Tes Rekrutmen PLN Lengkap dengan Strategi Lolos Terbaik!

tes rekrutmen pln

Tes Rekrutmen PLN – menjadi salah satu topik paling dicari pencari kerja karena PLN merupakan BUMN strategis dengan benefit dan jenjang karier yang jelas. Setiap tahun, ribuan pelamar bersaing ketat untuk jumlah formasi yang terbatas.

Pada Rekrutmen Nasional PLN 2025, seleksi tidak hanya menguji akademik, tetapi juga meliputi administrasi, tes adaptif, psikologi, kesehatan, hingga wawancara. Kunci lolosnya bukan sekadar pintar, melainkan memahami alur tes dan menyiapkan strategi yang tepat.

Memahami pola tes PLN juga bermanfaat untuk persiapan Rekrutmen Bersama BUMN dan CASN, karena banyak konsep ujiannya serupa.

Gambaran Umum Tes Rekrutmen PLN 2025: Alur, Jadwal, dan Syarat

Gambaran Umum Tes Rekrutmen PLN 2025: Alur, Jadwal, dan Syarat

Sebelum membahas taktik per tahap, kamu perlu memetakan dulu gambaran besarnya. Anggap ini seperti peta tempur: kamu harus tahu kapan dimulai, apa saja tahapannya, dan standar minimal yang PLN cari dari seorang kandidat.

Jadwal dan alur besar seleksi

Berdasarkan pola Rekrutmen Nasional PLN 2025, alur besarnya dapat diringkas seperti ini:

  1. Pendaftaran online
    Pendaftaran dibuka sekitar 1 sampai 5 Oktober 2025 sampai pukul 23.59 WIB. Jalur ini dilakukan terpusat lewat situs resmi rekrutmen.pln.co.id pada menu vacancy. Di tahap ini kamu memilih posisi dan lokasi, mengisi data pribadi, mengunggah dokumen, lalu mengunci pendaftaran.
  2. Pengumuman seleksi administrasi
    Hasil seleksi administrasi umumnya dirilis sekitar pertengahan hingga akhir Oktober, misalnya antara 15 sampai 25 Oktober 2025. Hanya pelamar yang lolos administrasi yang diundang ke tes berikutnya.
  3. Tes kemampuan awal: TAP PLN atau GAT
    Setelah administrasi, peserta masuk ke tes kemampuan dasar. Di PLN, ini bisa berupa Tes Adaptif PLN (TAP) atau General Aptitude Test (GAT), tergantung kebijakan tahun dan jalur rekrutmen. Tes dilakukan online, dengan soal yang adaptif dan ketat waktu, mencakup logika, numerik, verbal, hingga aspek sikap kerja.
  4. Tes akademik dan bahasa Inggris
    Peserta yang lolos GAT/TAP akan mengikuti tes akademik sesuai jurusan, ditambah tes bahasa Inggris. Dari beberapa pengalaman peserta, pengumuman GAT bisa keluar sekitar 17 November, dan tes akademik plus bahasa Inggris digelar beberapa hari setelahnya, misalnya sekitar 20 November.
  5. Tes psikologi atau psikotes lanjutan
    Setelah lolos akademik dan bahasa Inggris, peserta mengikuti rangkaian psikotes yang lebih dalam. Tes ini mengukur kepribadian, konsistensi, sikap kerja, hingga ketahanan mental. Umumnya dilaksanakan di lokasi khusus yang ditunjuk PLN.
  6. Tes kesehatan atau medical check up
    Kandidat yang lolos psikotes akan menjalani tes kesehatan, baik fisik dasar maupun pemeriksaan laboratorium. Di sini, aspek kebugaran, penglihatan, pendengaran, serta riwayat penyakit akan dikaji secara detail.
  7. Wawancara dan tahapan akhir
    Di tahap terakhir, peserta akan bertemu pewawancara, yang bisa berasal dari HR, user, atau gabungan. Di beberapa skema, setelah lolos wawancara, peserta masuk ke fase pra jabatan, pelatihan dasar, atau on the job training (OJT).

Penting untuk diingat, urutan bisa sedikit berubah, misalnya akademik ditempatkan sebelum TAP di jalur tertentu. Namun, pola besarnya tetap sama: administrasi, kemampuan dasar, akademik, psikologi, kesehatan, lalu wawancara.

