Bekerja di perusahaan BUMN tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis. Seluruh SDM di lingkungan BUMN memiliki nilai budaya bersama yang disebut AKHLAK BUMN, yaitu singkatan dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Enam nilai tersebut menjadi identitas sekaligus pedoman perilaku SDM di lingkungan Grup BUMN.
AKHLAK pertama kali ditetapkan melalui Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-7/MBU/07/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang Nilai-Nilai Utama Sumber Daya Manusia BUMN. Penerapannya kemudian diperkuat melalui Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-115/MBU/05/2022 tentang Pedoman Implementasi Nilai-Nilai Utama SDM BUMN atau AKHLAK Culture Journey.
Baca juga Ahlak BUMN 2026, Kenali 6 Nilai AKHLAK dan Penerapannya
AKHLAK BUMN Apa Saja?

Ada 6 nilai utama AKHLAK BUMN. Setiap nilai mempunyai definisi serta panduan perilaku yang sudah ditetapkan secara resmi sehingga AKHLAK bukan hanya slogan perusahaan.
| Nilai | Arti Resmi |
|---|---|
| Amanah | Memegang teguh kepercayaan yang diberikan |
| Kompeten | Terus belajar dan mengembangkan kapabilitas |
| Harmonis | Saling peduli dan menghargai perbedaan |
| Loyal | Berdedikasi dan mengutamakan kepentingan Bangsa dan Negara |
| Adaptif | Terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan ataupun menghadapi perubahan |
| Kolaboratif | Membangun kerja sama yang sinergis |
Definisi tersebut tercantum dalam pedoman resmi implementasi AKHLAK yang diterbitkan Kementerian BUMN.
1. Amanah
Amanah berarti memegang teguh kepercayaan yang diberikan. Nilai ini menempatkan integritas dan tanggung jawab sebagai bagian penting ketika seseorang menjalankan pekerjaan.
Pedoman resmi AKHLAK menjelaskan tiga perilaku utama dalam nilai Amanah, yaitu memenuhi janji dan komitmen, bertanggung jawab atas tugas, keputusan, serta tindakan yang dilakukan, kemudian berpegang teguh pada nilai moral dan etika.
Dalam pekerjaan, contoh sederhananya adalah seorang pegawai menerima tanggung jawab menyelesaikan laporan pada waktu tertentu. Ia menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat, memastikan data yang digunakan benar, serta tidak memanipulasi informasi hanya agar hasil pekerjaannya terlihat lebih baik.
Dengan demikian, Amanah tidak hanya berarti jujur. Nilai ini juga berhubungan dengan kesediaan mempertanggungjawabkan keputusan dan menjalankan komitmen yang telah diberikan.
2. Kompeten
Kompeten berarti terus belajar dan mengembangkan kapabilitas. BUMN membutuhkan SDM yang mampu berkembang mengikuti perubahan pekerjaan, teknologi, maupun kebutuhan perusahaan.
Dalam pedoman AKHLAK, perilaku Kompeten meliputi meningkatkan kompetensi diri untuk menghadapi tantangan yang selalu berubah, membantu orang lain belajar, serta menyelesaikan tugas dengan kualitas terbaik.
Contohnya, ketika perusahaan mulai menggunakan sistem digital baru, seorang pegawai tidak sekadar menunggu instruksi. Ia mempelajari sistem tersebut, mengikuti pelatihan yang tersedia, kemudian membantu rekan kerja yang masih mengalami kesulitan.
Nilai Kompeten berarti seseorang tidak berhenti pada kemampuan yang sudah dimiliki. Kemauan belajar dan meningkatkan kualitas hasil kerja menjadi bagian yang sama pentingnya.
3. Harmonis
Harmonis berarti saling peduli dan menghargai perbedaan. Lingkungan BUMN dapat mempertemukan pegawai dari berbagai daerah, pendidikan, usia, pengalaman, budaya, maupun karakter.
Pedoman resmi menyebut perilaku Harmonis sebagai menghargai setiap orang apa pun latar belakangnya, suka menolong orang lain, serta membangun lingkungan kerja yang kondusif.
