PT Pertamina Hulu Rokan atau PHR merupakan perusahaan hulu minyak dan gas bumi di bawah PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina. PHR didirikan pada 20 Desember 2018 dan mendapat penugasan mengelola Wilayah Kerja Rokan setelah proses alih kelola pada 9 Agustus 2021.
Memasuki 2026, PHR tidak hanya menjalankan kegiatan di WK Rokan. Dalam struktur Regional 1 Sumatra, perusahaan juga mengelola kegiatan hulu migas Pertamina dari Aceh hingga Sumatra Selatan. Sejumlah proyek eksplorasi, pengembangan lapangan tua, hingga penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery terus dijalankan untuk menopang produksi energi nasional.
Profil PT Pertamina Hulu Rokan

PHR merupakan bagian dari Pertamina Group yang bergerak di bidang eksplorasi dan produksi minyak serta gas bumi. Laporan keuangan konsolidasian PHE mencatat PT Pertamina Hulu Rokan sebagai entitas dalam kelompok usaha dengan kepemilikan PHE sebesar 99,87%.
Dalam struktur Subholding Upstream, PHR menjalankan fungsi Regional 1 – Sumatra. PHE saat ini mencantumkan Muhamad Arifin sebagai Direktur Pertamina Hulu Rokan Regional 1 Sumatera.
Ringkasan profilnya:
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Nama perusahaan | PT Pertamina Hulu Rokan |
| Singkatan | PHR |
| Bidang usaha | Hulu minyak dan gas bumi |
| Induk usaha | PT Pertamina Hulu Energi |
| Regional | Regional 1 Sumatra |
| Berdiri | 20 Desember 2018 |
| Mulai mengelola WK Rokan | 9 Agustus 2021 |
| Masa pengelolaan WK Rokan | Sampai 8 Agustus 2041 |
| Direktur Regional 1 Sumatra | Muhamad Arifin |
Baca Juga: Mengenal Pertamina Hulu Rokan dan Peluang Karier bagi Fresh Graduate
Wilayah Kerja Rokan Menjadi Aset Utama PHR

Wilayah Kerja Rokan berada di Provinsi Riau dan resmi beralih pengelolaan dari PT Chevron Pacific Indonesia kepada PHR pada 9 Agustus 2021 pukul 00.01 WIB. Saat proses alih kelola tersebut, Kementerian ESDM mencatat WK Rokan menyumbang sekitar 24% produksi minyak Indonesia.
Profil resmi PHE menyebut wilayah operasi WK Rokan memiliki luas sekitar 6.200 km² dan berada di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Riau. Di dalamnya terdapat sekitar 80 lapangan aktif, 11.300 sumur, dan 35 gathering station.
Beberapa lapangan yang berada dalam WK Rokan antara lain:
| Lapangan |
|---|
| Minas |
| Duri |
| Bangko |
| Bekasap |
| Balam South |
| Kotabatak |
| Petani |
| Lematang |
| Petapahan |
| Pager |
Kontrak pengelolaan WK Rokan dijalankan PHR selama 20 tahun, yaitu sejak 9 Agustus 2021 sampai 8 Agustus 2041.
PHR Mengelola Regional 1 Sumatra
Peran PT Pertamina Hulu Rokan saat ini lebih luas dibanding hanya WK Rokan. PHR juga mendapat tugas dari Subholding Upstream Pertamina untuk menjalankan bisnis dan operasi hulu migas Regional 1 Sumatra.
Wilayah Regional 1 membentang dari Aceh hingga Sumatra Selatan. Setelah restrukturisasi organisasi pada 2025, pengelolaannya mencakup tiga kelompok utama, yaitu Zona 1, Zona Rokan, dan Zona 4.
Gambaran wilayahnya sebagai berikut:
| Area | Contoh Lapangan/Wilayah |
|---|---|
| Zona 1 | Rantau, Pangkalan Susu, Siak, Kampar, Lirik, Jambi |
| Zona Rokan | Minas, Duri, Bangko, Bekasap, Kotabatak |
| Zona 4 | Prabumulih, Limau, Pendopo, Adera, Ramba |
PHE menyebut PHR Regional 1 menghasilkan sekitar sepertiga produksi minyak bumi Pertamina Subholding Upstream, sehingga posisinya menjadi salah satu bagian penting dalam pasokan energi nasional.
Baca Juga: Anak Perusahaan Pertamina dan Peluang Karier di Dalamnya
Perkembangan PHR hingga 2026
Sejumlah perkembangan penting tercatat pada operasi PHR memasuki 2026. Pada Januari 2026, PHR mengonfirmasi penemuan hidrokarbon di Sumur Mustang Hitam-001 di Desa Libo Jaya, Kabupaten Siak. Sumur tersebut berada di South Aman Trough, Cekungan Sumatra Tengah.