Syarat umum peserta dan standar minimal

Berikut gambaran syarat umum yang banyak digunakan pada Rekrutmen PLN 2025:

  • WNI, laki-laki maupun perempuan.
  • Lulusan minimal D3, dengan batas usia sekitar 25 tahun atau kelahiran 2000 ke atas.
  • IPK minimal 3,00 skala 4,00 dari program studi yang relevan.
  • Jurusan yang dibutuhkan biasanya meliputi:
    • Teknik Elektro (arus kuat maupun arus lemah).
    • Teknik Mesin.
    • Teknik Sipil.
    • Akuntansi.
    • Hukum.
    • Beberapa formasi lain sesuai kebutuhan tahun berjalan.

Secara praktis, dua filter awal yang paling krusial adalah IPK dan kesesuaian jurusan. Bahkan sebelum bicara tes, banyak pelamar sudah gugur di dua titik ini. Jika kamu masih kuliah atau baru lulus, angka IPK dan pemilihan jurusan pendukung (misalnya sertifikasi atau mata kuliah pilihan) adalah investasi yang langsung berdampak pada peluang lolos administrasi.

Posisi PLN di ekosistem CASN dan BUMN

Dari sisi pola tes, PLN memiliki kemiripan dengan seleksi BUMN lain dan bahkan beberapa pola CPNS:

  • Ada seleksi administrasi yang ketat.
  • Ada tes kemampuan dasar (logika, numerik, verbal).
  • Ada tes psikologi komprehensif.
  • Ada tes kesehatan menyeluruh.
  • Ada wawancara akhir.

Artinya, persiapan untuk tes rekrutmen PLN akan sekaligus melatihmu menghadapi pola seleksi BUMN lain karena nature tesnya mirip, hanya beda di brand dan penekanan kompetensinya.

Baca Juga : Tahap Rekrutmen BUMN : Panduan Lengkap dari Pendaftaran hingga Penempatan

Bedah Tahap demi Tahap Tes Rekrutmen PLN: Apa yang Diujikan dan Bagaimana Strategi Lolos

Bedah Tahap demi Tahap Tes Rekrutmen PLN: Apa yang Diujikan dan Bagaimana Strategi Lolos

Di bagian ini, kita akan membahas tiap tahapan bukan sekadar definisi, tetapi apa yang sebenarnya ingin dinilai PLN, seperti apa bentuk soalnya, dan bagaimana taktik persiapan yang realistis.

1. Seleksi Administrasi: Filter Pertama yang Sering Diremehkan

Secara teknis, seleksi administrasi hanyalah verifikasi dokumen. Namun, di lapangan, ini adalah titik gugurnya banyak pelamar karena dua hal: ketidaksesuaian syarat dan kecerobohan teknis.

Di tahap ini, PLN mengecek:

  • Kesesuaian jurusan dengan formasi.
  • IPK minimal dan tahun kelulusan.
  • Batas usia sesuai ketentuan.
  • Kelengkapan dokumen, seperti:
    • Ijazah dan transkrip nilai.
    • KTP, KK.
    • Pas foto, biasanya dengan ketentuan warna background tertentu.
    • Dokumen tambahan jika diminta, misalnya SKCK atau surat keterangan sehat di tahap awal.

Kesalahan yang sering terjadi, berdasarkan pengalaman peserta:

  • Salah memasukkan data IPK atau tahun lulus.
  • Mengunggah dokumen yang tidak jelas atau blur.
  • File terlalu besar atau format tidak sesuai (misalnya diminta PDF tetapi mengunggah JPEG).
  • Nama di dokumen tidak konsisten dengan yang diisi di form.

Strategi taktis untuk tahap administrasi:

  1. Baca panduan resmi di rekrutmen.pln.co.id dengan teliti.
    Jangan hanya mengandalkan share info dari media sosial atau grup chat. Pastikan kamu membaca FAQ dan petunjuk teknis di situs resmi.
  2. Siapkan dokumen jauh sebelum pendaftaran dibuka.
    Scan dokumen dengan kualitas baik, beri nama file yang jelas, dan kompres bila perlu tanpa mengurangi keterbacaan.
  3. Cek kembali kesesuaian jurusan dan IPK.
    Jika jurusanmu berada di area abu abu, misalnya nama prodi berbeda tetapi substansinya mirip, cari keterangan resmi dari kampus atau FAQ rekrutmen PLN apakah boleh atau tidak.
  4. Hindari daftar di menit terakhir.
    Pendaftaran yang dilakukan di detik akhir berisiko terkendala server ramai, koneksi internet, atau kesalahan input yang tidak sempat dikoreksi.