Misalnya, dalam satu tim terdapat anggota dengan pendapat berbeda. Penerapan Harmonis bukan berarti semua orang harus selalu setuju, melainkan mampu mendengarkan pendapat tersebut secara profesional dan mencari penyelesaian tanpa merendahkan orang lain.
Nilai ini juga penting ketika bekerja dalam organisasi besar karena perbedaan tidak seharusnya menjadi penghambat untuk mencapai tujuan perusahaan.
Baca juga Arti AKHLAK BUMN dan Contoh Penerapannya di Dunia Kerja
4. Loyal
Loyal berarti berdedikasi dan mengutamakan kepentingan Bangsa dan Negara. Namun, loyalitas dalam AKHLAK bukan berarti mengikuti semua perintah tanpa mempertimbangkan aturan.
Pedoman resmi memberikan tiga panduan perilaku Loyal, yaitu menjaga nama baik sesama karyawan, pimpinan, BUMN, dan negara; rela berkorban untuk mencapai tujuan yang lebih besar; serta patuh kepada pimpinan sepanjang tidak bertentangan dengan hukum dan etika.
Bagian terakhir ini penting dipahami. Apabila seorang pegawai mendapatkan instruksi yang jelas-jelas melanggar hukum atau etika, nilai Loyal tidak dapat digunakan sebagai alasan untuk tetap menjalankannya.
Contoh penerapan Loyal adalah menjaga informasi perusahaan yang bersifat rahasia, menjalankan tanggung jawab organisasi dengan baik, serta menjaga nama baik perusahaan melalui perilaku profesional.
5. Adaptif
Adaptif berarti terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan ataupun menghadapi perubahan. Perubahan teknologi, kebutuhan pelanggan, sistem kerja, maupun kondisi bisnis membuat perusahaan membutuhkan orang yang tidak mudah tertinggal.
Panduan perilaku Adaptif meliputi cepat menyesuaikan diri untuk menjadi lebih baik, terus melakukan perbaikan mengikuti perkembangan teknologi, serta bertindak proaktif.
Sebagai contoh, perusahaan mengganti proses administrasi manual dengan aplikasi digital. Sikap Adaptif bukan menolak perubahan hanya karena sistem sebelumnya lebih familiar. Pegawai perlu memahami sistem baru, menyesuaikan pola kerjanya, kemudian mencari peluang agar penggunaan teknologi tersebut membuat pekerjaan lebih efektif.
Adaptif juga tidak berarti perubahan dilakukan tanpa pertimbangan. Inovasi tetap perlu diarahkan pada perbaikan proses dan pencapaian tujuan perusahaan.
6. Kolaboratif
Kolaboratif berarti membangun kerja sama yang sinergis. Nilai ini menekankan kemampuan untuk mencapai hasil bersama dengan melibatkan kontribusi pihak lain.
Menurut pedoman resmi AKHLAK, perilaku Kolaboratif meliputi memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi, terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah, serta menggerakkan pemanfaatan berbagai sumber daya untuk mencapai tujuan bersama.
Contohnya, sebuah pekerjaan membutuhkan data dari divisi keuangan, operasional, dan teknologi informasi. Alih-alih bekerja sendiri-sendiri, anggota tim berkoordinasi, berbagi informasi yang diperlukan, serta menggunakan keahlian masing-masing untuk menghasilkan keputusan yang lebih baik.
Kolaborasi bukan hanya membagi pekerjaan. Intinya adalah menggunakan kekuatan dari berbagai pihak sehingga hasil bersama menjadi lebih baik.