PHR juga mengembangkan teknologi untuk meningkatkan perolehan minyak dari lapangan yang telah lama berproduksi. Pada Desember 2025, perusahaan meresmikan proyek Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di Minas Area A. Lapangan Minas sendiri telah berproduksi sejak 1952 dan masih memiliki potensi cadangan di bawah permukaan.
PHE pada Agustus 2026 menyampaikan beberapa perkembangan terbaru WK Rokan:
- potensi sumber daya Migas Non Konvensional di WK Rokan mencapai 724,22 juta barel minyak;
- CEOR komersial Minas Area A menjadikan PHR pelopor penerapan CEOR komersial di Indonesia;
- pengembangan CEOR direncanakan meluas ke Minas Area B, C, D, Balam South, Balam, Bangko, dan Petani;
- proyek tersebut diproyeksikan memberikan kontribusi sekitar 70 ribu barel minyak per hari pada 2030 dan mencapai puncak hingga 200 ribu barel per hari pada 2036.
Data tersebut merupakan potensi dan proyeksi perusahaan, sehingga perlu dibedakan dari angka realisasi produksi saat ini.
Karier dan Program Magang PT Pertamina Hulu Rokan
Selain kegiatan operasional migas, PHR secara berkala menjalankan program pengembangan sumber daya manusia. Salah satunya adalah Program Magang Kerja PHR.
Pada pembukaan resmi 2025, PHR menyediakan 81 posisi untuk lulusan S1, D4, dan D3, dengan 71 peserta ditempatkan di Riau dan 10 peserta di Jakarta. Program berlangsung selama enam bulan.
PHR menyebut program tersebut sudah berjalan sejak 2022. Hingga sebelum batch ke-7, sebanyak 621 putra-putri Riau telah mengikuti program magang PHR. Fasilitas program antara lain uang saku, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan surat keterangan penyelesaian program.
Selain peluang karier di PT Pertamina Hulu Rokan, kamu juga dapat melihat informasi lowongan BUMN terbaru dari berbagai perusahaan melalui halaman Loker JadiBUMN. Informasi yang tersedia mencakup nama perusahaan, posisi, lokasi, status pendaftaran, dan batas waktu lowongan.
Status lowongan dapat berubah sesuai periode rekrutmen masing-masing perusahaan. Pastikan kembali jadwal, persyaratan, dan tautan pendaftaran melalui kanal resmi perusahaan sebelum mengirim lamaran.
Informasi Karier Pertamina di JadiBUMN
- Pertamina Talent Candidate 2026
- Pengumuman Pertamina Talent Candidate 2026
- Info Magang Pertamina 2026
- Lowongan Internship Pertamina Group Terbaru
- Program Magang Pertamina 2026
Untuk 2026, informasi pembukaan magang maupun rekrutmen harus diperiksa berdasarkan periode masing-masing karena pendaftaran tidak berlangsung sepanjang tahun. Artikel JadiBUMN yang diperbarui pada Juli 2026 mencatat bahwa periode pendaftaran magang PHR 2026 telah memasuki proses seleksi saat itu, bukan lagi tahap pendaftaran.
Baca Juga: Lowongan Internship Pertamina Group Terbaru, Masih Buka?
Mini FAQ
PT Pertamina Hulu Rokan bergerak di bidang apa?
PT Pertamina Hulu Rokan bergerak di bidang usaha hulu minyak dan gas bumi. PHR berada di bawah PT Pertamina Hulu Energi sebagai Subholding Upstream Pertamina.
Kapan PT Pertamina Hulu Rokan berdiri?
PT Pertamina Hulu Rokan didirikan pada 20 Desember 2018 dan mulai mengelola Wilayah Kerja Rokan pada 9 Agustus 2021.
Sampai kapan PHR mengelola Blok Rokan?
PHR melanjutkan pengelolaan Wilayah Kerja Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.
Di mana wilayah operasi Pertamina Hulu Rokan?
PHR mengelola Regional 1 Sumatra yang membentang dari Aceh hingga Sumatra Selatan. Salah satu aset utamanya adalah Wilayah Kerja Rokan di Provinsi Riau.
Siapa Direktur Pertamina Hulu Rokan saat ini?
Dalam halaman Dewan Direksi PT Pertamina Hulu Energi yang diakses pada 2026, Muhamad Arifin tercantum sebagai Direktur Pertamina Hulu Rokan Regional 1 Sumatera.
Ringkasan
PT Pertamina Hulu Rokan merupakan perusahaan hulu migas di bawah PT Pertamina Hulu Energi yang berdiri pada 20 Desember 2018. PHR mulai mengelola WK Rokan pada 9 Agustus 2021 dan kontrak pengelolaannya berlangsung hingga 8 Agustus 2041.
Pada 2026, PHR berperan sebagai pengelola Regional 1 Sumatra sekaligus terus mengembangkan WK Rokan melalui eksplorasi, teknologi CEOR, dan pengembangan migas nonkonvensional. Penemuan Mustang Hitam-001 serta pengembangan CEOR Minas menjadi beberapa perkembangan penting yang menunjukkan masih besarnya potensi wilayah tersebut.