2. Tes Adaptif PLN (TAP) atau GAT: Mengukur Dasar Potensi dan Kecerdasan

Setelah administrasi, kamu akan berhadapan dengan tes yang secara praktis menjadi salah satu penyaring utama: TAP atau GAT. Bentuknya online, sering kali dengan sistem adaptif, artinya tingkat kesulitan soal bisa menyesuaikan dengan performa kamu.

Subtes yang biasanya muncul meliputi:

  • Tes abstrak atau figural
    Berisi pola gambar, deret bentuk, atau hubungan antar simbol. Kamu harus mengenali pola dan menentukan gambar berikutnya.
  • Tes numerik
    Meliputi deret angka, operasi matematika sederhana sampai menengah, perbandingan, logika aritmetika.
  • Tes verbal
    Mencakup sinonim, antonim, analogi kata, dan pemahaman verbal sederhana.
  • Personality test dan work attitude
    Berisi pernyataan sikap yang harus kamu jawab setuju atau tidak setuju, untuk memetakan kepribadian dan sikap kerja.
  • Learning agility dan business reasoning
    Mengukur seberapa cepat kamu belajar dan memahami skenario bisnis atau organisasi sederhana.

Ciri khas tes ini:

  • Waktunya ketat, misalnya 3 sampai 4 menit untuk satu subtes dengan jumlah soal cukup banyak.
  • Sulit untuk dikerjakan sempurna, karena desainnya untuk mengukur batas kemampuan.
  • Sistem adaptif dapat menggeser tingkat kesulitan sesuai jawabanmu.

Dari sisi teknis, TAP atau GAT bertujuan mengukur:

  • Kemampuan penalaran umum.
  • Kecepatan analisis pola.
  • Konsistensi menjawab di aspek kepribadian.

Strategi persiapan taktis:

  1. Latihan rutin soal figural, numerik, dan verbal.
    Fokus pada pola klasik: deret angka, analogi, silogisme, dan pola gambar. Semakin sering berlatih, semakin cepat kamu mengenali pola di hari H.
  2. Pasang mindset kecepatan plus ketepatan.
    Karena waktu sangat terbatas, kamu harus terbiasa mengerjakan soal dengan cepat. Latih dengan timer, misalnya 3 menit per paket.
  3. Jangan memanipulasi personality test.
    Di banyak pengalaman peserta, soal kepribadian sering diulang dengan susunan kalimat berbeda. Jika kamu menjawab tidak jujur atau inkonsisten, sistem bisa menandai adanya ketidakstabilan karakter.
  4. Atur kondisi teknis:
    • Gunakan perangkat yang stabil (laptop/PC) dan koneksi internet yang baik.
    • Siapkan tempat tenang, minim gangguan.
    • Datang ke lokasi atau login lebih awal sesuai instruksi.

Selain sebagai filter, hasil TAP atau GAT ini sering digunakan untuk memetakan kandidat di tahap lanjut. Walaupun kamu lolos, skor yang setengah hati bisa menjadi catatan ketika diakumulasikan dengan tahap lain.

3. Tes Akademik dan Bahasa Inggris: Bukti Kompetensi Bidangmu

Jika TAP atau GAT berbicara tentang potensi umum, tes akademik menyentuh kompetensi spesifik sesuai jurusan. Di PLN, ini krusial karena banyak posisi teknis yang berhubungan langsung dengan operasional kelistrikan nasional.

Gambaran umum materi tes akademik:

  • Untuk Teknik Elektro:
    Dasar rangkaian listrik, sistem tenaga, mesin listrik, proteksi sistem, analisis jaringan, dan sebagainya.
  • Untuk Teknik Mesin:
    Mekanika teknik, termodinamika, mesin konversi energi, sistem pemipaan, dan perawatan mesin.
  • Untuk Teknik Sipil:
    Mekanika struktur, beton, manajemen konstruksi, dan dasar perencanaan bangunan atau infrastruktur.
  • Untuk Akuntansi:
    Laporan keuangan, PSAK dasar, audit, perpajakan dasar, dan manajemen keuangan.
  • Untuk Hukum:
    Dasar hukum perdata, pidana, tata usaha negara, dan regulasi yang relevan dengan BUMN atau ketenagalistrikan.

Sementara itu, tes bahasa Inggris sering kali disusun dengan standar minimal setara TOEIC, dengan komponen:

  • Reading comprehension.
  • Grammar dasar.
  • Vocabulary.
  • Kadang ada listening jika tes dilakukan dengan fasilitas yang memadai.