Panduan Perilaku Resmi AKHLAK BUMN
Agar lebih mudah dipahami, berikut ringkasan panduan perilaku yang tercantum dalam Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-115/MBU/05/2022.
| AKHLAK | Panduan Perilaku |
|---|---|
| Amanah | Memenuhi komitmen, bertanggung jawab, serta berpegang pada moral dan etika |
| Kompeten | Meningkatkan kemampuan, membantu orang lain belajar, dan menghasilkan pekerjaan berkualitas |
| Harmonis | Menghargai perbedaan, membantu orang lain, dan menciptakan lingkungan kondusif |
| Loyal | Menjaga nama baik, mendahulukan tujuan lebih besar, dan patuh selama sesuai hukum serta etika |
| Adaptif | Cepat menyesuaikan diri, mengikuti perkembangan teknologi, dan proaktif |
| Kolaboratif | Memberikan ruang kontribusi, terbuka bekerja sama, dan mengoptimalkan sumber daya bersama |
Bagian tersebut penting karena ketika mempelajari AKHLAK, peserta sebaiknya tidak berhenti pada hafalan kepanjangan enam hurufnya. Panduan perilakunya justru menjelaskan bagaimana setiap nilai diterapkan dalam situasi kerja.
Mengapa AKHLAK Diterapkan di Seluruh BUMN?
Pedoman AKHLAK Culture Journey menjelaskan bahwa nilai utama tersebut digunakan sebagai identitas dan perekat budaya kerja, sekaligus standar nilai perilaku bagi SDM BUMN dalam aktivitas sehari-hari. Setiap BUMN diwajibkan menerapkan nilai tersebut menjadi budaya perusahaan dan dasar pembentukan karakter SDM di lingkungan BUMN, anak perusahaan, serta perusahaan afiliasi terkonsolidasi.
Dokumen tersebut juga menegaskan bahwa enam nilai AKHLAK diterapkan secara utuh tanpa pengurangan ataupun penambahan nilai utama lain dalam Grup BUMN. Artinya, perusahaan dapat memiliki praktik atau budaya kerja yang khas, tetapi enam nilai AKHLAK tetap menjadi nilai utama bersama.
Implementasinya kemudian dikembangkan melalui AKHLAK Culture Journey, mulai dari pembangunan pemahaman awal, intervensi budaya, penerimaan nilai, sampai perubahan perilaku. Tujuannya bukan sekadar membuat pegawai mengetahui kepanjangan AKHLAK, tetapi mendorong nilai tersebut benar-benar tercermin dalam perilaku dan kinerja.
Apakah AKHLAK BUMN Ada dalam Tes Rekrutmen?

AKHLAK pernah secara resmi menjadi bagian dari tes Rekrutmen Bersama BUMN (RBB). Pada RBB 2024, FHCI menyatakan bahwa seleksi mempertahankan tes core values AKHLAK. Pada RBB 2025, tahapan tes daring juga secara resmi mencakup Tes Kemampuan Dasar, Tes AKHLAK, Wawasan Kebangsaan, Bahasa Inggris, dan Learning Agility.
Karena itu, pelamar BUMN memang relevan mempelajari bukan hanya arti setiap nilai, tetapi juga penerapannya dalam suatu situasi. Misalnya, sebuah soal dapat menggambarkan anggota tim yang melakukan kesalahan, perubahan sistem kerja, konflik antarrekan, atau keputusan yang berkaitan dengan integritas. Peserta kemudian perlu memahami nilai AKHLAK yang paling berkaitan dengan situasi tersebut.
Namun, format seleksi tahun berikutnya tidak boleh otomatis disamakan dengan RBB 2024 atau RBB 2025. Per 23 September 2026, informasi resmi FHCI yang ditemukan belum menunjukkan pengumuman RBB 2026 dengan rincian tahapan tes baru. Karena itu, peserta perlu menunggu ketentuan resmi apabila Rekrutmen Bersama BUMN berikutnya diumumkan.
Perbedaan Amanah, Loyal, dan Kolaboratif yang Sering Tertukar
Beberapa nilai AKHLAK terlihat berdekatan ketika diterapkan dalam kasus pekerjaan. Cara membedakannya adalah melihat inti perilaku yang sedang diuji.
| Situasi | Nilai yang Paling Berkaitan | Alasannya |
|---|---|---|
| Menolak memanipulasi data | Amanah | Berkaitan dengan integritas, moral, dan tanggung jawab |
| Mengikuti pelatihan sistem baru | Kompeten | Berkaitan dengan peningkatan kemampuan |
| Menghargai rekan berbeda latar belakang | Harmonis | Berkaitan dengan penghargaan terhadap perbedaan |
| Menjaga nama baik perusahaan | Loyal | Berkaitan dengan dedikasi terhadap organisasi dan negara |
| Cepat belajar teknologi baru | Adaptif | Berkaitan dengan penyesuaian terhadap perubahan |
| Mengajak beberapa divisi bekerja bersama | Kolaboratif | Berkaitan dengan kerja sama dan kontribusi banyak pihak |
Tabel tersebut merupakan contoh penerapan untuk membantu pemahaman, sedangkan definisi dan panduan perilaku resminya tetap mengacu pada dokumen AKHLAK Kementerian BUMN.
