkatkan kecepatan dan ketepatanmu karena waktu pengerjaan tes biasanya terbatas.
Baca juga: Cara Efektif Meningkatkan Skor Tes Bahasa Inggris BUMN
Strategi Efektif Menghadapi Wawancara dan Medical Check-Up
Wawancara sering menjadi momok bagi banyak peserta. Sebaiknya kamu persiapkan diri dengan memahami profil BUMN yang dilamar dan nilai-nilai AKHLAK yang dianut. Jawaban kamu sebaiknya mencerminkan kejujuran, komitmen, dan kemampuan beradaptasi.
Contoh pertanyaan umum: “Bagaimana kamu menunjukkan nilai AKHLAK dalam kehidupan sehari-hari?” Kamu bisa jawab dengan kisah konkret, misalnya bagaimana kamu bekerja harmonis dalam tim.
Medical Check-Up pun tak kalah penting. Jaga kondisi fisik dengan pola hidup sehat, istirahat cukup, dan hindari konsumsi obat-obatan tanpa resep sebelum tes.
Jika butuh latihan simulasi wawancara dan tryout soal, kamu bisa pertimbangkan untuk menggunakan platform bimbingan belajar terpercaya seperti JadiBUMN yang menyediakan materi lengkap dan simulasi agar kamu makin percaya diri.
Baca juga: Tips Menyusun CV yang Menarik untuk Rekrutmen BUMN
Mini FAQ
Kalau belum punya pengalaman kerja, masih bisa lolos BUMN nggak?
Pastinya bisa! BUMN banyak membuka posisi entry-level khusus fresh graduate. Fokus saja pada penguasaan materi dan sikap positif.
Lebih baik fokus belajar TKD dulu atau AKHLAK barengan?
Keduanya penting dan saling melengkapi. Namun, mulai dengan TKD karena materi teknis ini kerap jadi penyaring awal.
Nilai tes BUMN bisa diulang di tahun berikutnya nggak?
Bisa, biasanya kamu bisa daftar ulang di batch seleksi berikutnya, tapi cek aturan resmi tiap BUMN.
Jurusan non-linear bisa daftar ke semua posisi BUMN nggak?
Bisa, selama persyaratan posisi itu tidak spesifik jurusan. Banyak posisi administratif dan operasional terbuka untuk semua jurusan.
Kalau gagal di tahap awal, masih bisa daftar lagi di batch berikutnya?
Bisa sangat bisa. Jangan patah semangat, terus belajar dan perbaiki strategi persiapan kamu.
Ringkasan
Memahami pengertian BUMS membantu kamu mengenali dunia perusahaan swasta sekaligus membedakannya dengan BUMN yang jadi tujuan utama di Rekrutmen Bersama BUMN. Selanjutnya, kenali setiap tahapan seleksi dari administrasi hingga MCU agar prosesmu lebih terencana. Kuasai materi TKD dan AKHLAK dengan rutin berlatih soal dan pahami nilai budaya kerja BUMN.
Persiapkan juga strategi wawancara dan jaga kondisi kesehatan untuk melewati Medical Check-Up. Jangan lupa manfaatkan sumber belajar terpercaya agar persiapan kamu lebih optimal dan terarah. Terus semangat dan tetap fokus, kesempatan bekerja di BUMN bukan hanya impian, tapi bisa kamu raih dengan langkah tepat!