Dari sisi teknis, banyak report peserta menyebut adanya soal logika, penalaran, sinonim, antonim, dan deret angka yang masih hadir di tahap ini, sehingga kemampuan dasar tetap diuji bersamaan dengan materi akademik dan bahasa Inggris.

Strategi persiapan:

  1. Review komprehensif tapi terstruktur.
    Jangan mencoba menghafal semua materi kuliah selama 4 tahun dalam beberapa hari. Pilah materi menjadi:
    • Konsep inti per mata kuliah utama.
    • Rumus dan prinsip yang sering keluar.
    • Soal latihan tipe ujian.
  2. Mulai dari ringkasan dan bank soal.
    Gunakan ringkasan kuliah, buku soal, atau modul latihan yang memang dirancang untuk seleksi kerja atau ujian masuk BUMN. Pola soalnya cenderung mirip.
  3. Untuk bahasa Inggris, fokus pada:
    • Membaca teks pendek dengan cepat dan memahami ide utama.
    • Struktur kalimat (tenses dasar, subject verb agreement).
    • Kosa kata kerja dan istilah umum di dunia kerja.
  4. Latih simulasi ujian.
    Kerjakan latihan paket lengkap dengan batas waktu. Catat jenis soal yang sering membuatmu tersendat, lalu ulangi materi itu.
  5. Jangan lupakan stamina mental.
    Tes akademik dan bahasa Inggris bisa berlangsung cukup lama. Biasakan diri duduk fokus 60 sampai 90 menit tanpa terganggu.

4. Tes Psikologi: Menilai Siapa Dirimu, Bukan Hanya Apa yang Kamu Tahu

Di tahap psikologi, PLN ingin tahu apakah kamu secara kepribadian cocok bekerja di lingkungan BUMN strategis yang mengelola hajat hidup orang banyak. Di sini, bukan hanya kecerdasan yang dihitung, tetapi stabilitas emosi, sikap kerja, dan cara kamu merespons tekanan.

Jenis tes psikologi yang sering muncul antara lain:

  • Inventori kepribadian
    Misalnya model Big Five, MMPI, EPPS, dan sejenisnya. Kamu akan menjawab ratusan pernyataan sikap, seperti: Saya mudah marah, Saya senang bekerja dalam tim, dan seterusnya.
  • Tes grafis
    Seperti gambar pohon, gambar orang, atau gambar orang dengan aktivitas tertentu. Tujuannya membaca aspek emosional, konsep diri, dan pandanganmu terhadap lingkungan.
  • Tes kerja kecepatan dan ketelitian
    Misalnya Pauli, Kraeplin, atau tes penjumlahan berderet yang memakan waktu cukup lama dan menguras fokus. Di sini yang dinilai bukan hanya jumlah benar, tetapi juga ritme, konsistensi, dan ketahanan.
  • Tes kemampuan dasar lanjutan
    Beberapa pengalaman menyebut masih adanya elemen tes seperti Bappenas style, dengan soal verbal, numerik, dan logika tambahan.

Dari sisi penilaian, tes psikologi sering kali menjadi penyaring yang sangat signifikan. Banyak peserta dengan latar akademik kuat gugur di sini, terutama karena kelelahan, tidak jujur pada tes kepribadian, atau tidak siap secara mental.

Strategi persiapan realistis:

  1. Pahami tujuan psikotes.
    Tujuannya bukan mencari kandidat sempurna tanpa kekurangan, melainkan kandidat yang stabil, jujur, bisa bekerja sama, dan tahan tekanan.
  2. Jujur di tes kepribadian.
    Karena banyak soal berulang dengan redaksi berbeda, pemalsuan jawaban cenderung mudah terbaca. Konsistensi jauh lebih penting dari image yang kamu coba bangun.
  3. Latihan tes ketelitian dan ketahanan.
    Cobalah beberapa kali mengerjakan simulasi Pauli atau Kraeplin. Fokus pada menjaga ritme dan ketelitian, bukan kecepatan ekstrem yang berujung banyak salah.
  4. Siapkan fisik dan mental.
    • Tidur cukup sebelum tes.
    • Sarapan atau makan ringan yang cukup.
    • Datang lebih awal agar tidak stres karena terlambat.
  5. Hindari memikirkan jawaban ideal.
    Misalnya kamu merasa introvert tetapi memaksa menjawab seolah kamu sangat ekstrovert. Perbedaan antara jawabanmu dengan perilaku nyata di wawancara bisa menjadi kontradiksi yang merugikan.