Cara Mudah Mengingat AKHLAK BUMN
Cara paling sederhana tentu dengan mengingat kepanjangannya sebagai A-K-H-L-A-K: Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif.
Namun, untuk memahami materi lebih dalam, hubungkan setiap nilai dengan kata kunci perilakunya. Amanah dapat dikaitkan dengan integritas, Kompeten dengan belajar, Harmonis dengan menghargai, Loyal dengan dedikasi, Adaptif dengan perubahan, dan Kolaboratif dengan kerja sama.
Metode tersebut membuat peserta lebih mudah menganalisis soal berbasis kasus daripada hanya menghafal enam istilah tanpa memahami konteksnya.
Baca juga Apa Saja AKHLAK BUMN? Terapkan 6 Nilai AKHLAK
Mini FAQ
AKHLAK BUMN apa saja?
AKHLAK BUMN terdiri dari enam nilai utama, yaitu Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
Apa kepanjangan AKHLAK BUMN?
AKHLAK merupakan singkatan dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
Sejak kapan AKHLAK menjadi core values BUMN?
AKHLAK ditetapkan melalui Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-7/MBU/07/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang Nilai-Nilai Utama Sumber Daya Manusia BUMN.
Apa arti Amanah dalam AKHLAK BUMN?
Amanah berarti memegang teguh kepercayaan yang diberikan. Panduan perilakunya mencakup memenuhi komitmen, bertanggung jawab atas tindakan dan keputusan, serta berpegang pada moral dan etika.
Apa arti Adaptif dalam AKHLAK BUMN?
Adaptif berarti terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan ataupun menghadapi perubahan. Perilakunya antara lain cepat menyesuaikan diri, mengikuti perkembangan teknologi, dan bertindak proaktif.
Apakah AKHLAK pernah masuk tes Rekrutmen Bersama BUMN?
Ya. FHCI secara resmi mencantumkan Tes AKHLAK dalam rangkaian Rekrutmen Bersama BUMN 2024 dan 2025. Format rekrutmen berikutnya tetap harus mengikuti pengumuman resmi terbaru FHCI.
Ringkasan
AKHLAK BUMN terdiri dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Enam nilai tersebut bukan sekadar slogan, tetapi merupakan Nilai-Nilai Utama SDM BUMN yang menjadi identitas, perekat budaya kerja, dan pedoman perilaku dalam lingkungan Grup BUMN. AKHLAK ditetapkan melalui Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-7/MBU/07/2020, kemudian implementasinya diperkuat melalui SK-115/MBU/05/2022 tentang AKHLAK Culture Journey.
Bagi pelamar kerja BUMN, memahami AKHLAK juga relevan karena Tes AKHLAK secara resmi pernah digunakan dalam Rekrutmen Bersama BUMN, termasuk pada RBB 2024 dan 2025. Karena itu, pemahaman sebaiknya tidak berhenti pada kepanjangan AKHLAK, tetapi juga mencakup panduan perilaku dan penerapannya dalam situasi kerja.
Sumber Referensi
- Kementerian BUMN – Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-7/MBU/07/2020 tentang Nilai-Nilai Utama SDM BUMN
- Kementerian BUMN – Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-115/MBU/05/2022 tentang AKHLAK Culture Journey
- Kementerian BUMN – Budaya Organisasi dan AKHLAK Culture Journey
- Forum Human Capital Indonesia – Rekrutmen Bersama BUMN 2024
- Forum Human Capital Indonesia – Rekrutmen Bersama BUMN 2025