5. Tes Kesehatan: Filter Objektif di Tahap Akhir

Tes kesehatan di rekrutmen PLN adalah tahapan yang sering dianggap formalitas oleh sebagian kandidat, padahal kenyataannya sangat menentukan. Di sini, aspek yang dicek bukan sekadar sakit atau tidak, melainkan apakah kondisi kesehatanmu memungkinkan untuk menjalankan tugas secara aman dan berkelanjutan.

Komponen umum tes kesehatan:

  • Pemeriksaan fisik dasar
    Termasuk tinggi badan, berat badan, tekanan darah, detak jantung, dan kondisi fisik umum.
  • Pemeriksaan mata
    Mendeteksi minus, silinder, atau buta warna. Di beberapa posisi teknis, buta warna total atau sebagian bisa menjadi hambatan serius, mengingat banyak pekerjaan teknis yang bergantung pada pengenalan warna kabel, sinyal, dan indikator.
  • Pemeriksaan pendengaran
    Untuk memastikan kamu mampu menerima instruksi dan merespons alarm, komunikasi lapangan, dan sebagainya.
  • Pemeriksaan laboratorium
    Biasanya meliputi tes darah dan urine, untuk memeriksa fungsi organ penting, indikasi penyakit kronis, serta skrining penyalahgunaan zat tertentu.
  • Pemeriksaan kebugaran
    Bisa berupa tes jalan, lari ringan, atau latihan sederhana lain untuk mengukur kapasitas fisik.

Strategi menjaga peluang lolos:

  1. Cek kesehatanmu sedini mungkin.
    Jika kamu punya riwayat kesehatan tertentu, konsultasikan dengan dokter untuk tahu seberapa besar pengaruhnya terhadap pekerjaan teknis.
  2. Jaga pola hidup sejak jauh hari.
    • Kurangi rokok dan alkohol bila ada.
    • Tidur cukup.
    • Olahraga ringan, terutama untuk membangun stamina dasar.
  3. Untuk mata dan pendengaran, ketahui kondisimu.
    Jika kamu memiliki gangguan penglihatan atau pendengaran yang cukup berat, siapkan juga rencana alternatif karier di posisi yang kurang menuntut aspek tersebut.
  4. Patuhi instruksi menjelang tes.
    Biasanya kamu akan diminta puasa beberapa jam sebelum tes lab atau menghindari obat tertentu. Patuh pada instruksi agar hasilmu akurat dan tidak dicurigai manipulatif.

6. Wawancara: Mengonfirmasi Semua Data dan Menilai Kecocokan Akhir

Wawancara adalah tahap di mana semua data dan hasil tesmu dipertemukan dengan sosok nyata dirimu. Bukan sekadar kemampuan menjawab pertanyaan, tetapi juga cara kamu menyampaikan, bahasa tubuh, dan kecocokan nilai pribadimu dengan budaya PLN.

Fokus utama wawancara biasanya:

  • Motivasi bergabung dengan PLN.
    Pewawancara ingin tahu apakah kamu benar benar memahami peran PLN sebagai BUMN strategis dan apakah motivasimu murni jangka pendek atau memiliki visi jangka panjang.
  • Pemahaman tentang PLN dan sektor ketenagalistrikan.
    Pengetahuan dasar tentang PLN, struktur bisnisnya, tantangan di sektor energi, serta peran PLN dalam transisi energi akan memberi nilai plus.
  • Riwayat akademik dan pengalaman organisasi.
    Bagaimana kamu mengelola tugas kuliah, magang, atau organisasi. Di sini mereka mencari bukti konkret kerja sama tim, kepemimpinan, atau problem solving.
  • Sikap terhadap tantangan dan tekanan.
    Pertanyaan tipe behavioural, misalnya Ceritakan saat kamu menghadapi konflik di tim atau Apa keputusan sulit yang pernah kamu ambil dan bagaimana hasilnya.
  • Kesesuaian dengan posisi.
    Untuk posisi teknis, bisa ada tambahan pertanyaan praktis atau kasus sederhana terkait bidangmu.

Strategi menghadapi wawancara:

  1. Kuasai profil PLN dan isu terkini.
    Cari tahu:
    • Misi dan visi PLN.
    • Program besar seperti transisi energi, elektrifikasi, atau program pemerintah yang terkait.
    • Peran PLN di daerah tempatmu melamar jika formasi spesifik lokasi.
  2. Siapkan cerita konkret, bukan jawaban generik.
    Gunakan pendekatan STAR (Situation, Task, Action, Result) untuk menjawab pertanyaan berbasis pengalaman.
  3. Tampilkan sikap profesional dan realistis.
    • Jujur jika tidak tahu, tetapi tunjukkan kesediaan belajar.
    • Jangan melebih-lebihkan kemampuan atau prestasi.
  4. Jaga komunikasi nonverbal.
    Kontak mata yang cukup, posisi duduk tegak, suara yang jelas, dan gestur yang wajar akan membantu memperkuat pesanmu.
  5. Konsisten dengan hasil psikotes dan personality test.
    Jika di tes kepribadian kamu menunjukkan profil yang stabil dan kooperatif, tetapi di wawancara kamu tampak mudah defensif atau terlalu agresif, inkonsistensi ini bisa menjadi catatan.

Di tengah ketatnya tes rekrutmen PLN, persaingan yang tinggi wajar membuat peserta tertekan. Namun pada dasarnya, seluruh tahapan seleksi bertujuan menyaring kandidat yang paling siap secara akademik, psikologis, fisik, dan motivasi untuk memikul tanggung jawab sebagai insan PLN.

Jika masih dalam tahap persiapan, fokuslah membangun fondasi utama: kuasai materi dasar, latih logika dan numerik, pahami pola psikotes, jaga kondisi fisik, dan perjelas motivasi—bukan sekadar ingin bekerja di BUMN, tetapi kontribusi nyata di sektor kelistrikan.

Selalu jadikan rekrutmen.pln.co.id sebagai sumber informasi utama karena jadwal dan ketentuan dapat berubah. Kegagalan di percobaan awal bukan akhir; evaluasi diri dan perbaikan strategi justru sering menjadi kunci keberhasilan.

Rekrutmen PLN bukan hanya soal mendapat pekerjaan, melainkan kesiapan menjadi bagian dari tulang punggung energi bangsa. Dengan persiapan yang disiplin dan konsisten, peluang itu tetap terbuka.

Sumber Referensi :

  • FAHUM.UMSU.AC.ID – Lengkap Urutan Tes Rekrutmen PLN 2025: TAP, Akademik, Psikologi, Kesehatan, dan Wawancara
  • DEALLS.COM – Rekrutmen PLN 2025: Syarat, Tahapan Seleksi, dan Tips Lolos
  • REKRUTMEN.PLN.CO.ID – FAQ Rekrutmen PT PLN (Persero)
  • PENDAFTARAN.NET – Rekrutmen PLN CO ID Penerimaan Pegawai PT PLN
  • EVERYDAYISGOOD.HOME.BLOG – Pengalaman Rekrutmen PLN
  • YOUTUBE.COM – Pengalaman Lolos Rekrutmen PLN 2025 dan Pembahasan TAP PLN
  • YOUTUBE.COM – Pengalaman Tes TAP PLN dan Tips Mengerjakan Tes Adaptif

Testimoni jadiBUMN

Slide
previous arrow
next arrow

Program Premium Bimbel jadiBUMN 2025

Semakin sering latihan soal akan semakin terbiasa, semakin cepat, semakin teliti dan semakin tepat mengerjakan soal-soal Rekrutmen BUMN 2025 ” 🌟

Kunci sukses Tes Rekrutmen BUMN adalah membiasakan diri mengerjakan ribuan tipe soal Tes Rekrutmen BUMN seperti anak bayi yang belajar berjalan terasa berat diawal dan akan terbiasa bila terus dilatih hingga bisa berlari kencang.

Cover Slidder JadiBUMN 2026
previous arrow
next arrow

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi jadiBUMN: Temukan aplikasi jadiBUMN di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
  2. Masuk ke Akun Anda: Login ke akun jadiBUMN Anda melalui aplikasi atau situs web.
  3. Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
  4. Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELBUMN” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
  5. Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES163797”, masukkan untuk diskon tambahan.
  6. Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
  7. Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.

Mau berlatih Soal-soal Rekrutmen BUMN? Ayoo segera gabung sekarang juga!! GRATISSS

>

Bagikan :

Artikel CPNS Lainnya :

Siap Hadapi Tes BUMN

Dapatkan arahan belajar sesuai target instansi BUMN yang ingin kamu tuju.

Coba Journey JadiBUMN

Coba gratis Journey JadiBUMN untuk strategi lolos RBB BUMN yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pejuang RBB BUMN

Mulai Perjalanan Belajar RBB BUMN Sekarang